
Saat Ayana berkata soal gaohan jelas saja Gao kehilangan kata-kata
"Bagaimana kamu bisa..?"
jelas kata-katanya tercekat
"Aku ingat semuanya, tapi secara bertahap"
ucap Ayana pelan
"Aku mulai ingat saat masuk SMA, masih ragu itu nyata atau hanya halusinasi atau mimpi, tapi tidak berani bicara dengan mama, karena itu aku suka pergi berlibur ke Thailand untuk mencari tahu, hingga aku bertemu dengan seseorang dimasa lalu"
"Siapa?"
"Shain"
Jantung Gao serasa ingin lepas, menatap dalam wajah Ayana.
"2 bocah yang menghilang di malam itu"
ucap Ayana cepat
"Dia masih hidup? dimana dia sekarang? lalu gadis kecil itu?"
Gao bertanya pelan
Ayana diam sejenak, kemudian menggeleng
Gadis itu Aku tidak tahu"
mereka sama-sama diam cukup lama
"Aku memaksa mengingat soal semua nya di Thailand secara bertahap, mendatangi tempat dimana kita terkurung dan mencari ingatan yang menghilang secara berlahan, jelas saja terasa sangat sulit, karena setiap kali ingatan nya di tekan, Kepala ku jelas terasa ingin pecah'
"hingga 1 nama terus menghantui ku"
"Gaohan"
"Aku ingat secara berlahan Anak itu yang menghipnotis ku hingga menyakini diri ku jika jodoh benang merah ku adalah gaohan"
"Aku terus mencari orang-orang yang terlibat di masa lalu, tapi gagal total hingga aku mulai melupakannya, melewati masa SMA hingga kuliah, mulai hidup normal bersama semua orang tapi dengan ingatan acak yang acap kali hadir dan menyakiti kepala ku"
"Hingga saat seseorang masuk kekantor Abimayu, meminta kita bertemu di diskotik .......mereka menyebut nama mu, aku tahu nama itu dengan baik, gaohan laki-laki kecil yang mengikat benang merah di kaki ku, bocah sekarat yang berkata semua akan baik-baik saja"
"Jelas aku terkejut"
Gao tampak diam, dia tidak menjawab, hanya menatap dalam bola mata Ayana.
__ADS_1
"Lalu saat kita bertemu, aku sadar itu bukan bocah yang sama, kalian orang yang berbeda meskipun wajah kalian sama, tapi insting ku jelas berkata kalian berbeda"
Gao tetap diam, lidahnya kelu,dia benar-benar bingung harus bicara dari mana.
"Kenapa kamu menerima lamaran nya, jika kamu tahu siapa aku sebenarnya?"
"Apa kamu tahu jika aku bocah kecil itu?"
alih-alih menjawab ayana malah balik bertanya
Gao menggeleng pelan
Seketika Ayana tersenyum kemudian menyentuh dada Gao secara berlahan, lantas menyentuh dadanya pelan.
"Karena pada dasarnya jodoh bukan tergantung pada benang merah yang diikat oleh gaohan dimasa lalu"
"Jodoh itu ada di tangan Allah"
الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
Artinya:
“Ruh-ruh itu diibaratkan seperti tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.” (HR. Bukhari dan Muslim)
اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.
Artinya:
"Aku hanya mengikuti kata hati ku saat itu, selain keadaan terdesak karena Sandy, hati ku memaksa menerima mu tanpa sebab"
"Sama seperti kamu yang nekat melamar ku tanpa alasan, hanya mengikuti kata hati berfikir ini pilihan ku"
"Itu artinya Allah menuntun kita pada jodoh pilihan NYA"
"Kemudian semakin sering bertemu, semakin sering ingatan nya ditekan untuk lepas"
"Hingga saat aku melihat luka dipunggung mu saat di pagi pertama setelah kita menikah, aku sadar itu benar-benar bukan mimpi tapi itu realita yang memang telah terjadi di masa lalu"
"Lalu aku tanpa sengaja melihat luka yang Sama di punggung tristan saat kamu menembak nya"
Seketika Gao terbelalak, dia ingat kejadian malam itu.
"Dia salah satu di antara kita, membuat aku semakin yakin jika semua benar-benar nyata"
"Ayana"
Gao kehilangan kata-kata, dia hanya bisa terus menatap manik mata Ayana dalam.
__ADS_1
"Kau tahu Gao? Saat ingatan berlahan menekan Awalnya aku marah, sangat tidak terima, trauma masa lalu membuat ku begitu membenci keadaan, selama bertahun-tahun aku terbelenggu didalam masa lalu, tidak keluar kamar atau bahkan enggan berbaur"
"Hingga satu hari aku membaca sebuah buku , mereka berkata Belenggu masa lalu sering kali menghalangi seseorang untuk maju. Belenggu itu bisa berupa pengalaman buruk karena kelalaian dan kesalahan"
"Dan benar, 1 tahun yang aku jalani terasa begitu sulit dan kompleks, aku terlambat maju, terbelenggu dan tidak berani menatap kedepan'
"Lalu Dimana di sana tertulis Imam Al-Ghazali pernah bertanya kepada murid-muridnya tentang sesuatu yang paling jauh dari keberadaan mereka sekarang. Di antaranya, ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang"
"Ia lalu menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar, tapi yang paling benar adalah masa lalu. Karena, masa lalu tidak akan pernah kembali lagi. Oleh sebab itu, setiap orang haruslah menyikapi masa lalunya secara arif"
"Lalu keputusan terberat ku adalah mencoba berdamai dengan masa lalu"
Gao menarik berat nafasnya kemudian berkata
"Aku tidak pernah bisa berdamai dengan masa lalu, semuanya masih terlalu sulit untuk diterima"
Ayana tersenyum
"Aku selalu mencoba menyakinkan diri jika Semua yang terjadi di masa lalu tentu hanya akan tinggal sebuah kenangan. Kita tidak dapat mengubah apapun yang sudah terjadi. Seperti sebuah istilah yang sering kita dengar ‘nasi telah menjadi bubur’. Tidak ada gunanya terus terpuruk dalam masa lalu. Semua hanya akan menjadi kisah yang telah usai. Sadarilah itu sebelum terlambat. Mari mulai menata kembali kehidupan di hari esok dengan lebih baik.
Ketika suatu hal yang buruk terjadi dalam hidup ini, kita cenderung menyalahkan diri kita sendiri. Kita merasa menjadi korban dari keadaan yang tidak seharusnya terjadi. Rasa bersalah yang berlebihan membuat kita menjadi pribadi yang tertutup dan tidak mau bergaul dengan orang lain. Kita membenci diri sendiri akibat peristiwa masa lalu yang sulit diterima. Kita selalu menganggap diri kita sebagai korban keadaan.Tanpa mau menberi respon positif terhadap peristiwa menyakitkan di masa lalu kita"
"Aku sadar Gao, Hidup ini adalah rangkaian kisah perjalanan hidup seseorang dari waktu ke waktu. Selama kita masih hidup di dunia ini, siklus hidup kita pun akan terus berputar dari menjadi seorang anak kecil berganti menjadi seorang yang dewasa hingga memasuki usia tua nanti"
"Hidup akan terus berjalan tanpa peduli apapun yang kita hadapi. Jika kamu pernah mengalami masa lalu yang menyakitkan, terimalah itu menjadi bagian dari perjalanan hidupmu. Kamu akan merasa lega jika bisa menerima masa lalumu. Jangan pernah mencoba melupakannya, karena tidak ada satu pun manusia yang mampu melupakan masa lalunya. Jadikanlah masa lalu itu sebagai kenangan berharga yang akan menuntunmu ke masa depan yang lebih baik"
"Dan pada akhirnya kita tidak mungkin bertahan pada titik kebohongan untuk pura-pura lupa pada kejadian di masa lalu"
Gao menunduk pelan
"Identitas yang ditukar gaohan karena hipnotis nya sudah tidak bisa aku ubah lagi, semua orang terus berfikir aku adalah diri nya, lalu bagaimana caranya aku bisa berdamai dengan masa lalu, sayang?"
Ayana tampak diam, menyentuh pelan wajah Gao dengan kedua tangan, membiarkan wkaah itu menatap nya dalam.
"Apa kamu tidak menyadari nya Gao? Kalian sedang saling membohongi diri"
Gao menaikkan alisnya
"Mommy dan semua orang tahu siapa kamu yang sebenarnya, kalian hanya berusaha saling melindungi Gao, itulah itu kasih sayang yang tersembunyi, kalian hanya sedang saling melindungi hingga berusaha sama-sama diam untuk tenggang waktu yang lama"
Sejenak Gao tercekat, dia menatap tidak percaya pada ucapan Ayana
"Bagaimana kamu tahu soal itu?"
"Aku seorang ahli psikolog Gao"
"Ya?"
__ADS_1
Seketika Gao mengeluarkan mimik wajah kaget lantas dia kehilangan kata-kata.