Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Perempuan makhluk paling lembut hatinya.


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak pernah pulang ke rumah Morena?"


Satu hari Ayana bertanya tiba-tiba setelah mereka menyelesaikan makan malam bersama.


Gao menghela nafasnya pelan.


"Bukankah konsep pernikahan antara kamu dan aku, antara Morena dan aku sudah berbeda sejak awal sayang?"


Gao bicara mendekati Ayana, dengan lembut tangannya menyentuh wajah sang Istri.


"Konteks nya, kesepakatan nya kita hanya menyelamatkan martabat nya, InsyaAllah menunggu keturunan nya"


keturunan Morena dan ahran


batin Gao


"Aku tidak bisa menunggui nya, karena hakikatnya istri yang aku tunggui adalah kamu, seperti rasulallah yang hanya tinggal bersama Aisyah binti abu bakar, rasulallah jelas tidak menunggui satu bahkan semua istri yang dia selamat kan martabat nya kan?"


'Kecuali dia berkunjung untuk makan atau minum madu"


"Agar tidak ada kecemburuan yang terjadi seperti cerita para istri Rasulullah, maka aku sejak awal telah memutuskan untuk tidak menungguinya"


Ayana tampak menelan salivanya, dia sedang merasa gundah gulana, keputusan kemarin rasanya terlalu bodoh, kemudian setelah melihat kejadian kemarin malah membuat hati nya sakit dan Rasa cemburu menjadi bertalu-talu.


Jika sekarang dia minta Gao menceraikan perempuan itu bagaimana?


Ayana jelas benar-benar ingin menangis saat ini rasanya, tapi dia membuang semua perasaan nya.


Gao mengulum senyum melihat ekspresi Ayana.


"Kenapa hmm? apa aku harus kesana malam ini?"


Gao mencoba menggoda Ayana, ingin melihat wajah cantik itu berubah cemburu.


"Ishhh"


Ayana tampak mendengus, tapi benar saja, wajahnya mulai menjadi mendung, bola matay langsung berbinar-binar.


Gao Masih ingat saat hayat menghubungi Dirinya semalam, ucapan hayat membuat dia ingin tertawa tiap kali melihat Ayana.


"Ayana menghubungi ku, menangis dan berkata dia Cemburu"


"Ya?"


"Kau keterlaluan yakk, kau tertawa terbahak-bahak dengan perempuan lain lalu menyentuh kepalanya"


Gao tampak berfikir

__ADS_1


"Kapan?"


"Kau terlalu romantis pada Morena saat di toko pakaian"


Gao mencoba mengingat-ingat.


ahhh jadi karena itu dia terus merengut hingga malam?


"Itu tidak seperti yang Ayana lihat, kami membicarakan soal ahran karena merasa lucu jadi tertawa terbahak-bahak, lalu aku berkata pada Morena sebagai seorang paman atau bahkan lebih mirip ayah yang meminta putri nya baik-baik lah dengan pernikahan nya bersama ahran, tidak melebih-lebihkan hayat"


"Ckckckckck tapi Ayana tetap lah seorang perempuan Gao, dia hanya tahu Morena adalah madu nya, dan jelas dia cemburu"


"Baiklah, aku patut berbangga ketika dicemburui"


Gao terkekeh


"Hei Gao,apa kau bercanda?"


suara hayat terdengar dongkol


"Tidak, hanya saja Ternyata begitu rasa dicemburui istri"


"Kau ini"


"Aku belum pernah melihat dia marah atau bahkan cemburu selama 6 tahun kami menikah, ternyata dia begitu imut sekali ketika menampakkan ekspresi marah disebabkan oleh cemburu"


terdengar helaan nafas hayat dari seberang sana.


"Kau benar-benar mencintai Ayana Gao?"


"sangat sulit untuk aku ungkapkan dengan kata-kata, cukup dengan tindakan dan Ayana paling tahu bagaimana diri ku"


"Baiklah, magic apa yang Ayana lakukan hingga sang Casanova benar-benar mampu hanya mencintai 1 perempuan?"


Hayat terkekeh, Gao ikut tertawa renyah.


"Itu bukan magic, itu karena dia mampu menyenangkan hati ku dalam segala kondisi"


ucap Gao cepat


"Mungkin benar hakikat nya semua istri punya cara masing-masing untuk menyenangkan suami mereka, dan Ayana selalu punya cara menyenangkan hati ku"


"Dan bukan persoalan tentang menyenangkan dalam artian menjurus ke hal yang hanya bersifat hasrat semata, tapi dia benar-benar istri yang tahu bagaimana menyenangkan suami nya"


"Contohnya?"


Gao tertawa pelan

__ADS_1


"Itu sesuatu yang tidak bisa aku umbar, rahasia rumah tangga, sama seperti aib yang tidak pantas dibagi, perihal kesenangan dalam berumah tangga pun tidak layak di bagi atau bahkan di umbar kan"


"Ckckck kau ini"


Secemburu itukah Ayana?


fikir nya.


"Kalau kamu meminta aku tidur disana, aku akan pergi malam ini"


dan jelas saja,bola mata istrinya menjadi memerah, seketika membalikkan tubuhnya dsn mencoba menghindari pandangan nya dari Gao


"Kamu boleh menginap"


setelah berkata begitu, Ayana langsung mencoba melesat pergi naik ke arah tangga.


oh God padahal dia hanya bercanda.


seketika rasa menyesal menyelimuti perasaan Gao.


"Sayang, hey"


Gao bicara Cepat, mengejar langkah Ayana, menarik tangannya lembut agar dia berbalik dan tubuhnya masuk ke pangkuan nya.


"Ada apa?"


Tanya Gao pelan


"Aku hanya bercanda, aku tidak pernah berfikir untuk kesana sayang"


Ayana malah menangis terisak didalam dadanya.


Oh sayang.


Kenapa kalian acapkali ceroboh dalam mengambil keputusan? sudah tahu kalian para kaum perempuan begitu lembut dan rapuh hatinya, tapi tiap kali bertindak selalu tergesa-gesa tanpa berfikir 2-3 kali.


Setelah menggebu berkata menikahlah lagi, tiba-tiba menyesali diri dan berharap waktu bisa diputar kembali.


"Coba lihat, terlihat sangat jelek sekali kalau menangis"


"Aku baru tahu kalau istri ku cemburu hmm"


ucap Gao sambil menyentuh hangat wajah Ayana


"Jangan bersedih hati hmm, tidak ada Ayana lain di hati ini, hanya ada yang satu ini saja"


Gao bicara menyentuh lembut dada Ayana.

__ADS_1


Gao mengulum senyum saat menyadari betapa kencang nya detak jantung sang istri dibalik tangan nya itu.


__ADS_2