
Saat kata-kata lembut itu mendominasi fikiran Ayana, secara lembut Gao mencoba kembali me..nautkan bi..bir mereka, dibandingkan yang tadi, ciu..man kali ini jauh lebih lembut dan teratur. Tangan Gao dengan berlahan menahan tengkuk nya, sambil sesekali merapikan rambut nya.
Ciu..man itu berjalan cukup lama, dan tidak tahu kemana Ayana malah terbawa suasana, terus memejamkan matanya untuk waktu yang lama, tapi saat tangan Gao tiba-tiba mencoba me..lepas kebaya nya, Seketika bola mata Ayana terbuka.
"Gao"
dia bicara, tapi tidak tahu kenapa suara nya terdengar sangat aneh dan berat sekali, rasanya sangat men..ji..jik..kan di telinga nya.
Ada apa coba???
batin ayana
Gao melepaskan ciu..man lembutnya, tersenyum kecil sambil menatap bola mata Ayana dalam.
"Takutkah?"
Ayana menggigit pelan bibir bawahnya
"Bisakah kita menunda nya"
"Hmm, kita akan mencobanya sebentar, kalau gagal kita akan menundanya"
Gao bicara lembut, kemudian tiba-tiba mengangkat tubuh Ayana ke dalam pelukannya.
seketika Ayana memekik kecil
Gao mengulum senyum
"Punggung mu masih sakit kan? karena kecelakaan itu"
__ADS_1
Ayana bicara cepat, minta agar Gao menurunkan nya
"Sedikit, tidak begitu banyak"
jawabnya sambil menggendong Ayana hingga ke atas kasur, meletakkan gadis itu dengan lembut.
"Jika nanti terasa sakit dan tidak enak, kita bisa menundanya di lain waktu"
ucap Gao sambil terus mengelus wajah Ayana, gadis itu menelan salivanya, menatap dalam bola mata Gao secara bergantian.
"Rileks dan lakukan lagi seperti tadi hmm"
Ayana mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.Tubuhnya berada dibawah tubuh Gao, sedangkan Gao berada di atasnya, Gao menahan tubuhnya sendiri dengan tangan kirinya, sedang kan tangan kanannya mulai me..nyentuh lembut pipi Ayana.
Sepersekian detik bi..bir itu menyapu lembut bi..birnya, lamaaaa dan Begitu dalam, kali ini ciu..man menuntun Gao membuat Ayana melambung ke awan-awan, tangan kanan Gao terus menyentuh wajahnya kemudian teng..kuknya, sedangkan tangan kirinya entah mulai turun kemana-mana, bagi Ayana mungkin ini gila, dia tidak mampu bergerak atau melakukan perlawanan, laki-laki itu terlalu pintar memainkan perannya.
Kemudian tahu-tahu tangan itu dengan nakal telah me..rambah kemana-mana, melepaskan satu persatu kebaya dan kain nya.
"Gao.."
suara itu terdengar me..lenguh, terdengar men..ji..jik..kan ditelinga Ayana tapi terdengar begitu menggoda bagi Gao dan membuat dirinya semakin menggila.
Kali ini bibir itu turun ke arah leher Ayana, berlahan namun pasti, men..ci..um nya lembut dan dalam, me..nyesap dan meninggalkan ber..cak berwarna di beberapa tempat. Ayana serasa menggila, dia benar-benar merasa seperti tenggelam ke dalam lautan di bawa terombang-ambing kesana kemari, bahkan beberapa kali dia merasa malu saat suara-suara yang keluar dari bibirnya terdengar memalukan, bahkan beberapa kali dia mencoba menahannya tapi Gao selalu berbisik lembut padanya
"Keluarkan lah, itu terdengar begitu manis"
saking malunya dia mencoba menyembunyikan wajahnya di dalam dada Gao, tapi laki-laki kembali meraih dagunya dan berulang menautkan bibir mereka, terus mengulang melakukan hal yang tadi dan lagi-lagi Ayana tengelam hingga tahu-tahu jemari Gao sudah bermain di ba..wah sana Beberapa waktu hingga membuat dirinya merasa begitu menggila, lantas sesuatu di bawah sana terasa aneh dan ba..sah Dan Beberapa Waktu kemudian tiba-tiba sesuatu yang be..sar mencoba ma..suk dan terasa sangat menyakitkan juga terasa begitu perih.
"Tidak, Gao..."
__ADS_1
Rasa nik..mat yang tadi berganti menjadi rasa sakit, pedih dan perih. Dia meringis, mencoba menahan tangan nya ke dada bidang gao, dia menangis sambil menggeleng cepat Beberapa kali.
"ini menyakitkan"
ucapnya pelan
"Kita coba berlahan, kalau masih sakit aku akan berhenti"
Gao mencoba menyakinkan, mencium pelan keningnya, kemudian mencoba kembali bergerak.
Tapi bagi Ayana itu sangat menyakitkan, hingga dia berusaha menahan nafasnya sambil menangis terisak.
Seketika Gao menghentikan kehilangan nya
Oh tuhan, apa yang harus aku lakukan?
bayangkan dia yang tidak pernah mau mengalah, selalu egois di atas ranjang, tidak peduli keadaan lawan, Seketika rela mengalah demi seorang gadis kecil bernama Ayana.
"Kita hentikan, kita bisa mencoba nya di lain waktu"
ucapnya pelan, mencium kedua kelopak mata gadis itu lembut. menaikkan selimut ketubuh gadis itu.
Secara berlahan Gao menarik nafasnya berat, lantas meluncur dengan gerakan cepat kekamar mandi.
Oh damn it
sesulit itukah me..merawani.. seorang gadis bertubuh mungil???
seketika Gao memijat kepalanya yang tahu-tahu berdenyut sakit dan yang dibawah sana jelas terasa lebih sakit dan tersiksa.
__ADS_1