
Bang..sat...
jelas sandi mengumpat, dia fikir Ayana terlalu pandai membohongi dirinya, selalu dan selalu dia gagal mendapatkan gadis itu dengan jutaan cara.
Saat Ayana menawarkan pernikahan agar disegerakan, jelas terlihat betapa bahagianya dirinya, dengan penuh perasaan menggebu dia jelas-jelas langsung mempersiapkan semuanya agar dapat berjalan sesuai keinginan malam ini juga mengucapkan ijab Kabul dan memiliki Ayana secara utuh, setelah itu jelas tidak akan ada lagi yang berani mengganggu mereka, bahkan penerus hillatop itu sekalipun.
ketika Ayana bertanya soal cincin pernikahan pun, dia merasa dengan bodohnya dia mencari cincin itu dan menunda sejenak waktu mereka
"Kamu tidak menyiapkan cincin pernikahan nya"
"Ah aku hampir lupa, kita harus menunggu sejenak sayang"
tapi ternyata gadis itu sedang merencanakan sesuatu, dia benar-benar merasa dibodohi oleh Ayana. karena kecerobohan orang suruhannya setelah mengambil cincin di mobil nya, lupa menutup pintu depan hingga membuat Ayana dalam hitungan detik melesat pergi melarikan diri.
Bang..sat..!!!
umpat nya
"Dapatkan gadis itu bagaimana pun caranya, hidup atau mati"
kali ini bola matanya benar-benar menggelap, yah dia fikir hidup atau pun mati, sebab batas kesabaran nya telah melampaui pemikiran nya saat ini.
Tapi saat dia akan melesat pergi untuk mendapatkan Ayana, siapa sangka Hanif dan gaohan sang penerus hillatop sudah berada tepat dihadapannya, dia fikir bagaiamana caranya 2 manusia itu bisa menemukan mereka. dan lagi-lagi sandi mengeratkan rahang nya, ini pasti cara Ayana.
buggg
sebuah pukulan telak mengenai rahang sandi, Hanif tampak begitu marah, dia memukul sandi secara bertubi-tubi
__ADS_1
"Bangsat kamu san"
"Agar kamu bisa menikah dengan Ayana, kamu menjebak ku malam itu"
"Kamu tahu 2 bersaudara tidak bisa menikah dengan 2 saudara lainnya, kamu mencari cara bagaimana agar pernikahan kami gagal hingga kami bisa menikahi Ayana"
"Niat mu menjebak ku dengan Dyah, tapi perempuan itu tahu rencana busuk mu"
"hebat nya Rayuan maut mu lagi-lagi bisa membuat Dyah percaya, tapi Dyah tetap tidak mau tidur dengan ku, kemudian menjebak ku dengan gadis yang tiba-tiba ada disamping ku"
buggg
Hanif kembali memukul sandi berkali-kali, Beberapa kali tepat mengenai wajahnya, beberapa kali mengenai rahang dan bibirnya.
"Brangsat kamu san, bangsatttt"
teriakan penuh amarah dari Hanif terdengar keseluruh penjuru hutan
sedangkan sandi pada akhirnya mencoba melarikan diri dengan mobilnya
*******
Jika aku tidak dapat memiliki mu, maka tidak seorang pun yang boleh memiliki mu
Sandi
Ayana yang terkejut melihat mobil yang di kendarai sandi jelas mencoba memutar arah, tapi rupanya mobil yang sandi kendarai tiba-tiba melesat dengan kecepatan penuh kearah nya, jelas saja Ayana secara spontan membulat kan matanya, dia terkejut setengah mati dan secara tiba-tiba mati langkah, saat silaunya lampu mobil itu menyilaukan matanya, dalam gerakan refleks tangan Ayana mencoba menutupi wajahnya, matanya terpejam dan dia tampak pasrah
__ADS_1
ciitttttt
suara mendecit....mobil itu cukup memekakkan telinga, Ayana telah bersiap dengan sejuta kemungkinan, hingga tiba-tiba tubuhnya terasa dipeluk erat oleh seseorang
Brakkkkk
terasa hantaman keras menerjang dirinya, tapi anehnya dia sama sekali tidak merasa sakit, hanya tiba-tiba tubuhnya terasa terhempas kelantai namun kelas sebuah tangan kekar terus mencoba melindungi tubuh dan Kepala nya
Ayana mencoba membuka matanya, tampak Gao tengah memeluk erat tubuhnya, darah segar mengalir dari pelipis nya.
"Aku mendapatkan mu, baby?"
kemudian laki-laki itu tersenyum kecil, sejurus kemudian matanya terpejam
Ayana terperangah
"Gao..Gao.."
Ayana bagai kehilangan kata-kata, mencoba beranjak, melepaskan pelukan Gao kemudian mencoba menepuk-nepuk wajah gao
darah ada dimana-mana, bahkan tangan Ayana sudah penuh dengan lumuran darah, dalam hitungan detik air matanya tumpah
"Gao.. bangun.."
tapi laki-laki itu tidak bergeming sama sekali
sejurus kemudian Ayana menjerit histeris
__ADS_1
"Gaooo......Tidakkkk......"
jeritan itu memenuhi jalanan sepi yang diselimuti kabut malam serta kegelapan, keheningan malam mencekam diiringi semilir angin dingin yang meluluh lantakkan tulang.