
Ritz hotel
suite imperial
Paris
Setelah melakukan perjalanan panjang 16 jam lebih yang cukup melelehkan, meskipun menggunakan jet pribadi yang nyaman, tapi Gao sadar Seperti nya Ayana butuh waktu istirahat extra. Bahkan saat mereka tiba, sang istri masih tertidur pulas di pangkuannya.
"Sudah mereka siapkan kamarnya?'
Gao bertanya pada Zoe
laki-laki itu mengangguk pelan
Secara berlahan mengangkat tubuh Ayana yang masih tertidur lelap untuk masuk ke dalam pelukannya.
Gao berjalan pelan masuk ke Ritz hotel menuju kamar VVIP suite imperial, sepanjang jalan semua pelayan dan pegawai membungkukkan tubuh mereka, beberapa melirik bahkan berbisik bingung.
Mereka tahu, gaohan bukan laki-laki yang peduli pada perempuan, tidak pernah membawa seorang perempuan dengan cara begitu lembut dan penuh cinta. Tidak pernah mau melibatkan diri pada makhluk yang nama nya perempuan kecuali untuk urusan one night stand, serta begitu menuntut tanpa peduli perasaan orang lain tiap kali berhubungan dengan mereka Dan sekarang jelas Seakan-akan apa yang mereka lihat adalah sesuatu yang salah dan tidak mungkin terjadi.
"Tuan"
seorang pria berusia 50 tahunan mendekat dsn menundukkan tubuhnya
"Apakah ada yang bisa saya bantu?"
"Carikan makanan halal untuk istri saya, saat bangun dia pasti lapar"
Dan sebaris ucapan indah dari bibir Gao jelas memecah keadaan, semua terperangah, maka berita besar pasti pecah mulai Beberapa jam kedepan.
Istri? kapan pewaris sah hillatop company itu menikah? dengan seorang gadis yang belum terlihat jelas wajahnya karena merengkuh di dalam dada gaohan, dan kepalanya ditutupi oleh kain yang bernama selendang untuk sebutan orang Prancis.
"Baik tuan"
pria itu itu bicara sambil menganggukkan kepalanya, menunduk menunggu Gao melewati dirinya dan semua barisan pelayan menuku ke dalam kamar lift.
Dan ketika beberapa pelayan masuk membawakan makanan yang Gao pesankan, perempuan itu masih terlelap, Namun tiba-tiba tersentak saat suara dentingan piring saling beradu.
"Sudah bangun hm?"
Gao bertanya sambil mengelus lembut wajah Ayana kemudian menge..cup lembut bibirnya.
Ayana tersenyum, masih dengan perasaan enggan berusaha bangun dari tidurnya.
Jelas semua orang berusaha melirik untuk ingin tahu bagaimana rupa perempuan itu, dan dalam sepersekian detik mereka terpesona, apalagi ketika Ayana menyunggingkan senyumnya, menatap ke arah mereka kemudian merapatkan kedua telapak tangan nya sambil menundukkan sedikit kepalanya, Mereka membalas dengan perasaan malu karena kepergok menatap Ayana.
"Kapan kita tiba?"
Ayana bertanya agak bingung karena tahu-tahu terbangun di tempat asing yang...
__ADS_1
Terlalu indah
batin nya.
"Aku akan mandi"
dia berniat beranjak tapi Gao menarik nya dengan cepat hingga Ayana jatuh ke dalam pelukannya.
"Gao.."
pekiknya pelan, jelas dia merasa malu dengan orang-orang disekitar mereka yang masih sibuk menata meja dan makanan.
"Ada banyak orang disini"
pekik ayana pelan
Gao merasa suka melihat ekspresi wajah Ayana yang tiba-tiba memerah karena malu. dengan lembut melepas Ayana.
"Aku akan menyusul"
goda nya sambil tertawa
Ayana melotot
"isshhh"
dalam gerakan cepat langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Dan benar saja di keesokan pagi semua berita pecah
pernikahan putra hillatop company dengan gadis cantik muslim Indonesia
Karena Ayana tidak begitu paham bahasa Prancis, jadi Ayana tidak tahu sama sekali soal gosip itu.Saat terbangun di waktu subuh Gao sudah menghilang entah kemana.
Pada akhirnya dia melesat kekamar mandi untuk membersihkan diri, lantas mencoba turun ke lantai bawah menuju ke arah resepsionis, mau bertanya arah kiblat nya ke arah mana, lantas untuk mendapatkan sarapan halal dimana.
Dan yang membuat nya agak risih waktu di lift tanpa sengaja dia hampir menabrak seorang laki-laki yang usia nya mungkin tidak jauh berbeda dengan Gao, tatapan matanya begitu tajam dengan wajah sedingin es mendominasi, jas yang dipakai nya tampak mewah dan berkelas, dia fikir laki-laki ini setara dengan Gao untuk urusan pakaian, seperti nya sama-sama orang yang cukup berpengaruh. Tapi laki-laki itu sedikit mengerikan untuknya, menatap nya lama dengan pandangan sedikit meresahkan dan terus memperhatikan dirinya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
Seakan-akan Seperti seekor hewan yang siap menerkam mangsanya, sejenak Ayana merinding dan benar-benar takut melihat pandangan mata itu.
Akhirnya Tanpa mempedulikan laki-laki itu, Ayana mencoba melesat ke luar dari kamar lift, tapi tampak semua pelayan menundukkan kepala mereka ke arah Ayana, hingga membuat Ayana beberapa menangkupkan telapak tangan nya dan membalas menundukkan sedikit kepala nya ke arah semua orang.
Pada akhirnya dia mencoba bertanya dengan resepsionis yang bertugas soal arah kiblat dan makanan halal disana.
"Siapa gadis itu?"
laki-laki berwajah garang serta dingin itu terus menatap Ayana, berjalan keluar dari pintu lift secara berlahan, bicara dengan seorang laki-laki yang ada disampingnya.
"Mungkin tamu disini, tuan Tristan"
laki-laki itu menjawab pelan
__ADS_1
yang dipanggil Tristan menaikkan sudut bibirnya
'Berikan informasi gadis itu pada ku dalam 1*24 jam"
"Baik tuan"
"Bawa dia ke tempat tidur ku bagaimana pun caranya"
"Baik tuan"
Jelas saja sang singa terbangun Begitu melihat mangsa barunya yang begitu indah, wajah yang cantik dan unik terpahat begitu sempurna, hidung mancung serta bibir yang berwarna pink merekah, lesung pipi indah ketika gadis itu tersenyum tiba-tiba saat hampir menabrak nya, bola mata tajam dengan bulu mata lentik yang menghias bola mata indah nya bahkan aroma tubuhnya begitu menggoda dan dia penasaran bagaimana bentuk tubuh didalam balutan rapi milik gadis itu.
Tristan!! siapa yang tidak kenal laki-laki itu seantero benua Eropa? laki-laki dingin yang begitu menyukai perempuan. Sangat arogan dan Begitu bringasan, Tanpa pernah ada yang berani melawan keinginannya ketika dia menginginkan seorang perempuan naik ke atas ranjangnya.
Tapi seandainya dia tahu siapa pemilik gadis dihadapannya itu, seantero benua Eropa akan pecah begitu saja hanya dalam 1 malam.
2 laki-laki mengerikan itu bahkan bisa memerintah kerajaan mereka bersama sesuai keinginan.
Ayana tampak tersenyum saat mendengar kan penjelasan sang resepsionis, karena agak sulit bicara dengan bahasa Prancis mau tidak mau dia menggunakan bahasa Inggris.
"Tuan Gao sudah memberi perintah untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Miss"
gadis itu bicara lembut, terus memperhatikan wajah Ayana yang tampak begitu indah di pandang.
"Ah.. baiklah"
"Arah nya ke sana miss"
ucapnya sambil menunjuk ke arah yang benar
"Ah baiklah"
sepersekian detik Ayana menjawab, tiba-tiba pinggangnya tahu-tahu dipeluk oleh seseorang, jelas Ayana tersentak dan menoleh langsung.
"Gao.."
"Ada apa?"
Gao bertanya sambil mencium lembut pundak kepalanya.
"Ah aku bertanya soal arah kiblat dan sarapan halal nya"
Gao tersenyum
"Semua sudah di persiapkan, ayo kembali ke atas"
setelah berkata begitu Gao dengan cepat menggendong tubuh Ayana, jelas saja dia terpekik.
"Gao... ini memalukan"
Gao malah terkekeh, terus membawa ayana menuju ke atas.
__ADS_1