
"ulang tahun Sanna?"
Ayana bertanya sambil menaikkan alisnya, merapikan pakaian Gao kemudian memilihkan sepatu terbaik Gao di walk in closed
"he em"
"o"
dia membulatkan bibirnya
"mereka mengadakan acara besar-besaran, ada banyak tamu undangan yang datang, konsepnya pesta tepian kolam di malam hari"
Ayana mengangguk-anggukkan kepalanya, meletakkan sepatu pilihan nya ke kaki Gao.
"Jadi nanti kamu yang jemput atau aku pergi sendiri?"
dia bertanya sambil berdiri, menatap dalam wajah sang suami. Gao langsung menarik pinggang Ayana, memeluk tubuhnya erat sambil menatap dalam bola mata sang istri
"Tidak ada yang boleh membawa istri ku yang bukan mahramnya kecuali diri ku sendiri"
ucapnya sambil Melesat kan ciuman ke puncak kepala Ayana
"Hmm baiklah"
"Dan.. mungkin akan ada banyak sekali tamu undangan yang hadir, tanpa terkecuali.."
Gao menatap dalam bola mata Ayana
"Bisa jadi tristan ada disana, dan InsyaAllah kamu akan terus berada di bawah pengawasan ku"
Ayana diam sejenak, kemudian mengangguk pelan.
"He em"
"Aku pergi"
setelah berkata begitu, gao mencium lembut bibir Ayana, melepaskan pelukannya dan seperti biasa menunggu Ayana menyalami punggung tangannya.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsallam"
********
Seketika Ayana menaikkan alisnya saat tiba di lokasi pesta ulang tahun Sanna, keluarga hillatop tampak sudah berkumpul disana, Sanna dengan cepat memeluk tubuhnya, begitu antusias melihat kehadiran Gao dan dirinya, tapi mata Ayana langsung tertuju pada seorang gadis.
"Lana Lan?"
pekiknya senang
Lana Lan berlarian kecil kearahnya, melonjak senang seakan-akan mendapatkan angin segar ketika melihat wajahnya.
"Kalian saling kenal?"
__ADS_1
Sanna menaikkan alisnya
Ayana tersenyum lebar
"Adik angkat"
"wah.. kebetulan sekali"
Sanna tertawa senang
"Bukankah dia baru mengalami kecelakaan? mengalami amnesia yang sedikit tidak dipahami, dia bahkan melupakan soal kami"
"Bahkan dia tiba-tiba menjadi seorang muslim"
Ayana hanya mengangguk-angguk pelan
terpatri diingatan nya ucapan gadis itu kemarin
Mereka menganggap ku Lana Lan padahal aku adalah Lara Tan
Hidup ku begitu unik
Lana yang melihat dirinya langsung menyambar tubuhnya, memeluknya dengan penuh kebahagiaan.
"Oh kakak aku tidak menyangka kamu disini"
Lana melepaskan pelukannya
"Oh...indah nya menggunakan hijab, mereka melarang ku menggunakan nya, mereka bilang aku pasti sudah gila karena pindah keyakinan"
"Gunakan lah, tidak ada yang bisa menghalangi kepercayaan kita Lana, itu adalah milik hati kita"
"Yang risih lama-lama akan terbiasa"
Lana mengangguk cepat
"Dimana kakak ipar?"
sejenak Ayana mencari sosok Gao, mengitari tiap sudut hingga mata nya tertuju ke arah ujung tangga atas
"Itu dia"
Lana tampak menoleh, melambaikan tangan pada Gao
"Kakak ipar"
ucap nya sambil mengambang kan senyum yang menawan, Gao tampak menatap tajam ke arah mereka, menjulurkan tangannya yang berisi minuman lantas menyesap nya hingga akhir.
Di sisi berbeda tampak Tristan mengerutkan dahinya, menatap Lana Lan sang tunangan yang di tentukan oleh sang kakek tampak memeluk Ayana istri dari Gao, perempuan yang pernah dia inginkan, yang 2 kali menyelamatkan dirinya itu dengan hangat dan penuh kebahagiaan.
"Kenapa mereka bisa saling mengenal?"
Tristan bertanya pada Ali sang asisten pribadinya
__ADS_1
Seketika dia menaikkan alisnya, menatap ekspresi Lana Lan yang tiba-tiba melambaikan tangannya ke arah....
Dalam sekali gerakan dia memindah posisi tatapan mata nya
Gao?
Lana Lan tertawa riang menatap Gao, melambaikan tangannya sambil mengucapkan sesuatu yang dia tidak tahu apa.
"Ada apa ini? Sejak kapan mereka saling mengenal?"
Jelas Tristan membeku seketika, dia tahu betul siapa Lana Lan, gadis itu bahkan tidak punya banyak teman karena lama tinggal di Manhattan, gadis itu bukan orang ramah yang bisa tersenyum manis dengan siapapun, hanya gadis lemah lembut yang suka cari perhatian terhadap keluarga besarnya.
Tapi sejak kecelakaan itu, gadis itu berubah total, bahkan berlaku begitu tidak sopan dan sangat kasar padanya. Malam ini pun bahkan mereka sempat berdebat soal datang ketempat ini, namun karena bujukan sang sepupunya Laura, akhirnya Lana Lan berhasil juga di bujuk ketempat ini.
Terdengar suara seseorang dari stage depan mengumumkan sesuatu.
"Karena ini adalah ulang tahun Miss Sanna, maka kami meminta salah satu tamu terhormat kita untuk mempersembahkan sebuah lagu dengan permainan pianonya"
sejenak pembawa acara diam
"Miss Lana Lan dari keluarga Gideon"
"Ya?"
Lana tampak terkejut
"Dan perwakilan dari tuan rumah hillatop, bisa siapapun yang menemani"
"Yang benar saja, Laura sialan itu ingin mempermalukan ku"
pekik Lana Lan tertahan
"Ya?"
Ayana menaikkan alis nya
"Dia itu begitu tidak menyukai ku, kamu tahu kak? dia selalu berfikir untuk menyingkirkan ku"
"Dia seakan tahu aku sama sekali tidak bisa bermain piano, dia pasti sudah merencanakan semuanya ini sejak awal"
Kemudian lana Lan mengembangkan senyumnya, berbisik di balik telinga Ayana
"Dia lupa sedang bermain-main dengan siapa, I. Lara Tan bukan Lana Lan"
Ayana tampak tersenyum, menatap bola mata Lana
"Lalu, mau kakak bantu?"
Lana lan kembali mengambang senyumnya, begitu manis dan penuh pesona, menatap dalam bola mata Ayana.
"Katakan"
sejenak Ayana berbisik
__ADS_1
"God idea"
Jawab Lana Lan sambil tersenyum senang