
Ayudia tampak panik karena setelah sang putri keluar rumah sejak tadi, hingga hampir tengah malam anak itu tidak juga kembali pulang. Dia berkali-kali mencoba menghubungi Ayana tapi ponsel putri nya sama sekali tidak dapat tersambung, karena bingung dia mencoba menelpon Hanif tapi tidak juga di angkat oleh putra nya itu sejak pagi tadi.
"Abang... Ayana kemana?"
ardhan mengeratkan rahangnya, dia bukan type laki-laki yang gampang panik saat menghadapi banyak permasalahan, tapi untuk urusan anak-anak mereka jelas saja dia seketika menjadi orang yang berbeda.
dalam hitungan detik dia mencoba menghubungi allzigra
"Ayana? bukankah dia tadi dirumah saat kami kembali?"
"Dia menghilang dan belum juga kembali hingga saat ini"
all mengerutkan dahi nya, dia fikir sang calon menantu jelas-jelas mengantar mereka kedepan dengan sejuta senyum bahagia diwajahnya, masih sempat melambaikan tangannya pada sang istri sebelum mereka melesat pergi dari kediaman Abimayu
dan dalam secepat kilat allzigra mencari Gao ke apartemen nya, berharap sang putra tengah bersama gadis itu, tapi rupanya Gao tampak masih sibuk dengan pekerjaan nya, duduk didepan laktopnya sambil menyusun beberapa berkas untuk proyek kerja sama.
"Ada apa dad?"
"Kau tidak bersama Ayana?"
jelas Gao tampak bingung, menatap sang Daddy dengan sejuta tanda tanya
"Tidak, aku hanya sempat menghubungi dia tadi, dia bilang...."
__ADS_1
oh sial
seketika bola mata Gao membulat, dia ingat Ayana berkata agar dia menghubungi dirinya lagi nanti,karena dia mesti menemui seseorang didepan rumahnya, dan sesaat firasat buruk menerjang fikirannya.
dia belum sepenuhnya menutup panggilan, masih terdengar samar-samar obrolan nya dengan seorang laki-laki
"Katakan lah"
"Kamu yakin dengan pilihan mu?"
"Iya, InsyaAllah "
"Benar-benar tidak ada kesempatan untuk ku?"
hingga disana, Gao menutup panggilannya
San...san...san... nama yang di sebutkan oleh Ayana ada san, seorang laki-laki dengan suara yang berat, mirip dengan suara seseorang yang pernah dia dengar sebelumnya.
Laki-laki itu...!!!
dalam secepat kilat Gao melesat bersama sang Daddy menuju ke arah rumah Ayana tanpa berfikir 2-3 kali, dia fikir harus memeriksa CCTV dari arah depan dan mencoba memastikan siapa yang Ayana temui
Hanif membulat kan matanya saat menyadari siapa orang yang ada di hadapannya, tapi karena kekhawatiran soal sang adik Ayana membuat dirinya membuang perasaan tidak sukanya pada Gao
__ADS_1
"Kita harus memeriksa rekaman CCTV nya, ardhan"
allzigra bicara cepat kepada sang calon besan
dan dengan gerakan cepat mereka masuk ke satu ruangan khusus dimana terdapat banyak layar monitor disana, tangan Hanif dengan cekatan memeriksa seluruh rekaman setelah kepulangan keluarga hillatop
Sesaat setelah mereka melihat rekaman CCTV, dipastikan Ayana benar-benar menemui seseorang di ujung sana, terlihat samar-samar karena sedikit beradaptasi di luar pengawasan, tapi tiba-tiba Hanif membulatkan bola matanya, dia bisa memastikan dengan jelas siapa yang menemui Ayana setelah melihat mobil yang terparkir di ujung sana, bahkan sesaat setelah terlihat orang itu mengangkat tubuh sang adik dengan gerakan cepat
"Sandi?"
Hanif tercekat
sejenak rahangnya mengeras, dia kehilangan kata-kata, kejadian 2 malam kemarin tiba-tiba terpatri didalam ingatannya, dia yang menemui sandi, minuman yang diberikan sandi, amarah Dyah, gadis yang tiba-tiba datang menemuinya, perkataan sandi soal Gao, bahkan saat tiba-tiba naf..sunya yang memuncak, serta has..rat serta tingkat sel..sualismee..nya yang tiba-tiba tidak dapat dia kendalikan.
hubungan dia dan Melani, omongan sandi yang acapkali membicarakan ayana dengan cara yang aneh.
seketika Hanif mengusap kasar wajahnya, dia benar-benar menjadi murka
"Dia menjebak ku demi mendapatkan ayana"
bang.sat..!!
umpat Hanif dalam hati
__ADS_1