Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Keputusan telak nadya


__ADS_3

"Sayang, sayang"


sebuah tepukan lembut dari tangan seseorang menyadarkan Ayana, secara berlahan dia membuka matanya, rasa sakit di kepala nya masih tersisa jelas. terlihat Gao menatap nya dengan sejuta kekhawatiran, mencoba mengambil minum lantas memberikan pada Ayana secara berlahan.


"kamu membuat ku khawatir sayang, ada apa?"


sejenak Ayana menoleh ke kiri dan kekanan, tampak beberapa orang berdiri dan duduk panik mengelilingi Dirinya, dia agak kaget karena ada 1 laki-laki asing diantara Mereka, dengan gerakan refleks Ayana menyentuh kepalanya, sejenak senyumnya mengembang sang suami memakai kan dia hijab rupanya.


"Mommy?"


mommy Nadya dengan cepat menggenggam telapak tangannya


"Ada apa? semalaman kamu pingsan, Gao benar-benar kebingungan, menghubungi kami karena panik"


Ayana tampak mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi, dia hanya merasa kepalanya tiba-tiba menjadi sakit setelah tahu soal sesuatu dimasa lalu. Dan Nama hill terdengar sangat tidak asing di telinga nya.


"Kakak ipar"


seorang gadis seusia nya bicara cepat mengejutkan fikiran nya, dia mirip Frey tapi terlihat sedikit berbeda dari cara berpakaian dan model rambutnya.


"Ini kembaran Freya, Nadine"


mommy Nadya bicara cepat


"ah"


Ayana mengangguk pelan pantas rasanya berbeda, Frey lebih imut dan ke kanak-kanak'an sedangkan Nadine tampak lebih dewasa dan cantik. dengan cepat Ayana mencoba membenahi posisi nya dengan cara duduk, Gao membantu nya pelan.


tampak seorang laki-laki menyunggingkan senyuman nya, dan seorang gadis melambaikan tangan padanya


"itu sanna dan Neil, anak bibi shaikha"


bisik Gao lembut


"oh"


Ayana merapat kan kedua tangan nya kemudian sedikit menundukkan kepalanya.


"Apakah masih ada yang sakit? mommy fikir sesuatu yang buruk terjadi"


ucap Nadya cepat masih terus menggenggam tangannya, kemudian membelai lembut rambut Ayana.


"Oh Kamu terlihat pucat"

__ADS_1


"tidak apa-apa mom, mungkin hanya kelelahan"


ucap Ayana cepat


sejenak Nadya menoleh ke arah Gao


"Kau menggempur nya hingga kelelahan?"


Nadya melotot ke arah putra nya


seketika Gao terkejut kemudian menelan salivanya.


"Itu tidak seperti yang mommy fikirkan"


ucap Gao Cepat


Masa iya hingga pingsan?


fikir nya


mendengar itu, wajah Ayana secara spontan memerah.


kenapa jadi sampai kesana


"oh ayolah mom, tidak seperti itu"


Nadine terkekeh diikuti sanna, neil malah bersiul.


"Lalu kenapa bisa sampai pingsan? apa itu tidak aneh?"


Gao jadi serba salah


"oh ayolah mom, ini tuduhan tidak mendasar"


"Tubuhnya begitu kecil dan imut, sedangkan kamu, oh God"


keluh nadya sambil membandingkan tubuh Gao dan Ayana


"Mom"


jelas saja Gao mengeluh tidak percaya, dia benar-benar merasa menjadi tersangka utama, sedangkan Ayana merasa semakin malu, ingin sekali menenggelamkan tubuh nya saat ini juga dan menutup selimut ke seluruh tubuh serta wajahnya.


"Survei membuktikan"

__ADS_1


ucap Neil sambil mengedipkan sebelah matanya pada Gao


"Oh yang benar saja"


Gao jadi serba salah, kemudian berbisik pada Ayana


"Apa seperti itu sayang? apakah terlalu bringas ?"


dalam sekali gerakan, Ayana mencubit pinggang Gao.


"Ishhh"


"aku tebak Iya"


ucap Hanna terkekeh


"itu berarti kamu harus cuti menyentuh ayana hingga 1 minggu penuh"


ucap Nadya


"Dia akan tinggal di mansion utama hillatop bersama mommy"


"what?"


jelas saja Gao kaget


Cuti 1 Minggu yang benar saja, mereka tidak bertemu hampir 4 hari karena Tristan, kali ini mesti cuti lagi 1 Minggu?


Oh tidak


batin Gao


"Kamu tidak keberatan bukan,sayang?"


Gao melirik ke arah Ayana, berusaha memberi kode pada sang istri.


Ayana malah tersenyum, kemudian menggeleng.


"Tentu saja mom"


jelas semua orang terkekeh


Oh my God

__ADS_1


sepertinya semua orang sedang ingin mengerjainya, termasuk sang istri.


__ADS_2