Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Berita baik"Hadiah dari Allah"


__ADS_3

Sejak pulang dari Prancis tidak tahu kenapa tubuhnya menjadi terasa aneh, acapkali pusing melanda dirinya, bahkan kadang kala konsentrasi Ayana terpecah karena rasa mual seringkali menderanya.


"Kamu pucat sekali"


Gao bicara sambil terus menyentuh wajahnya,Gao melirik ke arah jam dinding, masih pukul 3 dini hari.


"Sejak kemarin tidak menyentuh makanan apapun"


Gao mencoba memberikan teh hangat pada Ayana. Dia tidak bisa tidur nyenyak sejak semalam, karena sang istri terus mengeluh mual, beberapa kali masuk ke kamar mandi karena mengeluarkan semua isi perutnya.


Sejak semalam Gao terus mondar-mandir khawatir, memberikan apapun yang Ayana inginkan. Dia menawarkan Ayana untuk segera ke rumah sakit atau minta ertan datang memeriksa keadaan nya tapi Ayana bilang InsyaAllah besok pasti baik-baik saja,tapi realita nya? Ayana malah semakin pucat dan mual nya tidak juga menghilang.


"Aku sudah menghubungi ertan, dia akan kemari pukul 7 pagi, aku fikir ada yang salah dengan kesehatan mu sayang"


Ayana hanya mengangguk pelan, rasa mual di perut nya tiba-tiba mendominasi keadaan, secepat kilat dia lari ke kamar mandi tanpa aba-aba.


Jelas saja Gao panik kembali, dia fikir keadaan ini jelas sudah tidak normal, apa mungkin kelelahan bisa menimbulkan hal seperti ini? atau ayana mengalami mabuk pesawat? tapi rasanya aneh,bukan kah disaat pergi kemarin Ayana baik-baik saja fikirnya.


pada akhirnya dia mencoba untuk menghubungi ertan di waktu dini hari tapi gagal,dan pilihan akhirnya dia menghubungi frey sang adik kesayangannya.


"Hah?"


Frey yang masih dalam kondisi tidur nyenyak tampak bingung, mencoba menetralisir pening karena baru bangun tidur nya.


"Kenapa kak?"


tapi yang ditanya malah tidak menyahut, terdengar suara panik diseberang sana.


"Kak? kak?"


seketika Frey mengerutkan dahinya, mencoba melirik ke arah jam dinding, secepat kilat menghubungi Zoe dan meminta laki-laki itu menjemput nya sekarang juga.


"Ada apa?"

__ADS_1


Zoe jelas bertanya bingung saat dia sudah berdiri didepan pintu apartemen Frey, ketidakcocokan selama ini sepertinya sedikit mereda belakangan karena kesibukan bersama mengurusi persiapan pernikahan Gao dan Ayana


"Gao menghubungi ku dengan nada panik, tidak mengeluarkan suara lagi setelah itu"


jelas saja Zoe menaikkan alisnya, dengan rasa bingung langsung melesat turun ke bawah mengikuti langkah Frey yang berjalan tergesa-gesa.


******


Gao jelas saja panik, Ayana tiba-tiba pingsan tidak sadarkan diri, mengabaikan panggilan nya pada frey dan dalam secepat kilat menggendong tubuh mungil itu ke mobil, melesat ke rumah sakit bak orang gila saat melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit manapun yang paling terdekat disana.


"Sayang, jangan membuat ku panik"


Gao bicara cepat sambil terus melajukan mobilnya, dan ketika tiba di rumah sakit, dalam gerakan cepat pula meminta dokter memeriksa keadaan Ayana.


Sejak tadi dia gelisah, menunggu dengan perasaan was-was berlebihan, pemikiran buruk terus menghantuinya. Dia fikir jika tahu begini, mereka tidak mesti pulang lebih awal ke Indonesia.


"Kak?"


"Kenapa tidak ertan yang datang ke apartemen?"


"Dia tidak mengangkat panggilan nya"


"Apa kata dokter? apa aku harus menghubungi keluarga abimanyu?"


Zoe dengan gerakan cepat mengeluarkan handphone nya


"Kita lihat dulu hasilnya, tunggu selesai pemeriksaan"


ucap Frey cepat


Zoe lantas mengurungkan niat nya.


Beberapa waktu kemudian seorang perawat bertanya

__ADS_1


"Suami dari nona Ayana?"


jelas Gao langsung melesat masuk ke dalam ruangan,melihat sang istri sudah sadarkan diri, menatap nya dengan mata berkaca-kaca.


Gao menatap bingung, apa hal buruk terjadi fikirnya?


"Ini trimester pertama kehamilan, tubuhnya memang sedikit lemah, mungkin efek kelelahan karena katanya pulang pergi ke Prancis-indonesia"


dokter perempuan itu bicara cepat


"Ya?"


Gao jelas kaget, agak bingung dengan arah pembicaraan nya.


"Morning sickness itu biasa, nanti setelah usia kandungan lewat 4-6 bukan akan hilang dengan sendirinya"


Sejenak Gao mencoba mencerna kata-kata sang dokter


"Usahakan jangan terlalu memforsir tenaga, sementara kurangi dulu kegiatan berdua yang memicu rasa lelah istri anda"


Gao masih mengerutkan dahi nya, menatap wajah Ayana yang terus tersenyum kearah nya tapi dengan mata berbinar-binar.


"Wah sepertinya mister masih bingung ini"


dokter nya tertawa gali karena merasa lucu melihat ekspresi Gao sejak tadi.


"Selamat mister, Istri anda hamil dan usia kandungan nya memasuki usia 5 minggu"


Seketika tubuh Gao lunglai, seperti mendapatkan lotre besar dia bingung harus berkata apa, mematung sejenak kemudian dalam hitungan detik mendekati Ayana, memeluk sang istri dengan penuh kegembiraan.


"Oh sayang, Alhamdulillah"


Bagaimana dia harus mengatakan nya? jelas saja ini harapan dia kemarin, siapa tahu Allah benar-benar mengabulkan doa nya Begitu cepat, dan ini benar-benar hadiah paling indah dari Allah untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2