Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Ujian dari NYA "Dalam suka cita"


__ADS_3

Saat layar monitor pengatur detak jantung tiba-tiba bersuara kacau disaat Hayat masih berceloteh pada Ayana, jelas menimbulkan kepanikan pada diri Hayat. Beberapa dokter tampak berdatangan dan langsung bergerak cepat.


Mama Ayudia yang baru tiba membawa rantang makanan langsung panik melihat keadaan,tanpa mempedulikan rantang makanan yang dia buang ke lantai, mama ayudia langsung menyambar tubuh Hayat.


"Ada apa?"


Hayat tanpak menangis sambil menggeleng pelan.


Mama Nadya yang tadi pamit keluar sejenak begitu kembali jelas dikagetkan oleh ke adaan, raut panik terlihat jelas di wajah mereka saat ini.


********


"Hahhhh"


Seketika bola mata Ayana terbuka, nafas yang dia tarik begitu panjang dan Sulit.


"Alhamdulillah"


paman Ijal berkata pelan


"Sayang"


paman Ijal mencoba memulai pembicaraan


"Apa yang kamu rasakan?"


Ayana tampak diam, hanya menatap paman Ijal kemudian mengedipkan pelan matanya


"Mama Nadya dan mama Ayana ada diluar, akan paman panggilkan"


Ayana mengerjapkan pelan matanya, tubuhnya jelas terasa kaku tanpa tahu kenapa, fikiran nya masih belum sepenuhnya kembali, dia bingung dan...


"Gao?"


Nama itu meluncur lembut dari balik bibirnya


"Dia sedang dalam perjalanan kemari"


Bisik paman Ijal pelan


Sekali lagi Ayana mengedipkan bola matanya.


*********


"Kau tahu ahem itu sangat menyebalkan"


"Dan Zoe lebih menyebalkan"


hayat dan frey terus bercerita pada Ayana, membuat suasana menjadi Begitu ramai dan hangat.

__ADS_1


mama Ayudia dan mama Nadya mendengarkan semua cerita sambil sesekali tertawa geli, Tante eta cuma bisa geleng-geleng kepala, Abang Hanif tertawa geli mendengar celotehan 2 gadis itu.


Mama Ayudia masih sibuk mengupas buah saat Ayana tiba-tiba bertanya soal...


"Dimana Gao dan baby nya mom?"


"Kenapa mereka belum datang?"


Seketika suasana menjadi mencekam, belum ad yang berani membuka suara hingga Gao datang.


seketika mata mama Ayudia berkaca-kaca , masih terus pura-pura mengupas buah, secara berlahan air matanya jatuh, mama Nadya menyentuh pelan tangan mama Ayudia, menggeleng pelan seakan berkata jangan lah menangis, tersenyum lah.


"Oh mereka masih didalam perjalanan, mama fikir sebentar lagi juga tiba"


mama Ayudia bicara cepat sambil menghapus air matanya.


"Kamu ini tidak sabaran sekali"


hayat seketika mengoceh


"Dia masih dijalan sayang, tunggulah sebentar, anggaplah hari ini kalian mengulang moment setelah acara akad nikah"


Mama Nadya terkekeh Begitu juga dengan Frey


Seketika terlihat Gao menyeruak masuk dengan gerakan begitu cepat, bola matanya langsung mencari dan menatap Ayana, jelas kerinduan yang begitu menggebu melonjak didalam dirinya, dalam secepat kilat menggapai dan memeluk tubuh Ayana.Mencium seluruh wajahnya, pipi kiri kanan, kening, hidung, dagu hingga terakhir pada bibirnya, cukup lama.


"Gao..."


"Kau ini tidak sopan sekali dengan semua orang"


Terlihat air mata di sudut mata Gao, Seketika dia menyeka nya, tertawa terkekeh sambil memeluk erat tubuh Ayana.


"Dia membuat ku menunggu dan berpuasa selama 1 bulan mommy"


"Oh lihat, dia mengucapkan kalimat yang sangat memalukan"


gerutu mommy Nadya


mama Ayudia tertawa geli, Frey memunyungkan bibirnya, sedang kan hayat hanya bisa terkekeh geli.


"Oh ayolah, kau membuat semua orang malu Gao"


Ayana hanya mengulum senyum, wajahnya jelas memerah sejak tadi.


"oh ayolah, kalian tidak lihat wajah Ayana memerah"


"Seperti pengantin baru pakai acara tersipu malu"


ledek hayat

__ADS_1


Mereka pada akhirnya kembali bercanda dan bercerita, hingga akhirnya Seketika Ayana mengerutkan dahinya, menyentuh wajah Gao pelan.


"Dimana anak kita?"


Oh damn it


moment nya sangat tidak baik


Dalam sepersekian detik semua orang langsung membeku, Gao mengangguk kan kepalanya pelan seakan memberikan kode agar memberikan dia dan Ayana Waktu berdua saja.


********


Gao memeluk pelan tubuh Ayana, mencium pelan keningnya, menyentuh lembut wajahnya. Gao memandangi bola mata Ayana dalam-dalam, Seketika bola Ayana berkaca-kaca, seakan-akan sejak awal bangun tadi dia memang menyimpan kecurigaan yang sama, tapi dia takut menebak-nebak karena itu dia tidak ingin berfikir yang tidak-tidak, berfikir Seolah semuanya baik-baik saja.


Dia berharap Gao membohongi dirinya sesekali, berkata jika anak mereka berada di rumah bersama kak danisa atau dalam perjalanan kemari bersama papa nya, atau entah kebohongan apapun yang bisa membuat dirinya tersenyum dan berfikir jika semua baik-baik saja.


Bola mata Ayana yang semakin memerah jelas telah berembun, genangan anak sungai mulai Terlihat, kemudian tumpah Tanpa bisa dibendung lagi.


Dia menangis sejadi-jadinya dihadapan Gao, sang suami masih menyentuh wajahnya kemudian langsung memeluk erat dirinya.


"Maafkan aku sayang, maafkan aku karena terlambat datang"


"Kita akan mengulangi nya lagi, kita akan mengulang semuanya dari awal"


Apakah ini ujian mu ya Allah?


kenapa berat sekali? bahkan rasanya akan ada banyak lagi batu ujian berat yang akan engkau berikan kepada kami.


Seberapa besar kesabaran hati ini ya Allah?


entahlah, seberapa besar kesabaran yang harus aku dapatkan atas semuanya?


"Sejatinya, cobaan itu merupakan proses penguatan iman dan ketakwaan. Maka dari itu, bersabarlah dan terimalah dengan segala keikhlasan apa yang terjadi. Tidak perlu segala cobaan itu disikapi berlebihan. Tafakuri dan temukan hikmah dari setiap ujian."


Gao berbisik pelan ditelinga Ayana


"Sebagaimana dalam sebuah hadis, bahwa suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat kesalehannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun” (HR Bukhari"


"Aku telah ikhlas, aku ikhlas sayang, selama ada kamu disamping ku, yang lainnya InsyaAllah adalah pelengkap diri mu"


"tetaplah berbaik sangka kepada-Nya. Doa dan ikhtiar jangan kendur, terus berusaha dan percayakan bahwa Tuhan akan memberikan kita apa yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan."


'Ujian dan cobaan di dunia merupakan keniscayaan, siapa pun tidak bisa menghindarinya. Ibarat pelangi yang menjadi warna-warni kehidupan."


"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah : 155)."


Sabar dan bijak dalam menghadapi cobaan dari Allah memang tidak mudah untuk dilakukan. Ikhlas menerima ketentuannya, akan memberikan kekuatan jiwa dan pahala. “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-Zumar : 10).


"Selain itu, sebuah penyakit, kesulitan hidup, kehilangan orang yang paling disayangi, dan bencana merupakan bagian dari skenario indah Tuhan untuk menaik kelaskan derajat kita."

__ADS_1


"Bukankah Rasulullah pernah bersabda, “Tidaklah segala sesuatu yang menimpa orang beriman dari kesusahan, sakit, kegundahan, kesedihan dan gangguan, hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah menggugurkan kesalahannya dengan semua itu”.


"Wallahu A’lam."


__ADS_2