
Sandi tampak mengerat kan rahangnya, gigi nya saling beradu sesaat setelah menatap sebuah undangan pernikahan tergeletak di kamar sang adik nya Melani.
Kegilaan lagi-lagi mendera fikiran nya, setelah menghilang untuk waktu yang lama sejak kejadian malam itu, dia berfikir jika laki-laki hillatop itu mungkin sudah mati, tapi rupanya kehidupan bahagia laki-laki itu dengan sang gadis pujaan malah semakin sempurna.
Secepat kilat dia menyambar undangan itu, meremas nya kencang di dalam telapak tangannya, dengan rasa dongkol dia memukul stir mobilnya berkali-kali.
Dosa besar nya karena perbuatan nya, pernikahan Hanif dan sang adik Melani dibatalkan sepihak, malam itu dia membuat rencana tapi Dyah mengacaukan semua nya. Bukan nya menyesal, sandi menjadi semakin gila.
Dia berfikir, jika tidak ada gaohan sudah jelas dia dan Ayana akan menikah, pasti sekarang mereka sudah hidup bahagia saat ini, bersama,berdua tanpa ada gangguan sama sekali.
Saat ini dia butuh strategi baru, Dia harus menyusun rencana ulang untuk mendapatkan kembali Ayana bagaimana pun caranya.
Breng..sek
umpatnya dalam hati
Dia benar-benar tidak bisa melupakan Ayana, bagi nya jelas Ayana adalah separuh dari jiawanya,dia harus kembali mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya.
*******
Sejak kemarin rumah keluarga abimanyu Subhanallah ramainya, seluruh keluarga gaohan dari Prancis, uni emirat Arab dan new England satu persatu berdatangan, ada yang tinggal di rumah utama Abimayu, ada yang di apartemen, ada yang di mansion, keluarga besar mereka berbaur sangat baik dengan keluarga besar Abimayu.
Semua antusias terhadap kehamilan Ayana, belum lagi lusa adalah hari H acara puncak pernikahan mereka, semua anggota keluarga sibuk dengan persiapan gaun dan jas masing-masing.
"Kenapa rasanya mulai sesak?"
Hessa bertanya agak kesal
"Aku fikir tubuh ku tidak menggendut"
shaikha malah terkekeh
__ADS_1
"Mungkin karena bibi habis makan"
"Cukup terdengar tidak masuk akal"
"Sayang, apa masih mual?"
mommy Nadya terus bertanya, memberikan buah-buahan segar kepada Ayana, sang menantu diperlakukan bak putri sejak kemarin.
"Lumanyan mom"
"Persis seperti aku hamil dia dulu"
sahut Ayudia
"Mabuk parah"
kekeh nya
Nadya mengangguk pelan
"Dimana Hanif?"
"Kemungkinan akan muncul di malam hari"
seketika Ayana menaikkan alisnya
"Apa mama tidak merasa aneh dengan danisa?"
ayudia sejenak diam
"Dia terus kabur ketika melihat Abang Hanif, seperti melihat hantu"
__ADS_1
ucap Ayana khawatir
"Apa terjadi sesuatu mama?"
ayudia tampak menggeleng
"Hanif bilang dia belum pernah melihat daniya selama gadis itu bekerja di apartemen nya"
Ayana menghembuskan nafasnya pelan, dia hanya merasa sedikit curiga, tiba-tiba Abang Hanif memutuskan pertunangan dengan kak Melani, dia fikir mungkin karena perasaan kesalnya pada sandi, tapi jelas itu sedikit tidak masuk akal. Bahkan yang lebih tidak masuk akal, Abang Hanif pernah bertanya pada nya, apa dia tahu ada seorang gadis di apartemen nya, dengan beberapa ciri-ciri yang disebut kan.
jelas saja Ayana bilang kalau danisa yang bekerja disana, seorang gadis jelasnya dan persis seperti ciri-ciri yang Abang nya sebutkan. Abang nya bahkan bertanya danisa tinggal dimana, kuliah dimana, orang tua nya dimana, dan demi Allah Ayana tidak mengerti ada apa yang sebenarnya.
"Abang ini gimana? kan dia sudah 2 bulan kerja di apartemen Abang, nggak pernah ketemu apa selama ini?"
sang Abang hanya menggeleng
"Kenapa memang nya bang?"
terlihat Abang nya menarik kasar nafasnya, menggeleng pelan dengan sejuta beban di wajahnya.
"Dengar ini agak ribet urusan nya, kalau dia ada di rumah keluarga abimanyu saat jelang resepsi pernikahan kalian nanti, telpon Abang, ada yang harus Abang bicarakan sama dia"
Ayana cuma bisa mengangguk pelan
Tapi realita tidak berjalan sesuai keinginan, danisa jelas bagaikan melihat hantu atau bahkan monster saat melihat Abang Hanif nya, berusaha untuk menghindar Bahkan ketakutan setengah mati saat melihat sang Abang.
"Sebenarnya ada apa ini Abang?"
"Belum waktunya Abang bicara, berikan Abang waktu Aya, mungkin ini akan menjadi sangat buruk, Abang butuh bantuan kamu, mungkin sangat banyak"
Jelas saja Ayana hanya bisa mengerutkan dahinya masih dalam keadaan tidak paham dengan keadaan 2 sosok orang itu, mengangguk pelan dan berkata jika dia siap membantu apapun yang terjadi. Tapi insting nya berkata, sesuatu yang buruk telah terjadi di antara mereka kemarin sebelum akad nikah dia dsn Gao, Abang nya pasti telah melakukan hal yang membuat danisa takut setengah mati.
__ADS_1