
3 Tahun sebelumnya
"Makkkk"
teriakan melengking ditengah malam memecahkan kesunyian, saat seorang pria menyeret paksa seorang wanita berusia 35 tahun itu dengan buas luar biasa, rambut indah tergerai nya di Jambak dengan kasar, terus diseret dari dalam kamar hingga ke ruang tamu .
Rumah kumuh itu menjadi saksi bisu, para tetangga Tampak diam tidak berani sama sekali untuk membantu. Diam adalah pilihan bijak, atau membantu sama dengan memilih ajal menjemput sebelum waktunya.
Seorang gadis muda berusia belum ganjil 17 tahun itu menangis histeris, memegang pinggang pria itu sekuat tenaga.
"Jangan pak, jangan...."
pria itu dengan kasar menghempaskan tubuh anak gadis itu ke belakang, terpental hingga beberapa meter dan menghantam dinding rumah reot Itu.
"Bram..Bram.. jangan lakukan ini, aku sudah tidak kuat lagi"
wanita itu menangis histeris, mencoba melepaskan cengkraman tangan pria itu dari rambutnya.
"Layani tamu nya, dapatkan uang nya baru pulang"
"Aku tidak mau lagi Bram, aku sakit Bram, aku sakit"
semakin besar penolakan, artisnya semakin besar siksaan yang datang.
"Mami dalam perjalanan kemari, dia sudah sangat marah sekali"
"Aku sakit Bram, aku sakit"
wanita itu terus menangis
"Hutang-hutang mu lebih penting dari nyawa mu"
"Pak... pakkk.. jangan lakukan itu"
gadis kecil tadi kembali beringsut, menahan sakit merangkak mendekati pria tadi, memegang erat kakinya sambil terus menangis.
"Gila...gila..."
__ADS_1
tiba-tiba seorang wanita cantik dengan dandanan menor dan pakaian seksi menyeruak masuk ke dalam rumah kumuh itu, menatap kesal kearah wanita didalam sana.
"Mami"
wanita itu menangis, mencoba mendekati sang wanita menor yang dipanggil mami.
"Kau tahu hutang mu huh?"
"Aku tahu, aku tahu, aku akan mencari nya dengan cara lain, aku benar-benar sedang sakit, aku tidak bisa lagi bekerja menjual diri mami"
yang dipanggil mami menepuk-nepuk tanagn nya, tertawa terbahak-bahak.
hahahaha
"Bram waktu dia meminjam uang bagaimana?"
"Hmm hmm"
sang pria berdehem
Suara ejekan itu terdengar begitu menyakitkan, wanita itu menangis terisak.
"So? kau ingin lari dari janji-janji mu?"
sang mami bicara, mencoba duduk di kursi sofa butut yang jelas tidak halal untuk dia duduki rasanya.
"Mak benar-benar sakit, Mak sakit mami"
gadis kecil tadi bicara sambil beranjak menuju ke kaki sang mami.
Mami itu menyentuh dagu gadis itu dengan keras
"200 Juta dijaman sekarang bukan hal yang enak dicari, kalau jadi pelacur biasa kau fikir berapa tahun baru bisa mengumpulkan semuanya huh?"
Nada bicara wanita itu terdengar mengerikan
"Sekarang manusia yang kau panggil Mak ini, bilang akan membayar nya dengan cara lain, pakai apa? daun? kertas? atau jadi pengemis dijalanan?"
__ADS_1
"Kalau Santi tidak bisa, anak nya cukup bisa di andalkan"
tiba-tiba pria tadi bicara cepat, melirik ke arah mami sambil menyeringai kan senyumannya.
Jelas wanita yang dipanggil Santi terkejut, Langsung meraih tubuh anak gadis nya secepat kilat.
sang mami ikut menyeringai, menatap baik-baik wajah cantik didepan nya itu.
muda, belum 17 tahun, bola mata coklat dengan iris biru, rambut pirang dengan kulit putih bak porselen, keturunan Eropa-aceh, dan seorang perawan.
"Rinto "
wanita itu berteriak ke arah depan, seorang laki-laki melesat masuk
"Angkat anak nya, bawa dia ke klub malam utama,dia akan jadi bintang tahun ini"
"Mami...mami.."
"Makkk..."
suara teriakan kembali melengking disepanjang malam, pukulan keras menghantam tubuh wanita itu, sang anak gadis diseret paksa masuk kedalam mobil, dibawa tanpa perasaan menuju ke klub malam paling elit di pusat kota Jakarta.
*******
Tuhan dimana engkau?
masihkah terdengar doa ku dibalik sana? aku hanya manusia biasa, ingin hidup yang sama seperti mereka, bercengkrama, sekolah, bermain bahkan menikmati hidup layaknya anak seusia ku, tapi kenapa? kenapa engkau meletakkan manusia seperti ku ditempat sampah paling hina di muka bumi ini dengan cara yang salah?
Suci Adelia
********
catatan \=
season novel suci akan di buat berbeda
akan ada kisah dia yang membuat hati mu terenyuh karena nya, ada kisah manis yang membuat dia tahu jika didunia ini masih ada yang nama nya cinta, meskipun dia liar, dia seorang wanita yang masih punya hati nurani dan cinta.
__ADS_1