
Jepang
7 bulan kemudian
apartemen utama hillatop
Sejenak ayana memejamkan matanya, mencoba merasakan dingin nya cuaca pagi ini, Gao secara berlahan memeluk tubuhnya dari belakang.
"Salju pertama"
bisik Gao lembut dibalik telinga nya kemudian dengan lembut mencium telinga Ayana.
Proses transplantasi berjalan sempurna, 2 bulan masa transisi kesehatan Ayana, 6 bulan kemudian mereka kembali lagi ke Brazil untuk melakukan proses penyuntikan bayi tabung ke rahim Ayana.
"Tinggal menunggu hasil"
itulah yang di ucapkan profesor John waktu itu.
tidak tahu bagaimana hasilnya, kali ini Gao selalu berpesan pada Ayana, tetap yakin, percaya pada Allah dan Istiqomah.
Kali ini Gao mengajak Ayana berlibur kembali ke Jepang, setelah itu baru pergi umroh sesuai rencana.
"Besok hari terakhir kita di Jepang"
Ayana mengangguk pelan.
"Mau melakukan apa kali ini?"
Ayana tampak berfikir, kemudian menoleh ke arah Gao, wajah mereka saling beradu, Gao dengan cepat melesatkan ciuman hangat di bibirnya.
"Apapun yang membuat kamu senang sayang"
Gao terkekeh
"Yang membuat aku senang yah kamu, kamu, kamu dan kamu"
Gao bicara sambil terus melesatkan ciuman hangat di bibir Ayana berkali-kali.
"Gao..."
"ingat bulan madu pertama kita di Paris? di sana musim salju kala itu, kali ini pun sama"
Gao menatap nakal ke arah Ayana.
"So?"
Ayana menaikkan alisnya
"Soo... anggaplah ini bulan madu ke dua"
__ADS_1
Gao bicara sambil mengangkat tubuh mungil Ayana.
"Gao...ishh"
seketika wajahnya memerah
"Lihat wajah mu memerah persis seperti saat pertama kali kita melakukan nya"
"Berhenti lah menggodaku Gao, kau ini..?"
Gao terkekeh, meletakkan Ayana ke atas kasur mereka.
"Kali ini mari kembali berpetualang sayanggg, dengan bismillah"
ucap Gao kemudian melesat kan ciuman hangat ke arah bibir Ayana, dalam...dan hangat... me..***** nya dengan cara yang luar biasa, naik turun dengan nafas yang menggebu-gebu, kedua tangan Gao menahan tubuhnya, memastika agar tubuh Ayana tidak tertindih olehnya.
Gao terus menye..sap nya dengan gerakan naik turun, membuat ayana mulai terengah-engah, membelit Li..dah secara sempurna dalam tenggang waktu yang cukup lama.
dan anggaplah ini gila, jika biasanya Gao mendominasi, kali ini Ayana mencoba melakukan nya, memuaskan sang suami seperti Gao yang biasa memuaskan dirinya.
Dengan gerakan cepat Ayana membalikkan tubuh Gao, membuat laki-laki itu berada dibawah.
"Jangan katakan kalau kamu...."
Gao kaget, dia ingin bicara tapi sang istri sama sekali tidak memberikan dirinya kesempatan untuk menyelesaikan kata-katanya, Ayana langsung melesakkan ciu..man hangatnya ke bibir Gao, me..***** dan menye..sap nya dengan perasaan menggebu-gebu, menautkan lidah dengan sempurna, kemudian tanpa basa-basi masuk ke ceruk leher Gao.
"Sayang kau membuat ku gila"
"Oh sayang"
de..sahan sang suami semakin membuat Ayana menjadi, bibirnya terus menyapu leher Gao, kemudian dalam hitungan detik membuka semua pakaian yang menghalangi sang suami, lantas bibir itu menyapu ke da..da Gao, menyesap dan bermain disana, tangan kirinya dengan nakal turun ke bawah sana, membuat Gao menjadi meremang dan menegang secara sempurna.
"Oh damn it"
pekik Gao penuh kegilaan
"Kau membuat ku tidak bisa menahannya"
ucap Gao sambil membalikkan kembali tubuh Ayana.
"Sayang.."
Ayana merengek kesal karena Gao kembali ingin lebih mendominasi
"Aku lebih suka kamu terpuaskan"
bisik Gao pelan
Lantas dia melepaskan pakaian Ayana satu per satu hingga menyisakan dala..man berwarna biru menyala. dalam sekali gerakan tangan Gao melepaskan mengait yang Ada dibelakang sana, setelah terlepas bibir Gao dengan lincah bermain di sana hingga menciptakan suara-suara indah di sepanjang dinding kamar mereka, saling bersahutan dengan suara manja sang istri yang penuh dengan gai..rah.
__ADS_1
tangan kirinya dengan lincah melepaskan penutup terakhir dibawah sana, kemudian satu jarinya bermain dibawah sana, membuat Ayana menggila karena sentuhan di ujung sana, lantas secara Berlahan masuk kedalamnya.
"Akhh.."
1 era..Ngan jelas terdengar begitu manja dan e..rotis, menambah ge..lorah dan hasrat yang kian menggebu di bawah sana, Gao jelas sudah merasa sesuatu di sana mulai membasah.
"Kali ini insyaAllh menjadi barokah"
bisik Gao lembut di balik telinga Ayana, menyesap telinga nya dengan lembut dan penuh cinta,kemudian dibawah sana berlahan mencari tempat nya, hanya dalam hitungan detik melesat masuk tanpa aba-aba.
Jelas rasanya kembali seperti semula, begitu sempit dan sempurna,teriakan kecil dari mulut Ayana semakin menambah tingkat adrenalin Gao agar berpacu secara sempurna.
era..Ngan dan desa..Han mereka berdua saling bersahutan tanpa henti, musim salju yang datang tiba-tiba menambah kesempurnaan mereka bertaut bersama, kamar yang semula dingin berubah menjadi hangat luar biasa, peluh terus bercucuran dimana-mana.
Ketika pompahan nya semakin kencang dan cepat, semakin keras pula suara e..tangan sang istri, menambah kegilaan Gao dalam berpetualang mendapatkan ke.. nikmatan tiada Tara.
"Gao..."
Hingga akhirnya sebuah kode menyatakan inilah waktunya melepaskan, Gao dengan cepat meraih tangan indah itu, mengencangkan pegangan dan bersiap melakukan pelepasan bersama.
"Oh.. Subhanallah"
βAllahumma aj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah,β
"Artinya Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)."
Tidak ada hubungan paling nikmat untuk manusia di mata Allah kecuali hubungan HALAL dengan ikatan pernikahan.
"I love you sayang,i love you"
bisik Gao kemudian mencium hangat mata kanan, kiri dan bibir sang istri dengan penuh cinta.
**********
Minggu pagi yang hareudanggg
bonus penuh cinta
dan maafkan lah hamba mu ya Allah
maafkan outhor yah readers setia
pagi-pagi Minggu outhor lagi-lagi menyuguhkan yang hangat-hangat sebagai sarapan pagi.
love you selangit cakrawala
salam sayang
Eva Hye Seung
__ADS_1
πππππππππππππβ€οΈβ€οΈβ€οΈπ€π€π€