
"Dengarkan aku, tetap disini hingga aku kembali"
"Hill.. hill"
Ayana kecil terus menahan suara tangisannya, hanya air matanya yang meleleh tanpa berani mengeluarkan sedikit pun suara.
"Hey... kau baik-baik saja?"
Ayana kecil tampak mengangis sambil memegang lututnya, dia gemetaran tanpa berani menoleh ke kiri dan kekanan
"Diamlah disini, aku akan mencari bantuan"
Hill kecil bicara Cepat sambil terus mengelus kepala Ayana, lantas berusaha untuk keluar
"Jangan keluar dulu, mereka bisa menangkap mu"
bocah lainnya mencoba menahannya, itu Tristan kecil
"Han kau disini bersama dia"
yang dipanggil Han tampak sangat pucat sekali, hanya mengangguk sambil mencoba menatap 2 sahabatnya. luka dipunggung nya sangat parah, belum lagi luka di sisi dada kanan karena benda tajam setelah mencoba melindungi sahabat Tristan, gadis kecil bernama Eliana yang terpencar bersama mereka dalam pelarian.
"kemarilah"
Han bicara sambil mengikat sesuatu ke kaki hill
"ini apa?"
Benang merah, agar kamu tidak tersesat dan kembali pulang dengan selamat.
Hill tampak diam
"Pulanglah dengan selamat"
"Kau yang harus selamat"
Hill tampak marah, dia menangis sambil menggenggam erat tangannya.
"Dengarkan aku"
han berusaha membisikkan sesuatu
"Aku tidak akan melakukan nya"
"Aku sudah tidak tahan lagi"
"Ada apa dengan dirinya?"
Kris bertanya bingung
"jangan tanyakan apapun"
hill langsung menghantam tubuh Kriss ke belakang.
"kau...sudah aku katakan lindungi dirinya"
Kriss kecil mengeratkan rahangnya, mendorong mencekik kasar leher hill.
"Kau yang seharusnya melindungi Eliana,kau yang kehilangan gadis itu lebih dulu, sekarang kau menyalahkan ku atas kembaran mu yang terpisah dari kami"
"Dan Han terluka karena mencoba melindungi teman mu"
"Berhenti"
seorang anak laki-laki mencoba melerai, Ayana semakin meringkuk, seorang gadis lainnya terisak kecil disamping Ayana, sedangkan Han mulai kehilangan nafasnya.
"Kita harus segera keluar , Han dalam keadaan kritis Gao"
"Mereka akan menemukan kita jika kita bertahan disini, bekerjasama lah, kita akan cari Eliana setelah ini, kita harus membawa Han ke rumah sakit Gao"
Hill tampak diam, berusaha meredam emosi nya.
"Kalau begitu buat pengecoh, kris kau pandai membuat strategi"
"Kau yakin ini akan berhasil hill?"
__ADS_1
"Kita tidak punya pilihan bukan shain?"
yang dipanggil shain hanya mengangguk pelan
"Aku akan keluar menjadi umpan, jika sesuatu terjadi pada ku, ingatlah untuk lari sejauh-jauhnya, cari polisi untuk membantu ku dan selamat kan han bagaimana pun caranya"
hill kecil bicara sambil menatap dalam bola mata Ayana kecil
"Kami kembar identik, jika dia terluka aku merasakan nya, jika dia celaka aku juga merasakan nya, jika dia pergi maka aku bisa jadi ikut sekarat bersamanya"
setelah itu hill dan Kriss melesat keluar dari sana
*****
Putaran waktu berjalan cepat, tidak tahu bagaimana semua kekacauan terjadi, Han menuju kata sekarat, menggenggam tangan hill dengan kencang
Ayana kecil terus menangis, memandangi Han yang tubuhnya sangat memucat, Beberapa Waktu bocah bernama han itu mengikat sesuatu di pergelangan kakinya.
"Kenapa kamu mengikat pergelangan kaki ku? bukan kah hill juga memiliki nya?"
Ayana kecil mengerutkan dahinya
"Ini artinya sejauh mana kamu pergi saudara ku pasti akan tetap menemukan mu, mulai hari ini kamu adalah milik nya bukan lagi milik ku"
Han bicara sambil menatap bola mata Ayana, membacakan sesuatu di dalam sana, bagaikan terhipnotis Ayana menurut.
"Han.."
hill langsung berteriak marah
"tutuplah mulut mu hill, dengarkan aku"
"Kau melakukan hipnotis milik paman Ibra"
"Tidur"
Han menyentak kan 2 jemari nya, membuat sang kembaran tertidur pulas, membisikkan sesuatu dibalik telinga nya.
"Ingatlah, kau adalah gaohan bukan gaohill, kau gaohan bukan gaohill"
"Han..."
"Kau mengubah identitas kalian dengan hipnotis"
pekik shain
"Aku tidak punya waktu lagi, bawa mereka pergi shain"
"Tidak, tidak"
shain menangis histeris
Gaohan terbatuk-batuk, darah segar keluar dari mulutnya.
"Bawa mereka pulang shain, bukankah polisi sebentar lagi datang?"
"Kau menukar identitas kalian han"
shain berteriak histeris
"stttt"
seketika Han meletakkan jari telunjuknya di bibirnya
"Daddy pasti mengkhawatirkan dirinya, dia harus hidup dengan baik shain"
"Tutup rahasia ini hingga akhir"
"Kau pasti sudah gila"
Kriss melesat masuk, mencoba menggendong tubuh han
"Kau pasti selamat, kau pasti selamat"
dia menumpahkan semua air matanya, menggendong Han yang tubuhnya sudah penuh dengan luka dan berlumuran darah.
__ADS_1
"Aku akan bawa Han keluar, kau tunggu polisi datang dan bawa hill juga gadis ini keluar dari sini"
"Kriss.."
Tanpa peduli apapun, Tristan menggendong Han dengan tergopoh-gopoh, mencari pertolongan dengan terus menangis disepanjang jalan.
"Bagaimana? bagaimana?"
Tristan berteriak ke arah beberapa dokter, bertanya panik ke arah mereka.
"Maafkan kami"
beberapa orang menggeleng pelan
"Akkhhh...."
Tristan kecil mengamuk, meninju dinding rumah sakit Dengan rasa kesal. Dia marah pada hill karena melepaskan Eliana, dia marah pada dirinya sendiri karena melepaskan Han hingga tewas karena luka.
"Brengsek"
******
"Sayang... sayang..."
Nadya berteriak histeris, menepuk-nepuk wajah Gao
"Gao..Gao..bangun sayang"
"Mom..mom..mom.."
Gao kecil berteriak histeris
"mereka ingin membunuh kami, mereka menyeret semua orang..."
"Semua baik-baik saja, semua baik-baik saja"
"Dimana gaohill dimana gaohill?"
seketika Nadya tercekat, melepaskan pelukannya, menatap Gao dengan pandangan nanar
"hill, kau bicara apa?"
"Dimana hill mom?"
jeritnya kencang
seketika Nadya seperti orang bingung
"Hill kau bicara apa? Shaikha...Ibra......"
pekik nya panik
*****
"Dimana Eliana, dimana dia?"
shain berteriak ke arah seorang gadis yang ada dihadapannya
"Mereka membawanya shain, mereka membawanya"
gadis itu menjerit histeris, sambil memukul shain sekuat-kuatnya.
"mereka membawa dengan mobil"
shain tanpa fikir panjang melesat pergi ke arah Utara, mengejar gadis kembaran eliara.
******
"Kita akan membawa eliara ke Manhattan"
"Bagaimana dengan Eliana?"
"Anggap saja gadis itu tidak pernah ada, hanya ada 1 penerus Gideon, hanya Lana Lan tidak ada gadis lain nya"
"Semakin sedikit pesaing, semakin gampang Laura naik takhta menuju ke menara Gideon"
__ADS_1
"Kak..."
"tutup mulut mu hingga akhir, Helena"