Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Mari membangun hubungan yang baik "kritis"


__ADS_3

Ayana terus menatap wajah Gao dalam waktu yang lama, dia hanya berharap laki-laki itu mampu melewati masa kritisnya. Sesekali dia menarik nafasnya berat, matanya menatap nanar seluruh ruangan VVIP ini, tidak ada siapapun di antara mereka, semua orang berada di ruang tunggu depan dan pada dasar nya dokter hanya mengizinkan 1 orang yang boleh berjaga didalam. Ayana terus meminta agar dirinya yang menjaga Gao untuk melewati masa kritisnya, dia yakin dan percaya Gao pasti bisa melewati semuanya.


Ini adalah malam ke dua laki-laki itu belum juga terbangun dari tidurnya, Sesekali Ayana mencoba menghapus air mata nya. Tidak lama dia beringsut dari hadapan Gao yang tengah terbaring tidur tanpa pergerakan, hanya suara monitor yang mengontrol detak jantung yang terus terdengar sejak tadi.


sejenak Ayana menatap ke arah jam dinding, dia fikir sudah memasuki waktu pukul 1 malam l. dia fikir barangkali dengan sholat hajat bisa membuat dirinya bisa meminta kepada Allah.


Dalam gerakan cepat Ayana melesat masuk kekamar mandi, berwudhu kemudian meraih mukenah nya,menunaikan sholat hajat dan meminta sesuatu yang didalam hajat hatinya.


******


Ayana duduk tepat disamping Gao, menatap wajah Gao sejenak kemudian meletakkan tangannya nya di kening Ayana


"Maafkan aku"


suaranya terdengar pelan, mencoba berbicara dengan Gao yang masih belum juga sadarkan diri.


kemudian dia meletakkan wajahnya di lengannya sendiri, menoleh ke arah Gao


"Maaf adalah kata yang kecil, tetapi memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membangun hubungan yang indah...Gao"


"Kau tahu?Aku berharap mesin waktu benar-benar ada. Supaya aku bisa kembali ke masa lalu untuk menghapus semua kejadian kemarin"


sejenak butiran air mata ayana tumpah secara berlahan


"Mau ku beritahukan Beberapa rahasia gao?"

__ADS_1


sejenak Ayana tersenyum


"Ini kali pertama aku bicara dari hati ke hati dengan seorang laki-laki, jangan menertawai ku"


"Kau tahu?Aku bukan type gadis yang gampang tersentuh, berkaca-kaca ketika menerima pujian atau rayuan cinta, juga tidak gampang menjadi berbunga-bunga ketika seorang laki-laki berkata cinta pada ku"


"Karena sejak kecil karakter ku memang begitu"


"Pertemuan pertama dengan mu untuk membahas proyek nya, aku hanya bergumam dalam hati Dia pria bule yang punya masalah dalam hidupnya, meskipun cukup tampan tapi sedikit punya penyakit aneh yang katanya butuh dokter khusus"


"Saat kamu bicara sambil mengedipkan sebelah mata mu pada ku, saat itu rasanya ingin sekali aku congkel mata mu"


seketika Ayana tertawa


"Ketika kaleng Coca-Cola nya melesat dikepala mu, aku ingin sekali tertawa terbahak-bahak di hadapan mu, seperti saat aku mengerjai Abang Hanif ingin sekali aku melompat kegirangan karena apa yang aku tendang sangat tepat sasaran"


Ayana terkekeh sambil menghapus air matanya dengan ujung jemari nya.


"Saat kamu bilang aku telah berbuat kesalahan karena mencuri mobil mu, saat bilang berapa banyak kerugian yang kamu tanggung Karena aku, ingin sekali rasanya aku menangis sesenggukan tanpa sebab dihadapan mu, tapi aku bukan type gadis yang gampang menangis, jadi ketika panik dan sedih melanda cekukan ku secara instan akan datang dengan sendirinya"


"Kau tahu apa yang aku fikirkan? kenapa aku ingin menangis dihadapan mu, padahal kamu bukan lah orang yang aku kenal, juga bukan orang yang penting dalam hidup ku"


"saat tiba-tiba kamu melamar ku dan bilang ayo kita menikah,kau tahu bagaimana perasaan ku? gelisah dan marah..!! aku kehilangan kata-kata"


"Saat aku mensyaratkan Islam di dalam lamaran mu kau tahu apa yang aku harapkan? kau akan jawab tidak, Karena hati ku juga masih ragu, aku hanya menerima tawaran itu demi menjauhkan diri ku dari sandi"

__ADS_1


"Lalu keraguan ku berangsur pudar hanya karena ucapan mu pada papa ku soal sudut pandang mu tentang cinta"


"Aku fikir tidak menyangka laki-laki seperti mu bisa secara gamblang mengartikan cinta dengan Sudut pandangan yang berbeda"


"Dan ketika kamu memeluk ku secara tiba-tiba hanya untuk melindungi diri ku, kau tahu bagaimana perasaan ku? pecah tiba-tiba, kamu membuat ku kehilangan kata-kata, kamu membuat ku takut untuk melangkah kedepan bersama"


"Ada saatnya kamu akan menyadari bahwa membuka lembar selanjutnya adalah perasaan yang paling membahagiakan di dunia. Karena kamu sadar ada sesuatu yang lebih berharga dalam buku tersebut daripada hanya berhenti pada lembar terakhirmu"


"Tapi aku punya sejuta ketakutan untuk membuka lembaran baru bersama mu, sebab aku takut ada hati yang telah terisi atau rasa sakit yang mendominasi"


"Sebab hal yang paling mengerikan di dunia ini adalah, ketika kau mencintai seseorang yang mungkin tidak benar-benar mencintai mu"


seketika air mata ayana kembali tumpah ruah, dia menangis sesenggukan.


"Maafkan aku, benar-benar maafkan aku karena membuat mu hingga begini"


"Aku benar-benar minta maaf karena membuat mu harus melewati masa-masa seperti ini"


"Jika kamu bangun, mari kita mencoba membuka lembaran baru nya, Semoga kamu menerima permintaan maafku dan biarkan diriku membangun hubungan baik denganmu"


Kemudian dalam waktu yang panjang tiba-tiba Ayana mulai memejamkan matanya, masih dengan posisi duduk, kepala bertangku di atas kedua lengannya di atas kasur dengan posisi wajah menghadap ke arah Gao.


sesekali masih tersisa isakan didalam tidurnya


tidak ada pergerakan yang cukup lama, hingga akhirnya jemari-jemari lembut Gao mulai bergerak satu persatu, Kemudian secara berlahan menyentuh ujung kepala Ayana dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2