Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Cinta yang kokoh


__ADS_3

Gao tampak berdiri sambil sibuk mengupas buah-buahan yang ada dihadapannya, sesekali melirik Ayana yang meminum obatnya. Mereka baru 1 Minggu keluar dari rumah sakit dan Gao fikir sudah sangat membuat nya bersyukur banyak.


Sehat wal'afiat dan tetap cantik dipandang mata.


"sayang"


Ayana bicara pelan, berusaha beranjak dari tempat tidurnya


"Hmm"


Gao menjawab pelan, menoleh ke arah Ayana.


"Uppsss"


Gao langsung melesat ke arah Ayana, menggendong tubuh itu dengan cepat


"Mau kemana?"


"Kekamar mandi"


Gao langsung merengut


"Kan sudah aku bilang, biar aku bantu hmm"


"Aku selalu merepotkan mu"


"aku suami mu, tentu saja harus selalu di repotkan dalam banyak hal"


oceh Gao sambil tertawa renyah, kemudian membawa Ayana kekamar mandi.


"Apa kau mencintaiku?"


pertanyaan absurt Ayana jelas terdengar tidak masuk akal di telinga Gao.


"Tentu saja, memangnya hubungan kita berjalan tanpa cinta dari ku? oh sayang, kau tidak tahu betapa aku tergila-gila pada mu hmmm"


Ayana terkekeh


setelah berkata begitu Gao meletakkan Ayana ke atas closed

__ADS_1


"Mau buang air kecil atau besar?"


"Ishhh kamu membuat ku malu"


"Oh ayolah sayang, bagian tubuh mana yang belum aku lihat?"


goda Gao cepat


"Jangan menggoda ku, kalau bangun aku belum bisa melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang istri"


Gao tersenyum, duduk dihadapan Ayana, menautkan kening mereka.


"sayang.."


ucapnya pelan


"Hmm"


"Semua akan baik-baik saja, percaya lah semuanya akan baik-baik saja"


ucap Gao pelan, memeluk Ayana sejenak dengan hangat.


Ayana mengangguk-anggukkan kepalanya.


*******


"Kenapa harus berbohong?"


Saat gao menyuapi Ayana dengan buah-buahan, tiba-tiba kata-kata itu keluar begitu saja dari lisan nya.


Seketika Jantung nya berdegup dengan kencang, bukan karena jatuh cinta, melainkan karena sebuah ketakutan jika sang istri mukai menyadari kenyataan.


terpatri ucapan dokter Arisa kemarin


Ayana akan tahu soal ini cepat atau lambat


"Sayang maksud kamu apa?"


"Meskipun koma, hari itu Indra pendengaran ku masih berfungsi dengan cukup baik, kita sudah tidak mungkin memiliki anak kan?"

__ADS_1


Tiba-tiba bola mata Ayana berkaca-kaca, menatap dalam bola mata Gao.


"Kamu memilih untuk melepaskan nya!"


Setelah berkata begitu Ayana terisak, kemudian menangis meraung-raung, memukul dada Gao berkali-kali dengan tangan kecilnya.


"Kenapa.. kenapa...?"


"Ayana..."


Suara Gao tercekat, tenggorokan nya seakan-akan barusan di sempal oleh sesuatu yang sangat menyakitkan, dadanya seolah terhimpit batu besar yang sangat menyesakkan.


"Aku sudah tidak sempurna..aku sudah tidak sempurna"


Jerit nya histeris, mencoba terus memukul dada Gao Berkali-kali


"Lihat aku, hey lihat aku"


Gao menangkupkan tangan nya di wajah cantik Ayana.


"Kamu masih muda, belum 23 tahun, perjalanan kisah kita masih panjang, aku sudah bicara pada dokter dan mereka bilang ada cara"


Gao bicara cepat, menghapus lembut air mata Ayana dengan jempol kiri kanannya, 4 jari lain kiri kanannya memegang erat belakang kepala Ayana.


"Bukan kah ini salah satu cobaan? masih sedikit, mungkin akan ada yang lebih berat lagi hmm'


"Ada yang menunggu hingga puluhan tahun pada akhirnya bisa memiliki anak"


"Tapi aku berbeda Gao"


"Tidak, sama sekali tidak berbeda, kita akan mencari cara, ada banyak metode kedokteran yang belum kita ketahui, kita akan mencoba semuanya hingga berhasil hmm"


Ayana tampak diam, menyisakan sedikit isakan di dalam suaranya.Gao langsung memeluk nya erat, memejamkan matanya secara berlahan.


"Semua akan baik-baik saja, kita akan mencoba mencari jalan hmm... bukankah sebaik-baiknya pengatur adalah diri NYA?"


Gao jelas menyimpan sejuta keyakinan, dibalik gelap akan terbit siang, bintang tidak akan selalu menjadi gelap. Allah tidak tidur, dia jelas menyakini itu sejak awal didalam hatinya.


ini hanya sebentuk ujian yang akan semakin mengokohkan cinta nya pada Ayana.

__ADS_1


__ADS_2