Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Hanya Laki-laki biasa "Gao seorang Mualaf dengan sejuta dosa"


__ADS_3

flashback


Tidak tahu berapa lama semua orang menunggu, hingga ketika tiba-tiba paman Ijal tau-tau meminta nya untuk masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi wajah yang begitu sulit untuk dijelaskan.


"Kita perlu bicara"


Bola mata Gao jelas membulat, ekspresi nya juga sama dengan paman Ijal, jelas benar-benar tidak bisa dijelaskan, Gao seolah tahu apa yang akan dibicarakan selanjutnya.


"Anaknya laki-laki"


ucap paman Ijal pelan


bola mata Gao berkaca-kaca, namun sepersekian detik paman Ijal kembali berkata.


"Anggap lah kita tengah memilih salah satu dari 2 kemungkinan, paman tahu ini sulit, jika paman bertanya mana yang akan kamu pilih, ibunya atau putra nya?"


Gao menelan salivanya, menatap paman Ijal dengan dada yang begitu sesak, sudah dia duga, ini yang akan terjadi sejak tadi.


"Kalau kamu memilih ibunya, kau harus menerima konsekuensi nya Gao, kalian dalam seumur hidup tidak akan pernah memiliki seorang anak lagi, kalau kamu memilih putra mu, kamu dalam seumur hidup mu tidak akan pernah melihat Ayana lagi"


"Kondisi ke dua-duanya dalam keadaan kritis, Ayana mengalami tingkat pendarahan hebat, kantong rahimnya terluka, sobek dan ..."


Paman Ijal tidak bisa melanjutkan kata-katanya


"Prosedurnya kita akan melakukan Operasi yang akan menyelamatkan salah satunya, jika beruntung salah satunya akan selamat,jika tidak...."


"Kantong rahimnya harus di angkat"


"Kau tahu resikonya jika kantung rahim seorang wanita telah di angkat Gao? dia sudah tidak menjadi sempurna lagi sebagai seorang wanita"


Air mata paman Ijal mulai tumpah, membuang pandangannya dari Gao.


Kebahagiaan mereka benar-benar menghilang dengan cara yang luar biasa.


"Maafkan kami"


ucap paman Ijal pelan


"pilihan nya ada ditangan mu"


Gao menatap wajah Ayana, yang seluruh tubuhnya telah terpasang selang-selang dengan sempurna, nuansa hijau mendominasi didalam ruangan operasi, beberapa dokter masih bersiap menunggu keputusan, diam tanpa suara dengan kedua tangan masing-masing bersiap sejak tadi , monitor pengatur detak jantung masih menyala disana dengan gerakan teratur.


"Selamat ibunya,aku lebih membutuhkan Ayana dari pada semua hal yang ada di dunia ini"


Seketika air mata Gao Tumpah, mencoba mencari pegangan apapun yang ada dihadapannya, dia benar-benar ingin tumbang saat ini juga.


Dia baru sadar, kegelisahan nya dalam beberapa hari ini karena soalan ini, dia bahkan tidak bisa makan dengan baik, tidak bisa tidur dengan nyenyak,kerinduan yang membuncah pada sang istri, jantung yang terus berdebar kencang tiada henti, kekhawatiran yang terus merayap tiba-tiba dan entah apa lagi.dalam beberapa hari ini ternyata dikarenakan pada akhirnya mereka akan menghadapi ujian sebesar ini.


Dia mencoba menyakinkan hati sejak kemarin, insyaAllah semua akan baik-baik saja, meminta Allah menghilangkan segala kegelisahan nya beberapa waktu ini, dia berusaha mempercayai diri jika mereka tidak mungkin di beri ujian sedemikian rupa

__ADS_1


Tapi apa yang terjadi hari ini? semua berada di luar ekspektasi nya, dia bahkan harus menghadapi keadaan menegangkan ketika Ayana menghilang, dan kini dia harus memilih satu dari 2 pilihan rumit, dimana dua pilihan itu adalah kehidupan nya juga mimpi terindah nya.


Dia fikir dimana Gao yang hebat dulu, dimana Gao sang Casanova, dimana Gao yang angkuh dan sombong dulu? jelas saja dia tidak bisa memilih salah satu di antara ke dua nya, mereka nyawa Gao, kehidupan Gao, kedua-duanya jelas adalah mimpi Gao.


Apa Allah harus mengujinya dengan begitu berat?


"Semua pilihan tidak ada yang benar-benar baik Gao, jika kau pilih ibunya kau jelas tahu konsekuensi terburuk dalam seumur hidup kalian, jika kau memilih putra mu, kau dalam seumur hidup tidak akan pernah lagi melihat Ayana"


Hahaha Gao ingin tertawa, terbahak-bahak didalam tangisan.


pilihan macam apa itu Tuhan?


Hidup tak sebercanda ini kan?


*******


"Nak bangun lah, waktunya Sholat magrib"


seorang bapak-bapak tua membangunkan Gao, yang tidur meringkuk di pinggir masjid, bapak-bapak itu menatap laki-laki keturunan bule itu dengan wajah bahagia, dia fikir ada warga keturunan yang datang tiba-tiba ke masjid mereka.


Gao menyalami bapak itu, tersenyum kemudian langsung beranjak mengambil air wudhu.


Laungan suara adzan kali ini jelas terdengar berbeda di balik telinga nya, jika biasa nya Ayana akan mencium wajahnya dengan lembut, berbisik ini waktunya sholat, mengajaknya berwudhu dan Sholat bersama, kali ini jelas Berbeda, dia berada di masjid, dimana tidak ada satu orang pun yang dia kenali saat ini.


Setelah menunaikan sholat magrib, Gao masih duduk bersila sambil berzikir, dia fikir bukan kah tempat paling baik ketika hati mu gundah saat ini adalah masjid? bicara dari hati ke pada Allah, bukan lagi ke diskotik atau bahkan melampiaskan nya kepada perempuan diluaran sana.


Sesaat bahunya ditepuk lembut oleh seseorang, Gao menoleh secara berlahan.


"Sudah lebih tenang?"


Bapak itu tiba-tiba bertanya sesaat setelah Gao sudah menyimpan tasbihnya.


Gao menatap dalam bola mata bapak itu, dia fikir kenapa bapak ini seakan-akan tahu kegelisahan hatinya.


"Hidup itu tidak luput dari ujian"


bapak itu bicara pelan, bola matanya menatap ke depan.


"mualaf atau memang muslim sejak lahir?"


bapak itu bertanya pelan menoleh ke arah gao


"Mualaf"


jawab Gao pelan, menundukkan kepalanya sambil menatap karpet sajadah berwarna biru indah bercorak masjid dibawah tempat duduknya.


"Apalagi sebagai seorang mualaf, ujian demi ujian akan menghampiri dirimu, pilihan akhirnya akankah kamu sanggup melewati semuanya?"


"Jika tidak kuat, kamu akan kembali ketempat asal mu, dengan keyakinan lama mu, tapi kalau kuat maka kamu akan bertahan hingga akhir"

__ADS_1


Gao hanya menelan salivanya


"Kau tahu nak? Allah SWT sudah tahu seberapa besar kapasitas kita untuk sanggup menerima ujian dari NYA, dan Allah SWT sudah tahu dimana batas kemampuan mu dalam melewati nya"


"Allah menurunkan cobaan kepada manusia dengan berbagai maksud. Yakni untuk menguji keimanannya, memberikan peringatan, hingga menurunkan laknat tergantung kepada siapa dan dalam kondisi apa cobaan itu diturunkan. "


"Orang-orang saleh akan berhasil melalui cobaan tersebut, beda halnya dengan kaum laknat yang menantang cobaan Allah (berupa jabatan dan harta) dengan jumawa seperti Firaun."


"Dalam kitab Mukhtashar As-Shahih Al-Bukhari karya Nashiruddin Al-Albani disebutkan bahwa cobaan juga dialami Rasulullah SAW. "


Aisyah RA pernah berkata: 


ما رَأَيْتُ أحَدًا أشَدَّ عليه الوَجَعُ مِن رَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ


“Ma ra-aitu ahadan asyadda alaihil-waja’u min Rasulillah SAW.” 


Yang artinya: “Aku (Aisyah) tidak pernah melihat seorang pun yang merasakan nyeri melebihi yang diderita Rasulullah SAW.” 


"Sedangkan bagi umat Muslim yang dilanda kesulitan, Allah SWT berjanji bahwa dengan kesulitan yang dideritanya itu dapat menjadi penebus dosa."


Gao menelan kembali salivanya


penebus dosa?


Yah bukankah dia amat sangat berdosa selama sebelum menikah dengan Ayana? bermain perempuan, minum minuman keras, berbuat seenaknya, memerintah seseorang membunuh hanya dengan satu kaki ucapan bahkan dia terlibat dengan para kartel narkoba paling menyeramkan di dunia ini.


jelas saja dia seorang pendosa


lalu kenapa dia risau dengan ujian dan cobaan yang belum seberapa?


"Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah. Redaksi haditsnya berbunyi


عن النَّبيِّ ﷺ قَالَ: مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حَزَن وَلاَ أَذًى وَلاَ غمٍّ، حتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُها إِلاَّ كفَّر اللَّه بهَا مِنْ خطَايَاه


“’An Abi Sa’id Al-Khudri wa an Abi Hurairah ani-Nabi SAW qala: ma yushibul-muslima min nashobin wa la washobin wa la hammin wa la huznin wa la adzan wa la ghammin hatta as-syaukati yusyakuha kafarallahu biha min khatayahu.”  


Yang artinya: “Dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Huraiah dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: setiap kesulitan, penyakit, kerisauan, kesedihan, aniaya, dan bencana yang menimpa Muslih, bahkan duri yang menusuknya niscaya Allah akan jadikan itu semua sebagai penebus berbagai kesalahannya.”


bapak itu menepuk-nepuk pundak Gao secara Berlahan


"InsyaAllah kamu bisa melewati semuanya selagi tidak kehilangan tiang agama"


"Dan akan ada banyak bonus yang akan kami dapat setelah ujian yang menyakitkan"


Bapak itu beranjak meninggalkan Gao diiringi suara adzan isya yang menggema menembus hati Gao.


Yah ini salah satu ujian, lalu kenapa dia harus bersedih hati?


bukankah akan ada banyak bonus yang akan kamu dapatkan ketika kamu mampu melewati segala ujiannya?

__ADS_1


dibandung dosa-dosa dimasa lalu nya, jelas saja ujian ini belum seberapa.


__ADS_2