Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Masih dalam rasa yang sama "Menyatu dalam cinta"


__ADS_3

Gao memeluk lembut Ayana dari belakang sesaat dia sudah naik keatas kasurnya, sang istri tampak sibuk berkutat dengan beberapa buku kesayangan nya, membaca sambil memakan beberapa macam buah-buahan yang sudah terkupas dan terpotong sempurna didalam piring yang ada dihadapannya.


"Baru membeli nya?"


bisik Gao pelan


Ayana mengangguk, merapikan buku-buku nya lantas meletakkan nya ke atas meja. Setelah itu langsung berhadapan dengan Gao, mulai menyuapi Gao dengan buah-buahan.


"Keberangkatan nya akan di majukan lebih cepat"


ucap Gao sambil menunggu Ayana kembali menyuapi nya lagi.


Sejenak Ayana menaikkan alisnya.


"Kemana?"


"Brazil sayang"


"Benar-benar akan berlibur ke Brazil?"


Gao mengangguk mantap


"Tanggal tepatnya? aku akan bersiap-siap "


"18 bulan ini"


"Ya?"


Ayana tampak kaget


"Ini maju jauh lebih cepat dari jadwal"


Gao tersenyum lebar.


"Hmm"


ucapnya sambil mengangguk, kemudian tiba-tiba mengangkat piring buah dan meletakkan nnya ke atas nakas, memandangi Ayana sejenak.


"Kenapa?"


Ayana bertanya pelan, sepersekian detik Gao langsung membalikkan tubuh Ayana, membuat posisi Ayana berada tepat di bawahnya.


Gao menahan tubuhnya dengan di kedua sikunya, menatap Ayana lembut dalam waktu yang cukup lama.


"Ada apa?"


"Kenapa menangis?"


Tanya Gao pelan


Bola mata Ayana terus menatap bola mata Gao secara bergantian, dia mulai berkaca-kaca.


"Beban terberat ku adalah, ketika kamu menangis tanpa sebab tapi aku sama sekali tidak bisa menghapus air mata itu dengan baik"

__ADS_1


ucap Gao pelan


"Apakah cemburu telah bergelayut dihati mu sayang?"


sejenak Ayana menelan salivanya, hatinya mencelos dan air matanya benar-benar tumpah.


"Janganlah cemburu pada sesuatu yang tidak pantas untuk dicemburui hmm"


Gao bicara sambil mengelus lembut wajah Ayana


"Dalam hidup ku kamu adalah satu-satunya yang ada di hati ku, tersimpan dan tertanam utuh Disni"


Gao bicara sambil meletakkan telapak tangan nya ke dadanya. kemudian mengelus kembali wajah ayana, menghapus lembut air matanya.


"Tersenyumlah hmm"


Ayana mengangguk pelan, melebarkan senyumnya dengan Berlahan.


"Ada yang ingin aku katakan soal Morena, tapi tunggulah hingga kita tiba brazil, InsyaAllah kamu tidak akan menyesal mendengar nya"


Ayana tampak mengerutkan dahinya.


"Kenapa?"


suara Ayana terdengar serak


"Berita baik yang InsyaAllah akan membuat hubungan kita menjadi lebih baik"


"Morena hamil?"


Gao tersenyum lebar, menjentik jidad Ayana lembut dengan jari telunjuknya.


"Kamu selalu bicara sebelum melihat realita sayang"


"Gaoo"


Ekspresi Ayana beeunah seketika, dia merengut manja.


"Bukan itu, tapi berita lebih yang akan membuat mu bahagia menjadi seorang perempuan"


"Jangan membuat ku penasaran terlalu lama"


Gao meletakkan jari telunjuknya di bibir indah Ayana, sejenak Ayana terdiam.


Gao melepaskan jemarinya, memajukan berlahan bibirnya kemudian menautkan bibir mereka dengan lembut cukup lama.


"Mau melakukan nya?"


tanya Gao pelan


Ayana mengangguk pelan


Gao kembali menautkan bibit mereka dengan sempurna, menyesap nya lembut sambil mulai memainkan lidah didalam sana.

__ADS_1


Ayana membalas secara berlahan tautan mereka, kali ini tidak tahu kenapa terasa begitu menggebu-gebu seakan-akan sesuatu yang aneh akan meledak dihatinya, tangan Ayana dengan cepat melingkar di leher Gao, sedangkan Li..dah nya terus bertaut menerima semua perlakuan Gao.


Gao melepaskan pangutan bibirnya, berpindah berlahan ke dagu, tulang belikat hingga ke leher indah sang istri, menyapu bibir dan lidah nya disana secara lembut mendominasi, lantas membiarkan tangan kirinya dengan lembut melakukan tugas nya di bawah sana.


"Gao.."


"Hmm"


suara de. sahan ayana jelas terdengar mengalun manja di balik telinganya, secara berlahan tangan kiri Gao membuka kancing pakaian tidur sang istri dengan lembut satu persatu, sedang kan bi..bir Gao tetap bermain di leher Ayana, menyesap nya manja, menciptakan suara-suara indah yang mampu mengalahkan suara jarum jam yang terus bergerak sempurna.


Lantas kedua tangan Gao membuka pakaian itu secara berlahan, Ayana sedikit mengangkat tubuhnya agar atasannya terlepas dengan sempurna.


Bibir sang suami mulai turun ke 2 benda indah yang menempel disana, menyapu nya lembut penuh cinta, menyesap juga memainkan peran nya dengan sempurna.


tangan kiri Gao tetap dengan penuh kelembutan bermain dibawah sana, menyentuh sesuatu yang menjadi titik paling lemah seorang perempuan, dengan lembut mengusapnya dan bermain nakal disana.


Sejenak tentang tubuh Ayana bergetar, jantung dan hati nya bergejolak parah, kali ini sejak awal Ayana merasakan perasaan yang menggebu-gebu, has..rat nya meningkat begitu menggila, menahan kepala Gao di atas dada nya, dia terus mengeluarkan suara-suara indah dari balik bibirnya.


Tangan Gao mulai membuka berlahan celana tidur pendek milik Ayana, begitu pula penutup terakhir nya, kemudian terus membiarkan tangannya bermain di bawah sana dengan indah.


Dalam hitungan detik Gao turun kebawah, mencium lembut perut Ayana kemudian turun ke pusar nya, bermain disana cukup lama hingga akhirnya turun ke bawah sana, menggelitik dengan lidahnya juga menyesap nya dengan sempurna.


"Gao..Gao ."


suara e..ra..ngan dan rengekan manja terus terdengar dibalik bibir Ayana, menambah hasrat Gao dibawah sana semakin membuncah, apalagi sesuatu yang lembut mengalir dibawah sana seakan telah bersiap untuk disatukan dengan sempurna.


Gao naik secara berlahan, menatap wajah Ayana yang begitu pias penuh keringat, rambut berantakan nya menambah kesan seksi dan meng..Gai..rahkan.


"Aku masuk sayang'


bisik Gao lembut.


menautkan kembali bi..bir mereka sedangkan yang dibawah sana secara berlahan menyeruak masuk melakukan penyempurnaan, seketika jeritan halus terdengar dari bibir istrinya, Ayana merapat kan pelukannya.


Gao tersenyum menatap wajah yang ada dibawah nya itu, tampak begitu indah dan meng..Gai..rahkan, sangat menikmati keadaan yang membawa mereka terbang melayang entah kemana, semakin membuat Gao terus berpacu dengan keadaan, semakin bersemangat melepaskan jas..rat yang terus tidak ingin dapat ditahan.


memompanya dengan indah, terus menerus hingga lelah, menautkan bibir secara terus menerus, menciptakan suara-suara de..sa..Han manja yang semakin membuat panas ruangan dingin ber AC itu, sejenak Gao meraih tangan Ayana, menggenggam nya berlahan sambil menyakini diri jika sang istri sebentar lagi akan tiba di akhir pelepasan.


"Aku a..kan sam..Pai"


Ayana berbisik terengah-engah, Gao tersenyum memastikan dia juga akan tiba di akhir pelepasan nya.


Tetap dalam doa yang sama, tetap dalam harapan yang sama, InsyaAllah hubungan halal yang akan membuahkan hasil tidak terduga, tetap menyakinkan diri sebaik-baiknya pemberi adalah Allah.


Seketika pelepasan datang bersama, Gao merapatkan kembali bibir mereka menautkan nya kembali, melakukan segala nya lagi dari awal hingga akhir seperti tadi hingga beberapa waktu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


"I love you sayang"


Yakinlah Allah adalah penguasa langit dan bumi, dia paling tahu siapa yang akan dia berikan kecukupan nikmat paling tidak terduga di dalam kehidupan umatnya, berserah dirilah, menyakinkan diri dan tetap istiqamah.


InsyaAllah akan selau ada akhir bahagia dari cobaan penuh derita dan luka.


Gao memeluk erat tubuh Ayana, mencium puncak kepala sang istri berkali-kali, tangannya dengan lembut terus bergerak mengelus rambut dan wajah sang Istri.

__ADS_1


Bersabarlah sayang, karena buah kesabaran itu sesungguhnya begitu nikmat.


ini hanya ujian, sebelum kita sama-sama menikmati syurga setelah menutup mata.


__ADS_2