
Gao mencium lembut pipi mommy nya dan mama Ayana sesaat setelah mereka tiba di dapur.
'"Morning mom, morning mama"
"Oh Ya Allah subhanallah"
pekik mama Ayudia, agak kaget karena tiba-tiba sang menantu mencium hangat pipinya.
Mommy Nadya terkekeh
"Gao memang seperti itu, dia sangat gampang akrab dengan siapapun, apalagi dengan mama mertua yah"
mama ayudia tertawa kecil
"Begini rasanya punya menantu ternyata"
Kata nya sambil menepuk-nepuk punggung Gao pelan, Gao tersenyum sambil memberikan Potongan sandwich pada Ayana.
"Kau tahu sayang, aku fikir kita akan ke Prancis lusa"
ucapnya cepat sambil menuangkan susu kedalam gelas milik Ayana.
"Prancis?"
Ayana menaikkan alisnya
"Loh kok mendadak? kan masih harus mengurus resepsi nya?"
tanya mama ayudia
"Zoe akan mengurus semua persiapan nya, ada proyek kerja sama Yang akan ditandatangani dengan Xavier company, karena mungkin akan disana dalam beberapa hari, aku fikir sebaiknya sekalian dijadikan bulan madu saja ma"
"Mungkin ini moment yang cukup tepat, karena harus menunggu urusan dengan tuan Aziz selesai, baru bisa melakukan bulan madu yang sesungguhnya"
Ucap Gao pelan, menatap Ayana yang tengah meminum susunya. sejenak tangannya membersihkan susu yang ada dibibir Ayana.
Mama Ayudia tampak tersenyum melihat gerakan Gao.
"Aku fikir kita bisa ke Thailand kalau kamu suka sayang, aku fikir kamu pasti sangat menyukai Thailand karena ku lihat ada banyak sekali pernak-pernik dari negeri gajah dikamar mu sayang"
"Ya?
"Kamu suka Thailand?"
"Dia punya kenangan disana dengan cinta pertama nya"
goda mama Ayudia
sejenak Gao menoleh, gurat cemburu terlihat jelas dari balik wajahnya
"Masa kecilnya sayang, dia bertemu seorang laki-laki saat di usia nya 7 tahun kalau tidak salah yah, hmmm...."
mama Ayudia tampak berfikir
"Apa itu bisa di sebut cinta pertama?"
mama Nadya tetawa kecil
"mommy pun punya cinta pertama saat kecil, tetangga mommy sendiri"
seketika senyum Gao melebar, kecurigaan yang datang tiba-tiba menghilang.
ah masa kecil
Saat bicara soal Thailand, tiba-tiba Ayana ingat sesuatu.
"Luka dipunggung mu, apakah karena kecelakaan kemarin?"
__ADS_1
Tanya Ayana sambil menatap bola mata Gao dalam, dia melihat luka memanjang di sepanjang punggung Gao, Seketika ingatan Ayana soal bocah itu muncul.
"Itu kecelakaan di Thailand"
jawab mama Nadya cepat
"Thailand?"
sejenak ayana melebarkan senyumannya
"Tapi dia melupakan nya, kamu tahu sayang? Gao sempat mengalami kecelakaan di masa SMP nya hingga meningkatkan trauma yang mendalam"
"Amnesia, hingga beberapa memory di masa lalu menghilang begitu saja"
ucap mama Nadya pelan dengan mata berkaca-kaca
seketika Ayana membeku, dia fikir
Mungkinkah mereka orang yang sama?
"Kenapa malah bengong, ayo habiskan rotinya sayang, kita akan bertemu Mr. Aziz"
suara Gao seakan memecah pemikiran nya
"Ah iya"
*******
"ada apa? kamu tiba-tiba diam setelah kita membicarakan soal cinta pertama mu"
ucap Gao memecah lamunan Ayana sesaat setelah mereka berada didalam mobil
seketika Ayana tersentak saat bibir Gao tahu-tahu sudah berada di ceruk lehernya, entah kapan laki-laki itu mengacak-acak hijab nya
"Ya?"
"Gao"
"Mantan kekasih masa kecil mu Seketika membuat ku cemburu"
ucap Gao cepat sambil membuat tanda warna disana
"Gao ini di mobil"
pekik Ayana pelan
Gao melepaskan dirinya dari sana, dia terkekeh kemudian merapikan hijab Ayana dengan lembut.
"Kamu tahu sayang"
Gao bicara masih sambil membenahi hijab Ayana
"Saat pertama kali bertemu, aku merasa begitu familiar melihat bola mata indah mu"
ucap nya pelan
"Seakan-akan kita pernah bertemu di suatu tempat sebelum"
Ayana tampak diam, kemudian mengembangkan senyuman nya
"Benarkah?"
Gao mengangguk pelan
"Apa kamu benar-benar jatuh cinta pada cinta pertama mu?"
segurat cemburu tampak terlihat di balik bola matanya, Ayana tampak geli melihatnya.
__ADS_1
"Kamu terlihat cemburu"
goda Ayana
"Tentu saja,itu artinya ada seseorang yang telah berani mendahului ku mengisi hati mu"
Ayana tersenyum geli
"Apa kamu tidak jatuh cinta pada ku?"
Damn it
pertanyaan paling bodoh yang pernah Gao lontarkan pada makhluk yang berjuluk perempuan, terdengar klise dan konyol sekali.
"Kamu tahu Gao?"
Ayara bicara sambil tangan nya menyentuh lembut wajah Gao.
"Ada perbedaan mendasar antara jatuh cinta dan mencintai seseorang. Jatuh cinta sifatnya hanya sesaat. Itulah saat di mana kita berdebar-debar menanti telepon seseorang, menunggu kehadirannya, membuat kita jadi lupa makan atau enggan tidur karena tidak ingin kehilangan waktu bersamanya. Inilah perasaan awal yang kita alami terhadap seseorang. Sedangkan mencintai adalah tahap lebih lanjut, setelah kita betul-betul mengenalnya, dan menerima segala kelebihan dan kekurangannya"
"Aku bukan type orang yang gampang jatuh cinta pada seseorang, bahkan ketika seseorang menyatakan perasaan nya pada ku, tidak ada perasaan khusus yang membuat ku berdebar-debar hingga mama acapkali berkata mungkin aku termasuk type aromatis"
"orang-orang aromantis tidak bisa memiliki atau mengalami dorongan untuk menjalin asmara dengan orang lain. Bukannya mereka tidak memiliki koneksi emosional dengan orang lain, tapi memang tidak punya insting untuk lebih terkoneksi"
"Aku juga acapkali khawatir soal itu, bahkan menerima lamaran mu kemarin pun tidak ada sesuatu yang terasa istimewa"
ucap Ayana pelan, Gao terus memandangi bola mata Ayana
"Tapi... sesuatu yang membuat ku tersentuh dan berlahan membuka perasaan , ketika kamu tanpa fikir panjang menyelamatkan ku, tiba-tiba dari dalam relung hati ku merasa begitu tersentuh"
"Banyak di antara kita yang awalnya menikah tanpa perasaan cinta pada pasangan. Kita menikahinya karena merasa ia adalah laki-laki atau perempuan yang baik, memiliki visi yang sama mengenai masa depan, dan mempunyai sifat-sifat atau karakter yang dapat melengkapi diri kita. Meskipun kita tidak pernah jatuh cinta padanya. Kita tidak merasa berdebar-debar menunggu kehadirannya. Kita hanya menyayanginya, karena telah menemani hidup kita sehari-hari"
"Aku yakin kamu juga begitu saat ini, bohong kan hubungan yang baru terjalin beberapa waktu akan membuat mu tergila-gila pada ku"
"Apalagi Kamu seorang CASANOVA Gao"
seketika Gao menelan salivanya
"Kita tidak hidup di dunia dongeng atau drama Gao, begitu menikah tiba-tiba langsung membuncah perasaan menjadi cinta yang menggebu-gebu, kamu yang terbiasa tidur bersama makhluk yang bernama perempuan, bermain lihai di luaran sana dan aku yang sangat kaku soal hati"
Ayana terus menatap dalam bola mata Gao, mengelus lembut wajah laki-laki itu dengan jemari indah nya.
Seketika perasaan Gao menjadi meremang
"Namun setelah menikah, dan semakin lama kita saling mengenal, semakin diantara kita dapat melihat sisi-sisi baik pasangan kita yang lainnya. Misalkan salah satu di ternyata seseorang yang selalu ingin menyenangkan hati kita. Ketika kita bangun pagi di hari Minggu, saling tersenyum pada pasangan kita dan menanyakan apa yang kamu inginkan untuk sarapan. salah satu di antara kita tak keberatan membatalkan janji untuk hangout dengan teman-temannya, karena kamu atau aku sedang membutuhkannya. mungkin kita akan selalu saling memuji antara satu dengan lainnya,bisa jadi kamu memuji masakan ku meskipun kamu tahu masakan ku tidak seenak buatan mommy"
"Kita selalu menghargai semua jerih payah antara satu dengan yang lainnya saat berkongsi menata rumah, meskipun hal itu kadang tak sesuai dengan selera kita. Kamu juga selalu mengatakan bahwa aku tetap seksi, sekalipun kamu mengeluh mungkin bokong ku tak lagi sekencang sebelum melahirkan buah hati kamu nanti"
sejenak Ayana tertawa diikuti kekehan gao
"Karena sikap-sikapnya itu, perlahan-lahan mulai tumbuh perasaan yang lebih dalam terhadap pasangan. Ketika salah satu dari kita sedang terlelap di samping kita, kita akan menyadari betapa cinta kita pada pasangan kita dan perasaan itu tak berubah setelah bertahun-tahun. Ketika salah satu dari kita sedang terbaring sakit di rumah sakit, kita menyadari bahwa kita tak siap jika harus menjalani hidup kita sendirian tanpa kehadirannya. Tanpa kita sadari, kita akan sering merindukannya ketika salah satu sedang bertugas ke luar kota atau luar negeri. kiya merasa berdebar-debar ketika ingin memberinya kejutan di hari ulang tahunnya"
"Itulah saat ketika kita sedang jatuh cinta pada pasangan kita"
"Dan bila saat itu telah tiba mari kita bicara dari hati ke hati, meluapkan semua perasaan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa"
Ayana tersenyum lebar menampakkan susunan gigi putihnya serta lesung pipinya yang begitu cantik, Seketika perasaan Gao bertalu-talu, entah kenapa setiap kali bicara dengan Ayana perasaan nya menjadi berubah tidak menentu seakan-akan menekan semua emosi dan nafsu nya yang menggebu soal orang lain.
realita nya, dia tidak tertarik pada perempuan setelah melakukan lamaran pada Ayana, biasanya dia akan mencari seseorang untuk melampiaskan semua has..rat nya, tapi kali ini dia hanya menginginkan perempuan ini, hanya dia, dia, yah hanya dia yang mampu membuat jantung nya berdetak tidak beraturan, bahkan membuat tingkat sek..sua..Litas nya meningkat.
kemudian tiba-tiba dengan lembut laki-laki itu menautkan bi..bir mereka dengan lembut, hangat dan dalam
Ahhh kau tahu sayang? kau membuat ku tergila-gila pada mu
batinnya pelan
dan rupanya kekhawatiran terbesar nya adalah bagaimana jika perempuan ini tidak memiliki perasaan yang sama dengan nya.
__ADS_1