
Sesaat Ayana menggeliat saat Sinar matahari menerpa matanya.
silau fikirnya
Terasa sebuah tangan berada di atas pinggang nya, memeluk nya lembut, dan terasa nafas yang teratur berada di belakang tengkuk nya, secepat kilat Ayana menoleh ke belakang
Matanya seketika membulat saat menyadari siapa yang ada dibelakang nya.
"Gao?"
ucap nya pelan.
Gao tampak masih terlelap, suara nafasnya terdengar begitu beraturan, wajah tampan itu tampak begitu tenang.
Seketika air mata Ayana tumpah, dia terisak saat melihat wajah itu ternyata ada dihadapannya.
Kenapa? kenapa Gao tidak tidur dengan perempuan itu? kenapa Gao pulang kerumah?
fikir nya.
beberapa waktu Gao tampak bergerak, menggeliat pelan sambil berusaha membuat pelan matanya.
"ohhhhhh kesayangan ku sudah bangun rupanya hmm?"
tanya Gao pelan dengan suara khas bangun tidur nya.
"Kenapa pulang?"
tanya Ayana pelan
tanpa mempedulikan pertanyaan Ayana, Gao langsung menarik pinggang istrinya itu.
"Hmm aroma bangun tidur yang khas"
goda Gao sambil menempelkan bibirnya pada bibir Ayana.
"Wajah yang masih cantik dan membuat ku tergila-gila"
ucap Gao lagi, kembali menautkan bibir mereka cukup lama.
"Kemarilah"
Gao bicara sambil merentangkan tangannya, membiarkan kepala Ayana naik ke punggung tangan nya.
"Oh sayang"
Gao memeluk erat tubuh istrinya untuk waktu yang lama.
"Kau tahu? kita akan ke Brazil akhir bulan ini"
"Kenapa?"
sttttt
Gao meletakkan jari telunjuknya di bibir Ayana
"Sebuah kejutan luar biasa"
ucapnya kemudian masuk ke dalam ceruk leher Ayana.
"Yang akan mengubah dunia kita"
bisik nya pelan,kembali mengencangkan pelukannya.
__ADS_1
"Gao..."
"Sebentar saja, aku masih mengantuk"
kata nya pelan, masih memeluk tubuh Ayana erat, tertidur di atas dada sang istri.
*******
"Dia tinggal dimana?"
Ayana bertanya cepat ke arah Gao sambil tangannya sibuk membuatkan sarapan pagi
"Di apartemen ahran"
sejenak ayana menghentikan kegiatan tangannya, dia mengerutkan dahinya.
"Kenapa di apartemen ahran? mereka bukan mahram"
Tentu saja mereka mahram sayang
ucap Gao dalam hati sambil menyesap minuman miliknya
"Ahran tidak tinggal disana"
jawab Gao asal
"Lalu tinggal dimana?"
"Aku lupa bertanya sayang"
Ayana menghembuskan nafasnya pelan.
"Semalam bagaimana?"
"Cukup lancar"
suaminya tidak bertanya kah kenapa dia tidak datang?
Ayana menggigit pelan bibir bawahnya.
"Soal ke Brazil"
Gao bicara cepat, berjalan cepat ke arah Ayana kemudian memberikan dasinya pada sang istri.
Ayana sedikit menjinjit, Gao dengan cepat menjongkokkan tubuhnya.
"Sebentar"
setelah itu langsung mengangkat tubuh Ayana ke atas meja makan, membiarkan Ayana duduk disana lantas membenahi dasinya.
Gao mengulum senyum, tahu tubuh mungil istrinya selalu kesulitan mengimbangi tubuhnya yang besar tinggi.
"Kenapa dengan Brazil?"
tanya Ayana sambil membenahi dasi Gao secara berlahan.
"Aku fikir kita akan mengambil liburan sejenak setelah dari Brazil"
"Perusahaan?"
Ayana mengerutkan dahinya
"kita akan bicarakan pada Frey, ahem atau Hanif"
__ADS_1
Ayana tampak diam
"Kamu tidak mau mendapatkan liburan?"
Gao bertanya pelan, tangan kirinya menahan meja makan, tangan kanannya tampak mengelus lembut wajah ayana.
"Kenapa harus Brazi"
Tanya Ayana pelan
"Ada sesuatu yang harus kita kejar disana, InsyaAllah tidak mendahului kuasa Allah, sesuatu yang tengah aku tunggu-tunggu beberapa waktu ini"
Ayana tampak menaikkan alis nya
"Seperti?"
"Hmmm "
Gao tampak sedikit sulit untuk menyusun kata-kata
"kamu akan membeli merchandise lagi? untuk koleksian?"
Ayana Mencoba menebak
seketika Gao terkekeh
"Mungkin itu termasuk"
dia fikir jauh sekali fikiran istrinya
"Lalu?"
"Hmm belum waktunya untuk diceritakan"
bisik Gao pelan, kemudian dengan cepat melesat kan ciuman di Bi.. bir.. mereka untuk tenggang waktu yang cukup lama.
"Gao..."
"Ahhh aku jadi menginginkan nya"
goda Gao sambil berkali-kali mencium bibir Ayana.
"Mau mencoba nya?"
Gao menggoda Ayana, menangkupkan kedua tangannya di wajah Ayana.
"Apa kamu sedang berselera?"
tanya nya lembut
Ayana Tampak menimbang
"Aku akan membuatnya basah"
ucap Gao lantas menggendong cepat tubuh Ayana
"Gao.."
pekik Ayana pelan
"Kamu harus ke perusahaan"
"Telat sedikit tidak apa-apa"
__ADS_1
"Gao..."