
"Sudah ada perkembangan ?"
Gao bertanya ke arah paman ijal, masih berharap ada kabar baik dari mereka.
"mereka sedang melakukan tes terakhir Gao"
"Berapa lama?"
"InsyaAllah 1 bulan ini"
Gao tampak diam seakan sedang berfikir, kemudian menoleh ke arah layar laktop yang ada di hadapannya, Joyce tampak.menunggu jawan gao
"Persentase nya?"
"75-25"
seketika Gao mengembangkan senyuman nya
"Itu berita yang cukup baik"
"Hanya 1 bulan Gao, 6 tahun mampu kamu lewati kan? 1 bulan tidak mungkin kamu tidak sanggup menunggu nya"
"kita hanya kesulitan pada pendonor nya, jika tidak menemukannya dalam 1 bulan, maka kita gunakan metode itu, hanya menunggu hasil akhirnya, jika berhasil maka kita akan melakukan nya sesuai dengan prosedur yang ada"
"Jika gagal?"
Joyce menggeleng pelan
"Ini tidak akan gagal, Mereke memindahkan dan meletakkan ke tempat asalnya"
"75-25, kami tidak bilang 50-50 kan? prosedur nya tetap, kalian akan kembali ke Brazil untuk melakukan semua proses nya"
Gao diam kemudian mengembangkan senyumnya nya, menatap paman Ijal sejenak, tampak paman Ijal membentak kan tangannya lebar-lebar, menunggu Gao masuk ke dalam pelukannya.
"Hampir 6 tahun dengan perasaan luar biasa yang bercampur aduk jadi satu"
ucap paman Ijal pelan
Seketika Gao menangis
yah 6 tahun
Istiqomah, penuh keyakinan dan tetap berpegang teguh pada prinsipnya.
Dia tahu Allah tidak akan meninggalkan dirinya.
*******
Gao menatap gadis kecil yang ada dihadapannya itu beberapa waktu, sambil melipat tangan nya dia tampak berfikir.
"Mami menjual mu?"
"Iya"
Dia menjawab dengan sangat santai terus memutar tubuhnya kesana kemari
Gao tanpak memejamkan bola matanya.
sejak menikah dengan Ayana, dia tidak pernah lagi masuk ke klub malam manapun dijakarta, bahkan dia sudah lupa 💯% dengan orang-orang disana. Santi jelas salah satu perempuan yang pernah bersamanya, just one night stand kemudian dengan setia acapkali mengobrol menemani dirinya minum.
Tapi perempuan itu cukup jauh berbeda dengan perempuan lain yang pernah melayani dirinya, ibu Morena, cukup spesial dan tulus dalam melayani orang-orang. yang datang.
Dan seingat Gao, Morena saat itu masih sangat kecil, gadis itu bahkan masih mengenyam bangku pendidikan nya, bocah itu masih menggunakan seragam SMP saat dia hilir mudik menemui Santi.
hampir 6 tahun berlalu, ternyata gadis itu tumbuh menjadi dewasa.
"Sebaiknya kau ubah seluruh penampilan mu"
"Yakkkkk tuan tampan, kenapa kau ini menyebalkan sekali, aku ini sejak dulu kan begini, kenapa kamu memaksa ku mengubah diri"
gadis cantik itu terus berceloteh, menatap kesal wajah tampan dihadapannya.
Bola mata dengan iris coklat kebiruan itu tampak mengedipkan matanya berkali-kali, kulit putih, dan rambut pirang alami, tubuhnya cukup tinggi dan berisi, untuk ukuran laki-laki normal jelas perempuan berusia 20 tahun itu masuk dalam kategori cantik menawan.
Gao memijat pelipisnya sejenak
"Sebenarnya Kau berasal dari mana?Santi tidak pernah bicara soal asal usul kalian dulu"
agak heran karena untuk gadis Indonesia, bola mata mereka jelas terlihat aneh
"Gadis dari desa Gle Jong, saya bule Lamno, Aceh tuan tampan"
jawabnya bangga
"Ahhh coba lihat jadi orang kaya memang menyenangkan"
perempuan itu terkekeh, melompat kesana kemari sambil terus mengunyah permen karet nya lantas mengembangkan permen karet nya tepat dihadapan gao.
__ADS_1
Takkk
"Bam"
dia mengejutkan lamunan Gao, terkekeh lalu membalikkan tubuhnya, kemudian dengan gerakan cepat langsung tiduran di atas sofa, memamerkan pahanya yang putih dan mulus itu.
"Ahran, urus gadis ini"
Gao bicara Cepat pada ahran
"hey tuan tampan, kapan kita akan menikah?"
perempuan itu membalikkan tubuhnya, jelas sekali dada indahnya terpampang di antara pakaian seksinya.
Ahran Seketika melotot menatap perempuan itu, dia seakan ingin sekali menceburkan perempuan itu kedalam kolam renang dibelakang sana, agar perempuan itu tahu etika berbicara dan tahu bagaimana cara menggunakan pakaian yang baik dan sopan.
"Besok malam"
"Berhenti memanggil ku tuan tampan, berapa usiamu sekarang?"
"20 tahun"
Seperti tebakan nya, Gao menghela berat nafasnya. dia menggeleng pelan.
Dia saat ini sudah berusia 34 tahun, memang benar-benar pantas menjadi anak mereka, bukan istri nya.
seketika Gao menatap ahran, menaikkan ujung jarinya.
"Ya tuan"
"Perbaiki pakaian nya"
Morena Tampak menaikkan alisnya
"Tapi tuan tampan"
"Kau lebih baik kembali seperti suci yang kemarin"
Gao bicara sambil menatap tajam bola mata Morena.
Morena memunyungkan bibir nya, langsung berdiri
"Baiklah menjadi suci yang tidak suci"
setelah berkata begitu Morena langsung memutar tubuhnya, mendekati ahran sambil menatap lekat-lekat wajah laki-laki itu
Gao bertanya cepat
Morena terkekeh
"Dia pasti pandai di atas kasur"
"Bisa jadi"
Gao tampak menyeringai, menatap ahran sejenak lantas menatap Morena. lantas Gao mendekati Morena, berbisik pelan ke arah gadis kecil itu.
"Boleh?"
Morena menaikkan sebelah alisnya
"Tentu saja, semua akan jadi milik mu, dari atas sampai kebawah"
Ahran jelas mengerutkan dahinya.
"caranya?"
"Mengikuti sebuah permainan yang menarik"
moreka mengangguk-angguk sambil membulatkan bibirnya, lantas menoleh lagi ke arah ahran, tersenyum diam kemudian terkekeh.
"Dia memang tampan, pasti cukup panas jika di atas kasur"
Morena kembali terkekeh
Gao hanya mengedipkan sebelah matanya kepada Ahran. Jelas saja ahran menatap curiga ke arah tuannya itu.
"Sekarang ubah dulu diri mu"
ucap Gao sambil berdehem
"rambut"
gao menarik rambut morena
"Akhhh"
"Perbaiki"
__ADS_1
"Pakaian"
Gao menarik baju Morena yang sangat menyilaukan mata, dia menggeleng
"Cari yang kalem dan tertutup"
"Baik tuan"
"Dan..."
gao menatap sejenak kuku-kuku Morena
"Singkirkan semua hiasan di kukunya"
Baik tuan"
ahran terus menjawab Tanpa bergeming sama sekali
"Dan... dia akan tinggal bersama mu"
"Baik tuan"
seketika bola mata ahran membulat
"Ya tuan? maksud nya? bagaimana tuan?"
Dia langsung spontan kaget, bertanya dengan perasaan panik
"Bukankah kamu yang memilih nya, mulai hari ini, dia menjadi tanggung jawab mu"
what?? oh Tidak.
"Tapi tuan kasur ku tidak besar"
"Aku bisa tidur disofa"
jawab Morena cepat
"Yakk"
ahran membentaknya
"Kau berani membentak tuan mu?"
seketika ahran kelabakan
"Bukan tuan maksud ku perempuan ini"
"apartemen ku tidak besar"
"Tubuh ku ini kecil, jangan khawatir"
Morena kembali menjawab
"Oh tuhan bisakah kamu tidak menjawab ku"
ahran kembali membentak morena
"Kau membentak ku?"
Gao melotot ke arah ahran
"Maaf tuan, aku bicara dengan Morena"
Oh ini gila
"Tuan sebaiknya kita cari rumah kontrakan"
"Kau ingin membuang ku?"
"Kau ingin membuang nya?"
Morena dan Gao bicara secara bersamaan, melotot tajam ke arah Ahran.
"urus semua nya mulai hari ini, anggaplah dia ini istri mu"
Gao bicara Cepat sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah ahran, lantas melesat keluar dari apartemen mewah itu.
"What?"
Oh tidakkkkkkkk
dunia ku benar-benar berubah dari sini.
kalau aku tahu bakal begini jadi nya, demi Allah tidak akan pernah aku lakukan perintah nyonya Ayana.
pekik ahran dalam hati.
__ADS_1