Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Jangan ada dusta dan rahasia di antara kita


__ADS_3

"Apakah ada yang terasa tidak nyaman?"


Gao bertanya sambil membenahi posisi duduk Ayana


"Semua baik-baik saja "


Jawab Ayana sambil menggeleng pelan


"masih dingin?"


Gao terus bicara sambil mengelus lembut ke dua telapak tangan Ayana. menggesek-gesek nya pelan kemudian menciumnya hangat.


Sejenak Ayana menatap dalam bola mata Gao, dia tersenyum . Gao meraih mangkuk makanan di atas nakas, mengaduk-aduk pelan isinya dengan sendok, mengambil nya sedikit kemudian meniup nya lembut.


"Kita akan pulang besok ke mansion"


ucapnya lembut kemudian menyuapi Ayana secara berlahan


Ayana menerima suapan Gao pelan, mengangguk kemudian mengunyah makanan yang sudah berada di mulutnya itu pelan. Beberapa kali suapan di berikan Gao, berulang mengambil isinya, meniup nya lembut kemudian menyuapi Ayana hingga hampir habis.


Ayana menggeleng pelan, seolah-olah perut nya sudah terasa sesak. Gao tersenyum, dengan cepat menghabiskan isinya.


"Mubazir kan kata kamu biasa nya"


Ayana tertawa geli,Gao meletakkan mangkuk makanan nya kembali ke atas nakas kemudian dengan cepat bertanya.


"Katakan pada ku, mau lanjut liburan nya atau kita kembali ke Indonesia setelah urusan perusahaan selesai?'


Ayana tampak diam, ada kecemasan setelah kejadian kemarin, takut seandainya hal yang sama terjadi ketika dia keluar bersama Gao dan sang suami kembali tanpa sengaja melepas kan pandangan nya.


Seakan mengerti jalan fikiran Ayana, Gao hanya mampu menarik pelan nafasnya. Dia fikir kali ini bisa dijadikan bulan madu pertama mereka, rupanya permainan Tristan mengacaukan semua rencana nya.


"Tidak apa-apa, kita akan pulang beberapa hari lagi"


Gao bicara sambil mengelus lembut wajah Ayana, kemudian secara berlahan beranjak dari kasur Ayana. Tapi dengan lembut Ayana menarik tangan nya, Gao mengerutkan dahinya.


"Kenapa sayang?"


Gao kembali duduk dihadapan Ayana


"Katakan lah, jangan di pendam apa yang ada dihati kamu saat ini"

__ADS_1


"Ya?"


Gao bertanya sedikit kaget


"Bukankah sebagai pasangan, keterbukaan itu penting Gao? komunikasi intens itu penting? ada banyak pertanyaan yang ingin kamu ajukan pada ku bukan?"


tanya Ayana cepat


"Jangan ada rahasia dan dusta di antara kita, itu adalah kunci keharmonisan dalam berumah tangga"


sejenak Gao menelan salivanya


yah ada banyak sekali pertanyaan yang menghantam kepalanya sejenak semalam, apa yang terjadi, apakah Tristan menyentuh Ayana, apakah Ayana terluka, apakah Tristan mengasari dirinya, semua itu ingin sekali dia tanyakan, namun rupanya tidak satupun yang mampu dia ucapkan karena takut Ayana marah, terluka ataupun trauma.


Dia fikir anggaplah apa yang terjadi kemarin hanyalah sebuah mimpi buruk yang tidak mesti di ingat kembali, sama seperti kenangan di kepalanya yang terus dia tekan agar menghilang saat di thailand 15 tahun yang lalu.


"Kita bisa melupakan semuanya hmm.."


ucap Gao pelan lantas memeluk Ayana hangat, kemudian mengelus punggung sang istri dengan lembut.


"Itu artinya kita lari dari kenyataan, tanpa tahu penjelasan yang sebenarnya Gao"


ucap Ayana cepat


kemudian Ayana melepaskan pelukan gao


"Kamu tidak berani menanyakan nya? apakah laki-laki itu menyentuh ku atau tidak bukan? kecemasan terburuk mu adalah apakah dia meniduri aku atau tidak kan?"


Ayana bicara sambil menyentuh wajah Gao lembut.


"Bukankah dulu kamu pernah bilang? tiga kunci utama dalam kehidupan pernikahan. Pertama, komunikasi yang baik. Kedua, rasa hormat yang rupanya lebih penting ketimbang cinta. Sebab, cinta bisa datang dan pergi, tetapi rasa hormat bisa bertahan. Ketiga, kepercayaan, yang ternyata merupakan fondasi yang paling sulit dibangun khususnya bagi orang yang pernah kecewa oleh hubungan. Kepercayaan di sini tak melulu soal perselingkuhan, tapi janji kecil yang dilanggar, niat buruk, dan harapan yang tak terwujud"


"Disini kamu melupakan hal yang pertama, komunikasi yang baik Gao"


"Kamu ingin memendam beban pertanyaan itu sendiri tanpa berniat mendapatkan Jawaban nya?"


"Lalu lama kelamaan menimbulkan kecurigaan Mendalam, lantas kunci ketiga akan mulai menghilang"


"pada akhirnya syarat yang aku minta soal pondasi kuat yang aku harapkan akan runtuh Secara berlahan"


seketika Gao kehilangan kata-kata, dia hanya menggeleng pelan, menyentuh wajah ayana dengan kedua telapak tangannya secara berlahan

__ADS_1


"Bukan seperti itu, sayang.. aku hanya"


Ayana balik menyentuh wajah Gao dengan 2 telapak tangan nya.


“Pernikahan bagiku adalah menyatu, bukan lagi milikku milikmu, tapi milik kita. Bukan lagi tugasku tugasmu, tapi tugas kita. Bukan lagi aku-kamu, tapi kita. Bukan lagi beban ku beban kamu, tapi kita"


"Menikah berarti menyatukan dua insan yang berbeda untuk mengarungi kehidupan secara bersama-sama. Definisi 'menyatukan' tak jarang dimaknai dengan tidak adanya lagi privasi di antara pasangan suami dan istri"


"Jika komunikasi dan keterbukaan tidak terjalin dengan baik, rasa tidak percaya dan curiga akan mendorong seseorang untuk memata-matai pasangan atau bahkan pada akhirnya menimbulkan banyak kecurigaan, lantas batin mulai tertekan hingga akhirnya timbul ketidak nyamanan hingga membuat kita berfikir untuk segera mengakhiri hubungan pernikahan"


"Jawaban nya iya dia sempat menyentuh ku, Gao"


seketika bola mata Gao membulat, rahangnya mengeras, dia fikir ingin sekali menghancurkan Tristan sekarang juga.


"Realita nya dia hampir menyentuh ku gao, hampir tapi dia mengurungkan niatnya"


sepersekian detik kemudian bola mata Gao kembali meredup.


"Meskipun kamu tidak berani menanyakan nya, aku akan tetap menjawab nya"


"Aku tahu kalian punya hubungan buruk di masa lalu, apa yang dia lakukan karena tersulut emosi, tapi seseorang yang kejam sesungguh nya masih punya hati "


Ayana bicara sambil memegang dada Gao


"Dia masih punya hati nurani Gao"


Seketika Gao terdiam, memandangi wajah sang istri dalam keheningan.


"Tanyakan lah pada ku segala sesuatu yang tersimpan dihati mu, agar tidak ada 1 rahasia pun yang terjadi di antara kita"


Gao mengangguk pelan, kemudian dengan gerakan refleks memeluk Ayana begitu hangat dan erat.


"Aku hanya Takut menyakiti perasaan mu, karena itu aku fikir lebih baik diam tanpa harus banyak bertanya"


bisik Gao pelan


"Terima kasih, maafkan aku sayang"


Ah.. bagaimana mengatakan nya? kau acapkali membuat ku kehilangan kata-kata hingga pada akhirnya seluruh ucapan mu semakin membuat ku tergila-gila pada mu.


Tidak ada yang lebih membuat ku bahagia dan bersyukur, karena mendapatkan istri luar biasa seperti mu.

__ADS_1


"I love you"


bisik Gao pelan, kemudian mencium lembut kening Ayana berulang-ulang.


__ADS_2