Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Jangan mengabaikan ku


__ADS_3

Ayana agak bingung karena tiba-tiba Gao menghilang seharian setelah kejadian kemarin, pertanyaan yang terdengar klise atas kewajiban yang memang harus dia lakukan di anggap sebuah kebaikan yang berlebihan dan tidak mendasar bagi Gao. Padahal Ayana sudah menjelaskan semuanya dengan baik dan benar, tapi setelah itu ke esokan pagi hingga malam hari ini Gao malah menghilang dan seakan-akan mencoba menghindari dirinya.


Baru kali ini hatinya merasa bertalu dan gelisah, dia yang biasanya masa bodoh terhadap sesuatu menjadi begitu tidak menentu seharian ini, bahkan ketika dia mencoba menghubungi Gao melalui ponselnya, laki-laki itu sama sekali tidak mengangkatnya, Gao mengabaikan nya.


Harus kah dia mengatakannya, betapa sifat Gao hari ini membuat dirinya resah.


"Zoe, apakah ada hal yang tidak baik terjadi pada Gao?"


Ayana bertanya sesaat setelah mereka naik ke lantai atas, Zoe malam ini tiba-tiba memindahkan lokasi hotel mereka tanpa Ayana mengerti.


"Semua baik-baik saja"


laki-laki itu hanya menjawab seadanya


karena Ayana bukan type pemaksa akhirnya dia bungkam 1000 bahasa, mereka meninggalkan lift menuju ke arah sebuah kamar yang ada di ujung lorong.


"Anda bisa langsung masuk nona"


ucap Zoe pelan sambil membungkukkan tubuhnya lantas segera beranjak dari hadapan nya, ayana hanya mengangguk balas membungkukkan tubuhnya. Secara berlahan dia membuka pintu kamar itu, tapi terlihat cahaya lilin di sepanjang ruangan, Seketika Ayana terkejut matanya masih menatap ke depan sambil tangannya menutup pelan pintu kamar itu.


aihh ini apa kah


batinnya


Suasana menjadi begitu temaram dan sepi, tidak ada suara lain yang terdengar, dia mengikuti insting untuk terus masuk ke dalam. berjalan berlahan hingga menemukan sebuah meja kecil dihadapannya, yang sudah ditata sedemikian rupa dengan beberapa jenis makanan, minuman dan sebuah kotak kado yang entah isinya apa.


karena ada sebuah kertas kecil yang dituliskan sebuah instruksi untuk membuka nya, Secara berlahan Ayana membuka nya.


sejenak bola mata Ayana membulat, dia berkaca-kaca saat melihat isinya,bukan karena terdapat sebuah kartu black card terpampang disana melainkan sebuah kalung dengan mainan berbentuk hati yang terbuat dari kristal yang didalamnya terdapat foto dirinya dan Gao yang saling menautkan bibirnya, sebuah gantungan kunci imut dengan gambar Doraemon dan boneka imut Doraemon. Di dalam ada sebuah kertas kecil berwarna biru muda yang bertuliskan


Nafkah Pertama untuk istri tercinta


you'r husband (Love u)


sejenak Ayana melebarkan senyumannya, sepersekian detik sebuah tangan masuk kedalam Perut nya dan ciuman hangat mendarat di pipi kiri lantas masuk ke ceruk lehernya yang dibalut hijab.


"Aku hanya mampu memberikan ini untuk kamu, sayang"


bisik Gao lembut dibalik telinga nya

__ADS_1


Ayana menoleh, bola matanya berkaca-kaca.


"Bagaimana kamu tahu aku suka mahkluk kecil berjuluk Doraemon ini?"


tanyanya pelan


Gao mengerutkan dahinya, Karena pertanyaan pertama dan benda pertama yang Ayana ambil bukan black card, bukan kunci nya melainkan boneka Doraemon yang lebar nya tidak lebih dari sebesar telapak tangan nya dan kalung yang didalam bola kristalnya terdapat foto mereka berdua.


Benar kata sang mama mertua nya saat dia menghubungi nya pagi tadi


"Ayana anak yang begitu simple, mendekati hati anak itu tidak sulit, percayalah dia tidak akan tergiur dengan sesuatu yang menyilaukan matanya, dia akan mudah tersentuh ketika kamu tahu apa yang menjadi hal yang paling disukainya"


dan benar saja,Ayana sama sekali tidak menyentuh black card nya lebih dulu.Ketika semua orang mengharapkan kartu hitam itu, dia tampak mengabaikan nya hanya demi sebuah kalung yang harga nya tidak seberapa juga boneka kecil bermotif kartun kucing yang menurut Gao begitu cerewet.


"Kamu menyukainya?"


tanya Gao pelan


Ayana melebarkan senyumannya, kemudian mengangguk pelan, menatap boneka Doraemon ini sejenak, lantas di meraih tasnya menggantung nya disana


"Ini koleksi pertama dari mu"


ucap Ayana pelan


goda Gao sambil terkekeh


wajah Ayana memerah, mencubit perut Gao pelan


"awwhh ini sakit"


rengek Gao manja


"Benarkah?"


Ayana tampak terkejut


"Aku tidak mencubit nya dengan keras"


Gao kembali terkekeh

__ADS_1


"Aku hanya bercanda sayang"


Ayana memperhatikan kalung Yang ada di tangannya, menatap foto mereka berdua yang seolah tenggelam ke dalam batu kristal itu, Lantas Dia Mencoba memasang kalung itu di lehernya tapi gagal.


Gao dengan cepat meraihnya, membantu memasangkan kalung itu dileher nya.


"Ini sangat indah"


ucap Ayana sambil menyentuh mainannya


"Bagaimana mereka membuat nya? dan terima kasih bonekanya, hmmmm..."


Ayana dengan cepat berbalik, meraih wajah Gao kemudian mencubit pipinya dengan gemas.


"Ini kado pertama setelah 2 tahun terakhir aku hanya menerimanya dari hayat"


"apa kamu berkeliling mencari boneka ini seharian hingga mengabaikan ku?"


tiba-tiba bola mata Ayana berkaca-kaca


"Aku fikir kamu marah pada ku soal kewajiban yang kamu anggap kebaikan"


Dia mencelos, bola matanya terus berkaca-kaca, menatap bola mata Gao secara bergantian.


"Hey... sayang aku tidak mengabaikan mu"


Gao menyentuh cepat pipi Ayana


diluar ekspektasi Ayana memeluk erat pinggang nya


"Jangan lagi mengabaikan ku"


Demi Allah Gao tidak menyangka diam nya sejak pagi berbuah hasil di luar ekspektasi, dia hanya terlalu sibuk meminta Zoe mencari tempat terbaik untuk bulan madu mereka, menyiapkan kado yang istimewa untuk Ayana sampai rela menghubungi mama Ayudia demi tahu apa yang akan membuat Ayana menyukainya, belum lagi mesti mengurusi beberapa hal di perusahaan Prancis.


"Aku tidak akan pernah mengabaikan mu sayang"


ucap Gao lembut, kemudian dia menarik dagu Ayana, menjongkok kan tubuhnya pelan, lantas berbisik


"Ini bulan madu pertama kita"

__ADS_1


"Ya?"


Ayana bertanya sambil menatap bola mata Gao untuk waktu yang lama


__ADS_2