
Setelah perjalanan panjang Indonesia-brazil dengan jarak tempuh hampir 24 jam penuh, mereka tiba di Brazil, Ayana tampak masih tertidur lelap di pesawat jet pribadi mereka.
"Mau dibangunkan tuan?"
seseorang bertanya pelan sambil membungkukkan tubuhnya ke arah Gao
Gao hanya tersenyum kemudian menggeleng pelan
"Tunjukkan kamarnya"
"Iya tuan"
Dengan gerakan lembut Gao mengangkat tubuh Ayana, memangku nya dengan begitu hangat.
"Kau sudah datang?"
Joyce bicara cepat, menghampiri Gao yang tengah memangku sang istri, berjalan mendekati nya.
"Dia cukup lelah"
bisik Joyce pelan mengikuti langkah Gao masuk ke dalam kamar lift.
"Biarkan dia istirahat dulu, kami akan kesana besok pagi"
Joyce mengangguk pelan sambil menunggu pintu lift tertutup
"Kau membuat ku iri"
bisik Joyce Tiba-tiba
"jika ibu ku bukan Aisyah dan ayah mu bukan enar, sudah aku pastikan aku siap menjadi istri mu Gao"
Joyce bicara terkekeh sambil menepuk pelan pundak Gao,kemudian memencet tombol lantai berapa mereka akan naik.
"Sayang nya kita saudara sepupu"
Gao bicara sambil mengulum senyum
"Yeah, dan itu sangat menyedihkan"
"Ckckckckck"
Gao menggeleng pelan
__ADS_1
"Type mu hanya 1juta 1 sebabnya"
Gao kembali tersenyum
"Alhamdulillah, mungkin kamu tidak pernah menyadari nya, ada banyak Gao seperti aku yang bersembunyi dibalik sosok istri mereka yang luar biasa, kamu hanya tidak menyadari nya"
Joyce mengulum senyum nya
"Kau benar, mungkin aku tidak menyadari nay Gao"
"Kami akan mengambil waktu istirahat, aku akan menghubungi mu setelah siap menemui profesor John"
Joyce mengangguk cepat
"Ok"
Seketika pintu lift terbuka, Joyce melirik ke arah Gao.
"Tepat di depan kalian"
Joyce menunjukkan kamar tempat mereka akan menginap.
"VVIP, ekslusif room, ini akan menjadi bulan madu terindah kalian"
"Terima kasih"
"You'r Wellcome sayang"
*********
Tangan Ayana tampak gemetaran, jantung nya berdetak begitu kencang, seketika bola matanya terasa menghangat saat mendengar penjelasan beberapa dokter di depannya.
"Ini penemuan terbaru, transplantasi rahim yang dirancang khusus untuk perempuan yang kehilangan rahimnya karena berbagai alasan khusus hingga terpaksa mengangkat rahim mereka"
"profesor John dan pihak dari rumah sakit kita sudah melakukan uji coba pada 4 perempuan, 2 sudah melahirkan bayi-bayi mungil mereka bulan kemarin"
Salah satu dokter menampakkan gambar 2 bayi imut didalam layar proyektor bersama sang ibu dan ayah nya.
"Ini pasien pertama kita, bayinya berjenis kelamin perempuan, dia terlihat sangat imut"
Gao terus meremas tangan Ayana, menatap Beberapa kali wajah sang istri yang nampak berkaca-kaca.
"Ini pasien ke 2 dan bayinya laki-laki"
__ADS_1
"Sisa perempuan lainnya masih dalam proses kehamilan, ada yang akan lahiran bulan depan jika tidak ada halangan"
"program ini sebenarnya sudah berjalan lama, hanya saja terus mengalami kegagalan, Karena itu saat Gao menemui kita, kami bilang kita tunggu 2 perempuan ini melahirkan bayi-bayi mereka, menyakinkan diri jika berhasil maka kami akan melakukan transplantasi yang sama kepada anda"
"Pada saat melakukan transplantasi semua posisi kandungan akan diperbaiki, termasuk sel telur dan lain sebagainya, problematika saat berhubungan in..tim pun sudah tidak menjadi permasalahan serius lagi, semua akan berjalan normal sebagai mana mestinya"
"Ini memang gampang, yang menjadi permasalahan serius adalah dalam mencari pendonor nya, Karena itu kami meminta Gao menahan diri hingga kami mendapat kan pendonor yang siap memindahkan kandungan nya kepada anda nyonya"
"Tapi setelah perjalanan waktu yang cukup panjang, kami terus gagal mendapatkan pendonor nya, sebab tidak ada 1 perempuan pun yang mau menjual rahim mereka tentunya, kecuali dengan alasan paling logis"
"Karena itu kita tengah melakukan penelitian pada kantung rahim wanita yang sudah meninggal"
"Suami anda benar-benar orang yang sangat sabar dalam menanti hasil"
dokter itu tersenyum menatap Ayana dan Gao secara bergantian.
"Kami berhasil melakukan penelitian nya tapi kami tidak bisa melakukan uji coba kepada anda untuk memulai semua transplantasi dari rahim orang yang sudah meninggal"
"Karena kita belum pernah melakukan semua nya dan tidak berharap anda menjadi pasien uji coba pertama kita"
Ayana tampak mengangguk pelan
"kita baru mendapatkan pendonor nya awal bulan ini, perempuan muda,sehat, janin yang baik dan pernah melahirkan sebelum nya"
Seketika air mata Ayana tumpah, menatap Gao seakan-akan sambil ingin berteriak, melompat kegirangan dan berkata
Sayang sayang apakah aku sedang bermimpi?
Gao tampak tersenyum, bola matanya sama tampak berair dan memerah, terus menggenggam erat tangan Ayana dalam sejuta kebahagiaan.
"Buah kesabaran, ini buah kesabaran sayang"
ucap Gao pelan
Tapi Seketika dia ingat pada Morena, keputusan yang telak karena tidak pernah sabar dalam penantian.
"Lalu Morena?"
seketika Ayana bertanya, menatap dalam bola mata Gao, kemudian dia menangis terisak.
Oh sayang
secepat kilat Gao memeluk tubuh Ayana, ingin rasanya dia tertawa saat itu juga melihat ekspresi sang istri yang tidak terduga.
__ADS_1
Beberapa dokter hanya bisa tersenyum melihat ekspresi Ayana.