Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Berdamai dengan ujian "Saling terhubung"


__ADS_3

"Sudah mau tidur?"


tanya Gao lembut setelah sesi ber..cin..ta mereka entah berapa ronde, mencium lembut bibir Ayana kemudian merapikan selimutnya. Dia fikir pasti dingin, meskipun penghangat ruangan sudah di hidupkan.


Ayana cukup merasa lelah, tapi mata Nya seakan belum mau terpejam.


"Kamu?"


Gao menggeleng pelan, memeluk tubuh sang istri penuh Cinta.


"masih sakit?"


Ayana hanya tersenyum


"Sedikit"


Gao semakin merapat kan pelukannya


"Gao"


"Hmm"


"Mari bicara dari hati ke hati"


ucap Ayana kemudian,. mendongak kan kepalanya Mencoba menatap bola mata Gao dalam.


Gao balik menatap dalam bola mata Ayana


"Hmm"


Gao menjawab pelan, mencoba membenahi posisinya agar lebih nyaman.


"ada apa?"


dia bertanya sambil menyentuh lembut wajah ayana


"Apa kamu tahu Gao? hidup itu sebenarnya persis seperti roller coaster!"


Ayana memulai pembicaraan


Gao tampak diam, masih terus mengelus wajah Ayana sambil mendengarkan sang istri bicara.


"kadang di atas, lalu melesat turun ke bawah, kemudian berlahan naik, lantas yang paling mengerikan adalah ketika tiba-tiba membawa kita meluncur dengan sadis melewati jalanan yang persis sirkuit GP hingga acapkali menghempaskan kita tanpa pamrih"


"Membuat adrenalin kita meningkat drastis dan memacu sensasi mendebarkan hingga akhirnya memaksa kita berteriak histeris meminta untuk berhenti, tapi realita nya jalan yang mesti ditempuh ternyata masih begitu lama"


Gao tampak diam, mencerna ucapan Ayana secara berlahan.


"Pernikahan yang akan kita lewati bisa jadi seperti itu, akan ada banyak sekali ujian yang akan kita dapat kan kedepannya"


"Kemudian perasaan kita akan di uji disana siapa yang paling kuat bertahan maka dia tidak akan kalah sebelum berperang, atau bahkan mundur sebelum tetes darah penghabisan"


"Sepanjang perjalanan pernikahan yang tak mengenal batas, selama itu pula akan ada ujian datang. Tak ada rumah tangga yang tanpa ujian, Oleh sebab itu, dalam Islam, ujian rumah tangga adalah keniscayaan dan tantangan yang harus dihadapi semua orang"


"Seperti contoh nya soal kemarin,itu termasuk salah satu ujian, Dan kedepan nya pun akan ada banyak sekali ujian lainnya"


"Dan jika nanti seandainya ujian itu kembali datang, berjanjilah pada ku tentang satu hal"


Ayana bicara sambil menyentuh wajah Gao


"Apa itu?"


"Berdamai lah dengan ujiannya, dan semakin mendekati diri pada Allah, karena dimana ada Allah, disitu hati kita berada"


Gao hanya mengangguk pelan, dia fikir memang benar, bisa jadi Akan ada banyak sekali ujian yang diberikan oleh Allah kepada Meraka tanpa terkecuali.


Karena sejati nya setiap pasangan akan di uji sesuai waktunya, dan baginya 2 ujian yang dilewati sudah cukup membuat nya berfikir yang tidak-tidak, pertama soal sandi dan kedua soal Tristan, kadang dia takut pada ujian lain yang bisa mencelakai Ayana, dia fikir jika yang celaka itu dirinya bukan masalah, tapi kalau Ayana entah bagaimana dia bisa menghadapi semua nya?.


Dan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Ayana dia takut apakah dia bisa berdamai dengan ujian itu.


"Sayang"


Gao bicara sambil sambil terus memeluk tubuh Ayana mendekapnya dengan begitu hangat dan lembut.


"Dingin kah?"


"Ng.."


Ayana menjawab pelan


"Buat satu jawaban dalam tiap pertanyaan"

__ADS_1


ucap Gao tiba-tiba, Ayana kembali menatap dalam bola mata gao, dia tertawa kecil.


"ini mencurigakan??"


ucapnya kemudian


"Oh no sayang, aku tidak memberi hukuman atas jawaban"


"Lalu?"


Ayana menggeser posisinya


"Hanya ingin tahu lebih banyak"


"Baik lah"


"buah?"


"Anggur"


"Warna?"


"Biru"


"musim?"


"Summer"


"Oh tidak, aku membawa mu ke musim yang salah"


Gao tampak menyesal


Ayana terkekeh


"aku juga menyukai nya sayang, hanya saja tidak sebesar musim panas"


Gao mengangguk-anggukkan kepalanya


"Teman?"


"Hayat"


Gao mengerutkan keningnya, seketika dia ingat dengan ahem.


Oh suck.. aku hampir melupakannya


batin gao


Ayana mengangguk cepat


"Itu sahabat ku sejak kecil"


"Hmm itu baik, dia orang yang baik?"


"Sangat, tapi sedikit cerewet"


"tidak seperti istri ku hmm?"


goda Gao sambil menyatukan hidung mereka


"Aku bagaimana?"


"Begitu lembut"


Ayana terkekeh


"hingga membuat ku acapkali lupa"


"Itu rayuan gombal?"


ucap Ayana


"Lebih kurang, tapi kamu benar-benar unik, aku berani bersumpah hanya kamu yang pernah aku temui didunia ini dengan karakter seperti ini, dan Alhamdulillah aku benar-benar bersyukur menjadi pemenang hati ini"


ucap Gao sambil menyentuh lembut dada Ayana


"Aku lah yang beruntung memiliki kamu"


lanjut Gao lagi, Seketika bola mata ayana berkaca-kaca


"Tidak, akulah yang beruntung memilih kamu"

__ADS_1


ucapnya lembut


Gao tersenyum senang, menyatukan kening mereka beberapa waktu.


"baiklah, kita lanjutkan"


Ayana mengangguk


"Negara?"


"Tidak boleh lebih dari satu?"


Gao tampak berfikir


"Hmm Baiklah boleh 2"


Ayana kembali berfikir


"3"


"Itu serakah"


"Bukan begitu, aku suka semua nya"


Gao terkekeh


"Pertama?"


"Arab Saudi"


"selanjutnya"


"Jepang"


"lalu?"


"Thailand"


sejenak Gao diam, dia menatap leher Ayana, kalung itu menempel dengan indah disana.


"Ada apa di Thailand?"


tanya nya lembut


tiba-tiba Ayana ingat sesuatu, memeluk Gao erat lantas mengusap luka dipunggung Gao


"Ada apa dengan luka ini?"


alih-alih menjawab, Ayana balik bertanya


Gao tampak diam, seolah-olah berfikir.


"Tidak ingat begitu banyak, tapi yang aku ingat luka ini aku dapatkan di Thailand, bersama Tristan dan saudara kembar ku gaohill"


"Ya?"


Ayana tampak terkejut.


"Saudara kembar? Tristan?"


"Hubungan buruk antara aku dan Tristan di mulai dari sana"


"Hanya saja tidak banyak yang bisa aku ingat, apa yang sebenarnya terjadi dulu"


sejenak Ayana menggigit bibirnya


"Lalu saudara kembar mu?"


"Aku lupa menceritakan nya, kamu belum berkenalan dengan nya"


ucap Gao pelan sambil mengelus lembut kepala ayana


"besok kita akan berkunjung ke makam nya"


"Ya?"


seketika jantung Ayana bergemuruh


"kemakan?"


Sejenak kepala Ayana kembali terasa sakit, sekelabat ingatan kembali menerjang kepalanya secara tiba-tiba

__ADS_1


__ADS_2