
Hayat menggeliat pelan, dia memutar Beberapa kali tubuhnya, rasanya aneh sesuatu di bawah sana terasa nyeri dan sakit tapi dia mencoba mengabaikannya, lantas berusaha membiasa kan matanya pada sinar matahari yang mulai menyinari ruangan, tangan kanannya mencoba menutupi mata indahnya yang terkena silaunya matahari pagi.
Sejenak dia mencoba memejamkan matanya kembali karena rasa kantuk dan entahlah kepalanya yang masih terasa sakit serta pening.
Yah semalam Seperti nya dia salah minum saat masuk ke diskotik bersama illi sahabat nya, hingga membuat kepalanya menjadi sangat pusing bahkan hingga saat ini.
Lantas dia mencoba memeluk sesuatu.
"Nggg..."
Bantal guling milik nya
wait wait guling milik ku?? bukankah aku di Jakarta??
tanya hayat dalam hati
kemudian dia mencoba memeluknya erat
lembut? seperti kulit manusia?
hayat masih mencoba meraba-raba
seperti tubuh manusia, yang seakan-akan menempel di tubuhnya, lalu terasa ada pergerakan lembut di samping nya, entahlah bergerak cepat seakan-akan memutar keadaan menjadi di atasnya.
seketika hayat membuka bola matanya, dia fikir ini bukan mimpi, seseorang berada di sampingnya kini berpindah ke atas tubuhnya.
"Ommo...."
seorang laki-laki dan dia adalah....
jelas saja dia kaget
"Akkkhhhhhh"
bayangkan teriakan melengking nya memenuhi ruangan kamar yang mendominasi berwarna hitam dan merah darah itu.
Hayat dengan cepat membuka selimut ditubuhnya, sesuai perkiraan jelas dia tidak menggunakan apapun, dan sebercak noda darah tampak mengering di atas Sprai putih di bawah sana
__ADS_1
"Akkhhh"
dia kembali berteriak histeris
tapi dalam sepersekian detik laki-laki dihadapan nya itu menautkan bibirnya
"Bisa tidak jangan berisik, semalam kamu yang begitu agresif"
******
Sejenak Ayana tersentak dari tidurnya sesaat dia merasakan sesuatu yang lembut menempel di bibir nya.
"Good morning baby"
Gao tampak tersenyum ke arahnya.
Dapat ayana tebak laki-laki itu habis mandi, rambut nya tampak masih sangat basah dan dia hanya menggunakan handuknya.
"Kita akan menemui Mr. Aziz"
bisiknya pelan
kemudian Gao berlahan membalikkan tubuhnya, sejenak Ayana mengerutkan dahinya, menatap punggung laki-laki itu tanpa berkedip sama sekali.
Gao secepat kilat menggunakan pakaiannya, sambil terus berjalan mendekati walk in closed untuk mencari sesuatu.
"Di punggung.."
belum sempat Ayana bertanya, gao lebih dulu bicara.
"Mama Ayudia dan mommy menunggu kita didepan"
Ayana tampak mengembang kan senyumnya
"Mama kemari?"
"Hmm"
__ADS_1
Gao bicara cepat kemudian menggunakan celananya.
Hmm dia memang tampan
batin Ayana pelan sambil mengulum senyum.
kemudian dia beringsut kekamar mandi.
Ingatan nya soal semalam membuat wajahnya sedikit memerah, dia fikir apakah itu yang nama nya Ber ..cinta? rasanya begitu aneh dan memberikan perasaan yang menggebu, namun pada akhirnya menyakitkan di akhir. Dia fikir Gao bahkan rela berhenti hanya demi tidak membuahkan nya terluka dan menangis.
sejenak Ayana mencoba mengusap lembut tengkuk nya, wajahnya terasa memerah, dia menjadi sangat malu, malu dan malu.
beberapa kali dia menepuk-nepuk lembut wajah nya
ohhh ayana.... come bukankah dia suami mu.??
seketika otaknya menjadi buntu,dia memejamkan pelan matanya, dan membiarkan air shower terus membasahi tubuhnya. tapi tiba-tiba sebuah tangan terulur meraih perutnya, jelas Ayana kaget, langsung membuka cepat matanya.
"Gao.."
"Mau coba sekali lagi?"
"Tapi mama..."
Ayana bicara pelan dengan perasaan bingung
"Mereka bisa menunggu"
bisik Gao nakal, kemudian dengan lembut mendorong tubuh Ayana hingga menempel ke dinding belakang, lantas menyambar bibir Ayana dalam hitungan detik.
*******
Dan gao memang tidak mau menyerah yaaa
coba terusss, gass poolll π€£π€£π€£π€£πππ
Catatan \=
__ADS_1
Season Hayat kasih bocoran dikit saja yaaaa, dijamin kocak dan parah ππππππ