Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Bukan laki-laki sempurna namun terus Mencoba untuk memantaskan diri nya


__ADS_3

Ayana menyentuh wajah Gao sejenak, kemudian tiba-tiba menghilang ke arah kamar mandi membawa beberapa peralatan cukur.


"Kemari"


ucap ayana pelan sambil mengoleskan cream ke wajah Gao dengan berlahan.


"Tidak suka melihat ku ditumbuhi banyak bulu-bulu?"


goda Gao sambil merapikan rambut Ayana


"Lebih rapi tanpa jambang dan kumis"


"hmm"


Gao mengangguk pelan


"Katakan pada ku,apa yang paling kamu suka dari ku?"


"Nggg sejauh ini?"


Gao mengangguk pelan


Ayana tampak berfikir


"Semua nya aku suka"


"Sayang, bukan begitu maksud nya"


Ayana terkekeh kemudian menyentuh dada Gao

__ADS_1


"Pada dasarnya setiap pasangan suami istri itu saling memiliki kekurangan, dan paling aku sukai dari kamu adalah, sosok yang melengkapi kekurangan ku"


"Aku lah yang beruntung disini, kamu yang melengkapi kekurangan ku"


ucap Gao cepat


Ayana kembali tersenyum


"Itu artinya karena kita merasa pasangan kita saling melengkapi"


"Sebab pada hakikatnya Menikah itu tidak cukup hanya dengan saling menyukai atau mencintai, tapi juga harus saling melengkapi"


"Tidak sekedar menerima kelebihan tapi juga harus bisa menerima kekurangan"


Ayana bicara sambil mencukur lembut jambang Gao secara berlahan


"Tapi jangan sampai salah, yang dimaksud dengan saling melengkapi itu bukan berarti mencari pasangan yang memiliki apa yang tidak kita miliki. Jangan Sampai muncul anggapan, bahwa "Si Berantakan" harus menikah dengan "Si Rapi",misalnya"


"Coba bayangkan jika nantinya kedua pasangan akan bertengkar karena yang satu suka kebersihan sedangkan yang satu tidak suka, berarti yang suka kebersihan akan terus bersih-bersih dan yang satu diam saja karena beranggapan 'kekosongan' yang ia punya telah dilengkapi"


"Saling melengkapi pasangan masing-masing setelah pernikahan bukan berarti kita pasrah dengan kekurangan pasangan dan mencoba ‘menambalnya’ dengan kemampuan kita. Tetapi, justru bagaimana kita saling membantu untuk bisa lebih baik di setiap harinya setelah bersama. Karena hakikat dari pernikahan adalah untuk saling belajar dan terus memperbaiki diri"


Gao tampak diam, mendengar kan ucapan Ayana yang tangannya masih terus membersihkan jambang nya, memperhatikan wajah lembut itu penuh arti.


"Ada kah sifat ku yang tidak kamu sukai,sayang? agar aku bisa belajar dan terus memperbaiki diri?"


Tanya Gao sambil memutar pelan rambut Ayana yang tergerai indah, mengelus lembut wajah nya beberapa waktu.


alih-alih menjawab ayana malah tersenyum, kemudian menatap dalam bola mata Gao

__ADS_1


"Kamu tahu Gao? mungkin kamu tidak menyadari nya, ada sesuatu yang selalu membuat ku begitu dihargai setiap kali bicara dengan mu"


Gao menaikkan alisnya


"Contoh nya?"


Ayana tersenyum


"Kamu seorang pendengar yang baik"


"Dalam sebuah pernikahan, semua orang ingin didengar. Apabila pasangan dalam perkawinan bermasalah, seringkali tidak saling mendengarkan secara efektif"


"Ketika seseorang tidak merasa didengarkan, orang itu tidak membagikan bagian paling intim dari dirinya. Itu karena dia tidak ingin ada kesalahpahaman. Namun sebaliknya, ketika seseorang merasa didengar, pembicaraan akan semakin dalam"


"Dan kamu selalu membawa kita menjadi lebih intim setiap kali kita melakukan pembicaraan"


"Awalnya aku berfikir kamu hanya berusaha fokus mendengarkan sesuatu yang mungkin tidak begitu penting, mungkin fikiran mu akan terpecah kemana-mana, menyela ketika aku bicara atau bahkan akan berkata Maaf bisa di ulangi lagi"


"Tapi rupanya kamu memang benar-benar seorang pendengar yang baik, merespon dengan mata yang terus fokus dan balasan yang sangat baik, kemudian kamu acapkali akan membahasnya beberapa kali karena takut salah persepsi"


"Disitu aku selalu merasa dihargai tanpa kamu sadari sama sekali"


Bola mata Gao tampak berkaca-kaca, dia fikir dia selalu berusaha menjadi pendengar yang baik karena apapun yang disampaikan sang istri benar-benar luar biasa, mendidik dan membuat dirinya belajar tentang hal-hal baru yang belum dia ketahui selama ini.


Lalu entahlah, setiap nasehat dan ucapan yang keluar bagaikan candu yang selalu ingin dia dengar, ingin dia susun didalam naskah hidupnya dan menjadi diary didalam hatinya.


"Kau tahu sayang, aku lah yang selalu berfikir betapa kamu begitu menghargai ku, memperlakukan diri ku dengan baik, menyiapkan semua kebutuhan ku, mengatur pola hidup ku dengan baik, menyadarkan ku soal banyak hal di masa lalu bahkan acapkali membuat ku menabung sesal di hati soal keburukan di masa kemarin"


"Aku bukan laki-laki sempurna, belum bisa jadi suami yang seperti kamu harapkan, tapi ketahuilah bersama kamu membuat ku ingin terus belajar memperbaiki diri dan memantaskan diri, agar kedepannya aku bisa dengan bangga menggandeng tangan mu dan berkata pada dunia jika aku adalah laki-laki paling beruntung karena mendapat kan perempuan se bijaksana diri mu"

__ADS_1


Gao terus menyentuh wajah imut itu, menatap nya dalam penuh cinta, lantas melesatkan ciuman manis berkali-kali di bibir indah sang istri kemudian memeluknya dengan begitu erat.


__ADS_2