Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Happy ending forever


__ADS_3


Gao sejak tadi cukup gelisah, hari ini adalah proses kelahiran sang buah hati dengan melakukan operasi sesar, itu artinya 3x Ayana akan menghadapi Operasi besar, resiko besar jelas menghantuinya.


Dia bersumpah tidak akan menuntut apa-apa hingga akhir hayatnya, apapun yang diberikan Allah setelah ini dia sudah sangat bersyukur , dia benar-benar sudah tidak lagi siap dan mau menunggu dalam kekhawatiran panjang diruangan operasi untuk sang istri. Membuat Ayana harus menanggung beban begitu besar dalam hidupnya, berkutat antara hidup dan mati, berhadapan dengan benda-benda mengerikan di tubuhnya.


Cukup...cukup....


astagfirullah hul'adzim


dia jelas sudah tidak kuat lagi harus terlalu sering berdiri di depan pintu ruang operasi, menunggu dengan sejuta kecemasan, acapkali berfikir yang tidak-tidak soal istrinya.


"InsyaAllah semua akan baik-baik saja"


itu yang mommy, Daddy dan mama katakan padanya.


yah dia selalu menyakinkan diri InsyaAllah semua baik-baik saja,padahal jelas ini tidak baik-baik saja.



2 jam dalam penantian, pada akhirnya terdengar suara bayi saling bersahutan didalam sana. Sejenak mommy dan mama Ayudia saling menoleh, seketika pintu ruang operasi terbuka, ranjang emergency stretcher di seret menuju ke kamar VVIP suite room tidak lama 2 perawat membawa 2 bayi keluar dari sana.


"Kita akan memasukkan nya ke tabung lebih dulu"


bisik Joyce cepat


"Kalian bisa melihatnya setelah ini"


Gao mengangguk cepat.


"bisa aku adzankan sebentar?"


Gao bicara cepat


Anjuran untuk mengazani bayi baru lahir salah satunya terdapat pada hadis berikut ini:


رَوَى أَبُو رَافِعٍ : رَأَيْتُ النَّبِيَّ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ


Artinya “Abu Rafi meriwayatkan: Aku melihat Rasulullah SAW mengazani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah,” (HR. Tirmidzi)


********



Karena kelahiran yang diharuskan prematur maka pada akhirnya bayi-bayi mungil itu harus dimasukkan ke dalam tabung inkubator selama beberapa waktu,hingga berat badan bayi menjadi normal dan bisa menyusui secara normal.


perjuangan panjang mereka untuk melihat anak-anak tumbuh kembang dengan baik dan sehat.



"Jangan khawatir, anak-anak InsyaAllah akan tumbuh kembang dengan sehat"


bisik Gao lembut dibalik telinga Ayana.



"Tubuh mereka sudah mulai berisi sempurna Ayana"


ucap Joyce senang,


"Mereka tumbuh dengan baik dan sehat,tidak sabaran ingin tinggal bersama mommy dan daddy nya, pulang ke Indonesia secepat nya"


Gao mengembangkan senyuman nya.


"Yah mereka tidak sabar untuk pulang"


__ADS_1



"Mereka sudah mulai tumbuh sehat"


bisik Gao ke arah Ayana


"He em"


bola mata Ayana jelas berkaca-kaca, menatap dan menyentuh bayi-bayi itu penuh kebahagiaan.


"Kita akan pulang Minggu depan"


"Mommy ikut?"


Ayana bertanya cepat


"InsyaAllah, mommy selalu ingin berada disisi kalian sejak awal kelahiran anak-anak, mommy begitu antusias"


Ayana mengulum senyum nya.


"Sudah memberikan nama untu anak-anak sayang?"


Ayana bertanya cepat


"Ya... Khan untuk raja yang di agung kan dan dihormati dan Tiffani untuk dewi yang selalu diberkahi dan pemaaf seperti kamu sayang"








Ayana terkekeh melihat tingkah 2 anak kembar nya.


"Dia sedang memanjakan adik nya sayang"


bisik Gao cepat


"Aku fikir Tiffany yang begitu manja pada Khan"


"InsyaAllah mereka selalu saling menghargai dan memanjakan antara satu dengan yang lainnya"


ucap Gao pelan


"Khan... lihat ke mami sayang"


panggil Ayana cepat, memegang kameranya menghadap ke arah bocah kembar dihadapan nya itu.


"Sayang coba lihat Khan,padahal Tiffani sudah bersiap sejak tadi.


"Kakak...hadap ke kamera"


ucap Tiffani cepat.


"Tiffani lihat, ada sesuatu di atas sana"


ucap Khan cepat, menunjuk ke arah pohon di samping mami nya yang jarak nya mungkin sekitar beberapa meter.


"Khan look papi, kita akan lihat kesana setelah menyelesaikan sesi berfoto nya sayang"


"Baik papi"

__ADS_1


"oke "


ucap Ayana kemudian


"Mami hitung hingga hitungan ke 3 yah"


Gao mengedipkan matanya


"1"


"2"


"3"


ceklekkk



"Oh Khan sayang, kamu menoleh ke samping lagi"


Ayana tertawa renyah, menatap geli ke arah putra nya itu.


"Bukan masalah, sayang kemari kita akan lihat apa yang membuat Khan kita penasaran sejak tadi"


Gao bicara sambil melebarkan tangannya.


"Wait... biar aku lebih dulu masuk ke dalam pelukan papi"


pekik Tiffani sambil berlarian ke arah Gao


"No... aku juga"


pekik Khan langsung ikut melesat lari menuju ke pelukan Gao


"Upssss... sayang kalian berat sekali"


Gao tersentak kaget,ketika 2 tubuh itu masuk ke dalam pelukannya secara bersamaan, kenudian tertawa terbahak-bahak bersama-sama.


"mereka akan tumbuh lebih besar tidak lama lagi sayang"


ucap Ayana sambil memeluk 3 orang kesayangan nya itu.


oh subhanallah, Alhamdulillah. Bukankah ini luar biasa? impian banyak keluarga? yang memiliki anak-anak dan pasangan yang begitu luar biasa?.


Terima kasih ya Allah atas semuanya, mungkin aku bukanlah umat mu yang sanggup bersabar banyak dalam menghadapi cobaan, tapi aku bersyukur engkau memberikan seorang suami luar biasa yang bisa mengimbangi diri ku untuk mengejar rasa sabar yang tidak aku miliki kemarin, melengkapi banyak kekurangan ini dengan sejuta Kesabaran, ke istiqomah'an dan kecintaan kepada engkau.


Sebab sebaik-baiknya suatu hubungan suami istri adalah keseimbangan dalam melengkapi kekurangan.


"Sayang.."


"Hmmm.."


Gao bertanya pelan


"Terima kasih banyak untuk banyak hal"


Gao melebarkan senyumannya, menyentuh n


lembut wajah sang istri.


"Aku lah yang seharusnya berterima kasih, karena kamu mau menerima Gao yang bukan orang baik, membimbing nya menjadi seorang mualaf, terus bertahan dibalik jutaan cobaan, mengurus ku dengan baik dan bijaksana, melahirkan anak-anak yang luar biasa, tanpa kamu apalah artinya Seorang Gao yang pendosa"


Seketika bola mata indah itu berkaca-kaca, menatap penuh cinta ke arah laki-laki yang sudah lebih dari 15 tahun mendampingi dirinya.


Gao secara berlahan menautkan bi..bir mereka, tenggelam dalam kehangatan yang tidak pernah memudar meskipun usia pernikahan semakin menua.


"I love you sayang, i love you"

__ADS_1


"I love you too"


__ADS_2