
Saat suara monitor detak jantung nya terdengar mengeluarkan suara tidak stabil, Ayana terbangun dengan tiba-tiba, dia membulatkan matanya ketika melihat Gao Sepertimya mulai tersadar, memencet tombol merah di samping ranjang untuk memberitahukan para dokter jika pasien mulai sadar.
Tampak para dokter berlarian masuk ke dalam,mencoba untuk mengecek kondisi Gao. beberapa waktu mama, papa nya dan mama papa Gao masuk ke dalam, Abang Hanif tampak menunggu didepan pintu.
Ayana tampak panik, seperti biasa dia meremas tangannya, memutar jemari telunjuknya beberapa kali sambil menggigit bibir bawahnya dengan sejuta kekhawatiran.
Nadya yang melihat kegelisahan Ayana dengan cepat mendekati Ayana Kemudian menggenggam erat tangan gadis itu. Dia sebenarnya lebih merasa khawatir dan cemas, tapi dia berusaha untuk menghilangkan perasaan itu.
ingatannya soal dia dan suaminya dalam pejuangan dimasa lalu terpatri dikepalanya. soal kematian Aish dan kak Rian, soal Diana dan paman Heidi, soal Ibra dan semua tragedi yang terjadi, tembakan demi tembakan, saat dia dengan cepat menyelamatkan All dari tembakan hingga mengakibatkan koma yang panjang, perjuangan demi perjuangan dimasa lalu hingga membuat mereka menyatu. Dia fikir mungkin kah sejarah berulang? perasaan cinta serta ingin melindungi orang yang terasa begitu penting.
Dia tahu Gao bukan type laki-laki yang mau berkorban untuk perempuan, dibandingkan All putranya Gao bahkan lebih player dan sangat masa bodoh dengan perasaan perempuan, dia enggan terikat dan tidak pernah tertarik soal perempuan mana pun yang pernah datang didalam hidupnya, Gao lebih suka bersenang-senang, bahkan bisa dibilang dia benar-benar duplikat all lebih parah ditambah lagi 75% nya yang mungkin di ambil dari kakeknya.
Acapkali Nadya khawatir soal Gao, hingga sering meminta Frey untuk terus mengawasi nya, Gao lebih suka berhubungan 1x terhadap perempuan, dia type laki-laki yang enggan berhadapan 2x dengan orang yang sama.
Karena itu beberapa hari ini dia fikir, apakah Gao benar-benar telah memantapkan hati? dia takut Gao berdusta pada perasaan gadis imut dan cantik ini.
Dalam lamunan panjang nya, tau-tau dokter sudah menyuntikkan obat di selang infus Gao.
"Bagaimana?"
Nadya bertanya khawatir, menatap wajah dokter laki-laki itu dalam.
"Alhamdulillah semua baik-baik saja, dia telah melewati masa kritisnya"
seketika senyuman lebar mengembang di wajah nadya, sejenak Nadya melirik ke arah Ayana, senyuman lebar dengan bola mata berkaca-kaca tampak jelas di balik wajah gadis itu.
__ADS_1
"Efek obat tidurnya mungkin bertahan hingga beberapa jam kedepan, insyaAllah besok pagi sudah akan bangun"
Semua orang mengangguk-anggukkan kepala mereka.
"Alhamdulillah"
mama Ayudia tampak bicara sambil mengelus-elus dadanya pelan
Nadya mengelus lembur belakang kepala Ayana yang ditutupi hijab, Kemudian segera berjalan mendekati Gao
"Oh sayang.. kamu membuat mommy khawatir"
Nadya bicara cepat, kemudian mencium hangat kening putranya.
"Biarkan dia istirahat sayang, kita akan melihat nya bangun dalam kondisi bugar besok"
"Mau bergantian menjaga nya, Ayana?"
all bertanya Cepat ke arah calon mantu nya itu
Ayana cepat-cepat menggeleng
"Aku akan menjaga nya hingga besok pagi"
terlihat anggukan,kemudian semua orang kembali ke ruang tunggu depan.
__ADS_1
Ayana kembali mendekati Gao, menatap wajah itu dalam waktu yang sangat lama kemudian mendekati wajahnya ke arah gao
"Terima kasih banyak"
ucap nya pelan setengah berbisik dibalik telinga gao.
Beberapa kali dia menguap, melirik ke arah jam di dinding, masih pukul 3,30 pagi, mungkin dia bisa tertidur kembali sejenak hingga jam 6.
Dia kembali duduk di atas kursi dengan posisi wajah diletakkan di atas lengannya, posisi wajah nya tepat menghadap arah kepala Gao, dia menatap Gao Beberapa waktu sambil sesekali menguap. lantas secara berlahan matanya kembali terpejam.
Secara berlahan ada pergerakan di atas kasur, Gao secara tiba-tiba membuka bola matanya, Beberapa waktu kemudian memejamkan kembali mata nya. sejenak dia menoleh ke arah sisi kirinya, mata nya sedikit membulat saat menyadari siapa yang ada disampingnya.
Ayana tampak terlelap dengan wajah indahnya, sejenak Gao menaikkan sudut bibirnya, Bergerak berlahan mendekati wajahnya ke arah gadis itu, mencoba menatap wajah itu dalam untuk waktu yang cukup lama.
Kemudian entah kegilaan apa yang ada di fikiran nya, dalam hitungan detik dia secara berlahan mencium lembut bibir gadis itu dalam untuk beberapa waktu. Dia pasti sudah gila, gadis itu saja tidak ingin dia menyentuh tangan nya, tapi Gao malah mencium bibir nya didalam tidurnya.
"Terima kasih karena baik-baik saja"
ucapnya setengah berbisik
"Ngg"
Ayana Tampak bergerak, Gao dengan cepat membuang pandangannya, Kemudian tak terdengar lagi gumaman dan gerakan dari gadis itu.
sejenak Gao tersenyum geli, mencoba mengangkat tangannya sambil menyentuh pelan keningnya.
__ADS_1
"Ini gila"
ucapnya sambil kembali mengembangkan senyuman nya