
"Kau sudah gila"
Ekspresi hayat tampak tercekat saat mengetahui soal kenyataan dari bibir Ayana
oh ayolah apa dia bisa dapat award untuk aktris terbaik tahun ini? dia benar-benar harus berakting terkejut seolah dia baru tahu realita nya, Gao benar-benar membuat dia gila.
Ayana tampak menggigit bibir bawahnya, hayat langsung memeluk dirinya.
"Kenapa kamu tidak pernah menceritakan nya pada ku?"
kalau soal anak jelas hayat kaget, ini bukan akting, dia benar-benar bersedih hati. Tapi masih ingat dikepalanya saat Gao berkata kemarin.
Joyce dan profesor John sudah memiliki solusi terbaru, masih menunggu penelitian akhir dan pendonor, jika berhasil kami akan ke Brazil bulan depan untuk melakukan operasi pada kantung rahim Ayana.
"Tingkat keberhasilan?"
"InsyaAllah tidak mendahului Allah 75-25"
"Kami butuh pendonor yang masih hidup,hanya itu syarat nya"
untuk berita satu itu dia cukup lega
"Apa kau akan sanggup bercerita ketika berada diposisi ku hayat?"
seketika Hayat menelan salivanya
yah tentu saja tidak, dia hanya perempuan biasa, mana mungkin sanggup menerima nya.
"Bagaimana jika perempuan itu dan Gao benar-benar saling jatuh cinta?"
hanyat mencoba menatap dalam bola mata Ayana, menyentuh lembut wajahnya.
Ayana menggeleng pelan, air matanya tumpah Seketika
"Hubungan yang dimulai dari pernikahan, menuju ke atas ranjang lama-lama akan menimbulkan benih cinta Ayana, kau sama saja menggali kuburan mu sendiri"
Ayana tampak terdiam, dia kembali menelan salivanya.
"Tapi aku membutuhkan anak-anak"
hayat menaikkan alis kirinya
"Tapi kau akan menyesali keputusan mu ini pada akhirnya"
Ayana menggeleng pelan
"Tidak"
hayat mencoba menarik pelan nafasnya.
"Jangan datang ke acara pernikahan mereka"
ucap hayat pelan
"Kau hanya akan mempermalukan diri mu sendiri disana, tidak ada seorang istri pun yang mau melihat suaminya menikah lagi"
__ADS_1
Ayana menggigit bibir bawah nya, meremas kencang tangan nya.
"Percayalah, biarkan mereka melewati semua nya sendiri malam ini"
Oh hayat sungguh tega lisan mu, demi meluruskan keadaan, membuat sang sahabat dan juga ipar nya itu bahagia, berbohong sedikit tanpa hati dia fikir bukan masalah.
********
Gao menarik kasar nafasnya,saat saksi, penghulu, pengantin wanita telah siap di posisi. mereka masing-masing, bola mata Gao tetap berusaha mencari sosok Ayana,tapi sang istri memilih untuk tidak datang, memilih tinggal di rumah mereka dan melepas kan Gao dengan keadaan.
pandangan mata Gao menatap nanar ke depan, sang asisten pribadi tampak diam, dia paham betul keresahan hati sang tuan.
Gao menarik kembali nafasnya, masih menunggu pesan dari hayat, dia takut Ayana tiba-tiba muncul disaat yang tidak tepat.
seketika sebuah pesan masuk ke handphone nya,Gao tampak melebarkan senyumannya, melirik kembali ke arah ahran lantas melirik ke arah 2 pengawal nya.
seketika Gao membisikkan sesuatu ke Morena lantas berpindah pada sang penghulu.
penghulu mengangguk-anggukkan kepalanya, meraih kertas dan sebuah pena, Meminta Gao menuliskan sesuatu disana.
"Tuan tampan, apa kau yakin dia tidak menggila?"
Morena berbisik pelan ke arah Gao
Gao tampak berfikir
"Aku tidak begitu yakin"
"Bagaimana jika dia kabur?"
"Bagaimana kalau dia tidak mau mengucapkan janji pernikahan?"
"Aku akan mengaturnya"
seketika Morena terkekeh
"Aku fikir anda benar-benar luar biasa"
"As you wish, bukankah kamu berharap dia bisa naik ke atas kasur mu?"
sekali lagi Morena terkekeh
"Baiklah, berbisnis dengan anda memang menyenangkan"
"Akan lebih menyenangkan ketika kalian benar-benar sudah menikah, jangan lupa..."
Gao memutar tangan nya di depan perut nya
"Hamil?"
"Lalu apa lagi?"
"Bagaimana jika dia tidak menyukaiku?"
"Oh ayolah, bukankah kamu pandai merayu?"
__ADS_1
Gao menaikkan alisnya
"Ingat hanya dengan nya, tidak boleh ada laki-laki lain"
Gao menelan kata tidak ada laki-laki lain untuk kedepannya.
Morena tertawa renyah
"Ckckckck apakah aku se liar itu? anda akan terkejut mendapati kenyataan soal aku setelah malam pertama nanti"
"Ya?"
Gao tampak bingung, menatap dalam bola mata Morena.
"Akan aku pastikan dia tidak akan menyesali nya"
"Ohh"
Morena kembali tertawa diikuti oleh Gao
"Kemari"
ucap Gao pada ahran
"Ya tuan?"
bayangkan bagaimana ekspresi nya saat ini
"Duduk disini"
"ya?"
"Pak ajarkan dia bagaimana mengucapkan kata-kata nya"
ahran jelas menaikkan sebelah Alisnya
"Maksud nya bagaimana tuan?"
"Maafkan aku dan.."
"Kau tidak akan menyesali nya"
Gao berbisik sambil menepuk-nepuk pundak ahran
"Tunggu dulu"
ini sangat mencurigakan
tampak 2 body guard mulai masuk dan menghimpit tubuh ahran, Seketika dia menoleh ke arah Morena.
tidak...jangan bilang dia yang menggantikan tuannya.
oh damn it
brengsekkkkkk
__ADS_1
"Saya terima nikahnya kawinnya........."