
Bola mata Gao terus berkaca-kaca menatap Ayana, sesekali dia memeluk sang istri saking bahagianya, sesekali dia bertanya apa yang ayana inginkan.
Masih ingat ketika dia terlelap beberapa waktu saat tidur di samping Ayana, tiba-tiba terasa wajahnya di elus lembut oleh tangan seseorang, saat dia berusaha membuka matanya, tampak sang istri sudah sadar dari tidur lama nya, sudah ada mommy Nadya dan mama Ayudia disana, bahkan dokter Joyce hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Kau tahu Ayana? Gao benar-benar berfikir jika 1/2 jiwa nya itu adalah kamu"
ledek Joyce
"Bahkan dia bisa mati jika sesuatu yang buruk menimpa kamu, benar-benar cengeng"
seisi ruangan jelas tertawa terbahak-bahak, Seketika Gao melotot ke arah Joyce.
"Kau ini"
dia bicara sambil beringsut bangun dari tidurnya.
"Mau makan buah?"
Tanya Gao cepat, dia langsung sibuk mengupas buah-buahan Yang ada dihadapannya.
Ayana hanya mengangguk pelan, melebarkan senyumannya.
"Dimana mommy dan mama?"
"keluar mencari makan malam"
__ADS_1
Ayana tampak mengangguk.
"Gao.."
Ayana bicara sambil terus menatap punggung Gao yang tengah mengupaa buah-buahan.
"Hmm"
Gao langsung menoleh ke arah Ayana,melangkah mendekati sang istri kemudian bersiap menyuapkan buah melon ke mulut sang istri.
Secara berlahan Ayana membuka mulutnya, kemudian ayana mengunyah berlahan buah tersebut.
"Gao.."
setelah yakin buahnya habis, Ayana kembali ingin bicara.
"Terima kasih sudah berjalan sejauh ini bersama ku,baik disaat suka maupun duka"
Seketika Gao terdiam, menatap dalam bola mata Ayana.
"Untuk waktu yang tidak sebentar, kita belajar saling mengenal. Aku menghafalkan senyummu yang selalu terulas dengan ringan, langkah kakimu yang khas dan tenang, hangat jarimu saat kita saling bergandengan tangan. Kebiasaan-kebiasaan kecilmu mulai aku adopsi. Tanpa sadar, kebiasaan-kebiasaanku juga menjadi bagian dari dirimu."
"Kita telah terbiasa bersama, menghadapi waktu berdua. Mungkin kau akan tersenyum geli jika mendengarku mengakui: kadang aku bertanya-tanya kenapa kau masih (mau) ada di sini. Apa yang aku miliki sampai kau rela bertahan hingga sekarang? Karena sungguh, kadang aku masih merasa belum punya apa-apa. Kehadiranmulah yang menggenapiku, melengkapiku hingga aku menjadi sesuatu yang baru."
"Terima kasih, karena kau telah mau bersanding dengan gadis sebiasa-biasa aku sampai saat ini."
__ADS_1
"Di saat-saat yang paling sulit pun kau tetap setia berdiri di samping ku tanpa rasa lelah, tak pernah sejengkalpun mundur atau mencari tambatan lainnya"
"Tidak dipungkiri ada kalanya kita saling tidak akur atau bertengkar, saling merajuk untuk hak yang kecil, tapi Memang di balik pertengkaran yang terjadi, aku selalu memendam kagum padamu, pada kita. Memori lama kembali berjejalan menunggu untuk kembali dicerna kepalaku. Bagaimana selama ini kita bisa saling menggenapkan."
"Terima kasih Gao Saat aku berada di titik terendah, kaulah yang ada di sana siap menjadi pelontarku ke angkasa. Kau pula yang bertahan, sedia berdiri di garda terdepan."
Seketika Ayana terisak
"Kau tak pernah mundur ketika aku dan segala tingkah ajaibku menuntut pengertian dengan kadar yang lebih dari biasanya. Kau tak mencoba mencari gadis yang lebih sempurna yang tentu saja ada banyak jumlahnya di luaran sana. Kau memilihku, memilih merenda hubungan dengan gadis yang sangat biasa. Gadis yang berdiri di depan kaca hanya untuk sekedar merapikan rambutnya, bukan untuk memoleskan gincu atau maskara."
Tak pernah terlintas di kepalaku bahwa kita bisa bertahan hingga sekian lama. Masih tak percaya ketika perahu yang kita dayung ternyata bisa berlayar sejauh ini. Walaupun sesekali terhantam badai, kita pada akhirnya masih utuh dengan layar yang menjulang. Siap menantang badai yang kapan saja akan kembali datang."
"Melalui hubungan kita, aku mendewasa, aku kian tegar. Aku menemukan rumahku pulang. Walaupun tentu umur pernikahan yang lama tidak boleh membuat kita jumawa. Kita harus kerap mengucap doa, semoga kita memang ditakdirkan bersama hingga menua bersama"
"Sekali lagi ku ucapkan padamu gao"
"Terima kasih telah setia sekian lamanya. Semoga masa depan menyediakan untuk kita satu tempat bersama hingga akhir hayat."
Dalam sekali gerakan Gao memeluk erat tubuhku tubuh kecil itu, merengkuh nya hangat agar masuk kedalam dada bidang nya
"Aku yang harusnya berterima kasih sayang, hanya demi membahagiakan diri ku, kamu menempuh jalan menyakitkan untuk keadaan mu"
"Membuat Gao yang dulu dengan sejuta dosa dan khilaf berubah menjadi sosok berbeda yang tahu mana dosa mana amal saleh, mana mencicil dan melunasi keburukan yang lalu, mana cara nya menutup aib lama yang tak pantas diingat"
"Mengubah diri ku menjadi sosok yang jauh berbeda di masa lalu, menjadi seseorang yang mampu menjadi dermaga untuk kapal ini berlayar, mengubah diri ini tahu bagaimana menghargai seorang perempuan"
__ADS_1
"Tak bisa dipungkiri, perjalanan kita lamanya memang tak lepas dari silang pikir dan kata. Jalanan yang kita lalui memang tak semulus jalan tol, kita banyak menemukan kerikil tajam serta jalanan berliku. Namun pada akhirnya semuanya sanggup kita hadapi bersama, meski kadang tertatih dan dengan satu-dua napas kelelahan."
"Terima kasih sayang, harusnya aku yang berterima kasih untuk banyak hal yang kamu berikan"