Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Seburuk-buruk nya perkara


__ADS_3

"Mau aku ceritakan asal mula ide tercetus soal ahran dan morena?"


tanya Gao sambil terkekeh pada Ayana.


Sang istri masih shock saat melakukan Vidio call melihat Morena, perempuan itu tengah berada di atas tubuh ahran.


"Bagaimana?"


*********


Gao masih memijat-mijat kepalanya yang tidak sakit, kemudian menatap paman Ijal sejenak dan papa Ardhan.


"Bagaimana hasil tes kesehatan kantung rahim nya?"


"Sangat sehat"


ucap paman Ijal cepat


"Fisip baik, darah baik, urin baik, tidak ada penyakit menular dan pemeriksaan TORCH (toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes) Sempurna, gadis itu bersih"


lanjut paman Ijal


"Gadis?"


Gao menaikkan alisnya


"yah gadis itu bersih"


otak Gao tidak berfungsi dengan baik, dia fikir mungkin paman Ijal memang tidak perlu tahu jika perempuan itu bukan seorang gadis lagi.


terdengar lucu jika dia harus berkata, Ayana membawa perempuan keluar dari sebuah klub malam, menebus nya dengan harga yang cukup lumayan.


Tapi itu sepadan, dari pada perempuan itu selama nya terjerat dalam lingkungan prostitusi.


Gao memejamkan sebentar matanya, otak nya harus bekerja cepat bagaimana cara memutar keadaan besok, dia tidak tertarik melakukan apapun yang Ayana katakan.


Sang mertua berkata pandai-pandai dirinya,jelas saja pemikiran pandai bagaimana yang paling masuk akal yang harus dia lakukan.


"Tuan tampan, sekretaris mu siapa namanya?"


Morena tiba-tiba mengejutkan lamunannya.


"Ya?"


Gao menaikkan alisnya


"Sekretaris macho itu siapa nama nya?"


seketika Gao menoleh ke arah pintu, tampak ahran duduk di sudut pintu di atarls kursi, bersandar di dinding dengan kedua tangannya saling bertaut.


oh damn it

__ADS_1


tiba-tiba terlintas ide gila di kepala nya.


Tampan, dingin, begitu alergi pada perempuan, Sulit beradaptasi dengan perempuan, jomblo, dewasa, 30 tahun, kalau tidak disegerakan bisa bujang tua.


ok may be im crazy


but...ini satu-satunya ide gila yang Pernah tercetus di kepalanya selama 34 tahun lebih dia hidup .


"Periksa kondisi kesehatan ahran"


"Ya?"


Ardhan sang papa mertua tampak kaget


Gao tersenyum kecil


"Ini keputusan paling bijaksana"


Dan jelas saja Ahran merasa aneh dengan keadaan, karena tiba-tiba dia harus menjalani serangkaian pemeriksaan yang membuat pusing kepalanya.


"Ada apa ini?"


ahran mengerutkan dahinya.


********


"Tuan ini namanya pemaksaan hak asasi manusia"


"Apa kamu berharap pernikahan kami hancur ahran? kamu yang membawa Morena, satu-satunya jalan kamu yang harus menikahi dirinya"


"Saya tahu ini kesalahan terbesar saya, tapi tuan menikah tidak sebercanda itu"


jelas saja ahran harus menelan kasar salivanya.


"Aku menolak"


"Bagaimana jika aku memaksakan kehendak?"


"Tidak ada pernikahan yang dilaksanakan berdasarkan paksaan tuan"


seketika rahang Gao mengeras, bola matanya mulai memerah karena marah.


"Boleh aku...bicara?"


tiba-tiba Morena mengeluarkan suara


"Hanya 4 mata, dengan tuan ahran"


"Ya?"


"Ya?"

__ADS_1


Gao dan ahran menoleh bersamaan, juga bertanya secara bersamaan.


"Kali ini serius, bicara 4 mata secara serius"


ucap Morena lagi.


seketika ahran tampak terdiam, Gao langsung berbalik dan meninggalkan mereka.


"Boleh kita, bicara di belakang sana?'


jelas sekali terlihat wajah Morena menjadi sangat serius, berbeda dengan ekspresi yang selama ini ahran acapkali dapatkan.


*********


"Saya terima nikah nya kawin nya.......


Seketika bola mata Morena berkaca-kaca, menatap Gao dan ahran secara bergantian, dia mengulas senyum kemudian meraih telapak tangan ahran, menyalaminya kemudian mencium punggung tangan itu begitu lama.


Jelas terlihat air mata itu tumpah membasahi wajah cantik seputih salju itu, dengan isakan tangis yang Gao tidak pahami.


********


"Gila.. Morena kamu ingin memperkosa ku?"


Ahran berteriak kesal saat tiba-tiba Gao menutup pintu kamar apartemen itu dari luar sesuai permintaan Morena, terdengar tawa Morena yang begitu renyah dari dalam.


"Ahran berhenti berteriak, apa kamu benar-benar tidak pernah pacaran?"


sungut Morena kesal.


"Tuan Gao buka pintu nya,ya Allah ini benar-benar gila"


"Tuan Jangan terlalu dipedulikan, nanti juga terbiasa"


pekik Morena geli


"Morena stop"


"Aku hanya membuka pakaian mu"


"Allahuakbar"


"Suami ku... jangan cerewet"


"Morenaaa...."


Gao hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dari arah luar, melesat cepat menuju ke pintu depan kemudian turun ke bawah menuju area parkiran.


Senyum lebar mengambang diwajahnya, dengan tergesa-gesa melajukan mobilnya untuk kembali pulang ke mansion mereka, menemui sang istri tercinta.


Sayang...jangan membuat sebuah perkara, sebab seburuk-buruk nya perjalanan rumah tangga adalah menghadapi perkara orang ke tiga.

__ADS_1


__ADS_2