
Saat Gao selesai mandi, Ayana menarik lembut tangan nya.
"Kenapa sayang?"
Gao menaikkan alisnya
"Mau lagi?"
goda nya sambil menyentuh pipi Ayana
Ayana tersenyum manis menatapnya lantas menggeleng pelan
"Kamu tahu "
ucapnya pelan
"Yang kita lakukan tadi itu, nama nya syahwat"
Ayana bicara pelan, menuntun Gao agar duduk di tepian ranjang mereka
"Hmm"
Gao mengangguk perlahan sambil menatap dalam bola mata ayana.
"Dalam bahasa Melayu, 'nafsu' bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (\=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan ber..se..tubuh"
Seketika hati Gao bergetar mendengar nya, Dan itulah dia yang selama ini.
"Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab"
'Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak"
"Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha"
"Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lazat (id:nikmat); berahi"
"Dan itu adalah hadas besar, karena saat melakukan pe..le..Pasan..tadi kita berdua mengeluarkan Ma..ni.. bukan money yang berarti uang tapi ma..ni"
"Ma..ni?"
"Saat kli..Mak..s ada cai..ran yang tumpah, itu disebut ma..ni"
"Ahh"
__ADS_1
Gao mengangguk pakan tanda paham
"karena itu kita mesti Mandi junub atau mandi besar wajib, itu syarat mutlak dilakukan dalam kondisi tertentu seperti setelah haid, ber..hubungan int..tim, keluarnya air ma..ni, keluarnya darah nifas yaitu darah yang keluar dari rahim saat melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas keluar selama 40 hari setelah melahirkan"
Ayana terus menjelaskan dengan lembut
"Sebab di Dalam Islam setelah menunaikan syahwat, kita mesti melakukan mandi junub atau mandi wajib"
"Sesuai istilahnya, mandi wajib adalah proses pembersihan fisik yang sifatnya wajib bagi seorang muslim. Tujuannya adalah untuk membersihkan tubuh dan mensucikan diri kembali dari hadas besar. Tata cara mandi wajib pun sudah ada kaidahnya sendiri, jadi harus dilakukan dengan benar"
kemudian Ayana menarik lembut tangan Gao
"Kemarilah, kita akan mensucikan diri"
Ayana menuntun Gao dengan penuh kesabaran, terus menatap laki-laki itu sambil tersenyum senang.
Beberapa kali melakukan kesalahan saat Ayana mengajarkan bacaan niatnya.
""BISMILLAHIRAHMANIRAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA'ALA"
"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala."
Saat mendengar Gao merasa kesulitan mengikuti bacaannya, Ayana hanya tersenyum, Beberapa kali mengajarkan Gao dengan sabar.
"Apakah sesulit itu di dalam Islam?"
Tanya Gao bingung
sejenak Ayana menggelengkan kepalanya
"Tentu saja tidak, karena kamu adalah seorang pemula rasanya memang sangat sulit sekali, tapi lama-lama akan terbiasa"
Ayana bicara sambil meminta Gao duduk di samping ranjang
"Kemarilah"
Dia meminta Gao untuk duduk mendekat, Gao menurut, duduk dilantai bawah sedangkan Ayana di atas kasur.
"Seperti saat kita masih kecil, sekolah dari TK, SD, SMP hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, semua pelajaran akan semakin terasa mudah seiring bertambahnya usia"
Gao mendengar kan perkataan ayana, yang mengajarkan dirinya secara halus dan lembut. Tidak marah bahkan membentuk ,tidak mendesah atau mengeluh.
Dia fikir bukankah gadis..ah tidak dia telah menjadi perempuan yang sempurna setelah apa yang telah dia lakukan tadi? bukan kah perempuan ini terlalu lembut dan baik? bahkan dia belum pernah bertemu dengan sosok perempuan seperti ini sebelumnya.
__ADS_1
sejenak Ayana menyentuh dada Gao dengan tangan kanannya.
"InsyaAllah Semua nya akan mudah selama kamu melakukan nya dengan hati"
"Seperti sebuah hubungan, yang menuntun kita adalah hati, Seperti itu juga cara nya mempelajari Islam, dengan hati kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan dan InsyaAllah semua akan di mudahkan"
Setelah itu ayana dengan lembut meletakkan handuk dikepala Gao, mengusap rambut itu pelan untuk mengeringkan nya.
Lalu bagaimana mungkin aku bisa menyakiti perempuan seperti ini?
Bagi Gao tidak ada yang pernah bicara dengan nya selembut ini, bahkan tidak ada yang pernah bicara dengan nya dari hati ke hati seperti ini kecuali mommy Nadya nya dalam seumur hidupnya.
Hidupnya yang menganut paham bebas, bertindak sesuka hati, dia type laki-laki yang cenderung kasar, tidak pernah peduli perasaan perempuan, di kejar oleh makhluk yang bernama perempuan itu seperti makanan sehari-hari, tapi tidak pernah dia temukan yang seperti ini, Semua nya selalu sibuk mengajak nya Ber..cin..ta, setelah itu meminta bayaran yang setimpal. Tapi Ayana, setelah sesi panas mereka, malah dengan sabar menuntunnya pada nilai kebaikan, Dengan lembut berkata
hawa nafsu biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan ber..se..tubuh.
Tentu saja hawa nafsu itu perkara yang tidak baik, tapi kenapa kemarin seolah-olah dia menganggap nya baik???
"Mama pasti mengerti, mereka pasti menunggu saat jam sarapan pagi"
bisik Ayana tiba-tiba, sambil tangan nya masih dengan lembut mengeringkan rambutnya
"Matahari belum terbit,masih pukul 1/2 6 lebih, mari kita menunaikan sholat subuh, sayang"
bisik perempuan itu lagi ditelinga nya
Gao menoleh pelan
"Semakin kamu dengan dengan Allah, semakin kamu dekat dengan hati ku"
senyuman manis itu mengembang begitu sempurna, tampak begitu indah dilihat mata.
Gao mengangguk
Ah entahlah, adakah yang lebih menyejukkan telinga dan kepalanya dari pada ucapan lembut sang istri saat ini?
Aku fikir tidak ada
*******
Catatan \=
Keterangan dari berbagai sumber + Hati outhor
__ADS_1