Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Menyatu dalam cinta "Masih dengan rasa yang sama"


__ADS_3

Gao masih terus memijat kepala Ayana dengan shampo, membiarkan sang istri bebaring di didepan nya, dengan kepala berada didadanya, berendam bersama didalam bath tub. Kamar mandi mendominasi berwarna cream serta full kaca menambah kesal elit tempat itu.


"Lalu apa kata mama?"


"Kata nya sih anak om Jerry akan menikah 2 bulan lagi"


Gao mengangguk pelan mendengar cerita Ayana, masih terus memijat lembut kepala sang istri, kakinya terus bermain-main dengan ujung kaki Ayana.


"Dapat orang mana?"


"Mereka bilang orang Padang"


"Ah... sebentar-sebentar, uni uni ranciak anak uni ko"


Gao bicara sambil mencubit pipi Ayana


"Ranciak nyo anak uni ko"


kemudian dia mencubit hidung Ayana


"Gaoo..."


seluruh busa mendominasi pipi dan wajahnya.


"Anak uni memang cantik.. membuat ku tergila-gila"


Gao tertawa terbahak-bahak kemudian mencium lembut bibir Ayana dari samping.


"Gao sabun semua, ini rasanya aneh "


"Ok kita akan membersihkan nya lalu memulai petualangan cinta dengan anak uni yang cantik"


ucap Gao kemudian berdiri dan mengangkat pelan tubuh Ayana menuju ke arah shower.

__ADS_1


"Ish.."


Ayana mencubit pelan pinggang Gao dengan wajah tersipu-sipu malu.


"Sayang kenapa wajah mu masih memerah saat aku menggoda mu hmm?"


Gao bicara sambil membersihkan tubuh Ayana, menyiram kan air dengan berlahan disana.


"Berhentilah menggoda ku"


sungut Ayana


Gao terkekeh


"Tapi menggoda mu itu seperti kenikmatan tersendiri, kau tahu sayang, itu termasuk salah satu pahala suami untuk istri"


"Mana ada"


ucap ago kemudian langsung melesatkan ciu..man nya ke arah bibir Ayana.


"Tiap kali wajah mu memerah, gairah ku pasti terus ber..ge..lorah sayang"


goda nya lagi


"Gao"


dia malah terkekeh


"I love you"


setelah berkata begitu Gao kembali menautkan Bi..bir mereka, mencium nya hangat dan dalam, dibawah guyuran air shower yang terus membasahi tubuh mereka, lidah nakalnya masuk ke dalam daun telinga nya, terus bergerak nakal menggigit, men.. ji..lati nay bahkan menyesap hingga mengeluarkan suara-suara indah dari Ayana.


Jemari Gao dengan lembut menyentuh paha Ayana, bermain disana sambil membuat gesekan-gesekan halus yang bisa meningkatkan rang..sa..Ngan listrik yang tiba-tiba menyala, tangan kanannya terus bergerak di belakang punggung Ayan, sesekali turun kepingang nya.

__ADS_1


Bi..bir itu kemudian turun ke ceruk leher Ayana,lidah nya bergerak nakal disana lantas dengan cepat kembali menautkan bi..bir mereka, lidah nya terus menarik lidah Ayana agar ikut bertaut bersama nya untuk waktu yang cukup lama, tangan kirinya secara berlahan mengusap perut Ayana, membuat tubuh sang istri menggeliat Maja, tangan kanannya terus menyentuh tengkuk Ayana, mengelusnya lembut kemudian naik ke belakang telinga Ayana selagi lidah mereka masih terus bertaut dengan sempurna.


Sesaat jemarinya dengan lembut masuk ke bawah sana, membuat Ayana Seketika menjerit pasrah, terasa begitu geli, mendominasi dan membuat Ayana mengeluarkan suara de..sa..Han manja secara tiba-tiba. jemari tangan nya secara reflek meraih rambut gaohan, membiarkan wajah itu masuk ke dalam belahan da..da nya hingga membuat sang suami malah bermain-main di 2 benda benda itu, memainkan lidah dan bibirnya disana dan membuat Ayana semakin menggila.


"Akhh.. Gao"


"Itu terdengar manis sayang"


ucap Gao pelan, kembali memainkan mulut dan lidahnya, serta jemari tangan itu semakin bergerak lincah dibawah sana, dari 1 hari menjadi 2 jari yang terus bergerak membuat Ayana berteriak his..terus karena kehilangan pegangan.


"Gao.."


"lakukan lah"


bisik Gao pelan


dan entah kenapa sesuatu dibawah sana terasa tumpah luar biasa tidak seperti biasanya.


Gao kembali berbisik pelan


"Aku masuk"


ucapnya, mendorong lembut tubuh Ayana ke dinding, menaikkan sedikit kaki kanannya lantas dengan lembut melesat masuk di bawah sana.


bibir mereka terus bertaut dengan sempurna sedangkan di bawah sana terus bermain dengan lembut dan mesrah, Gao terus bergerak memompa nya, melambung kan Ayana hingga ke langit cakrawala, membuat dirinya terus mengeluar kan suara e..Ra..Ngan manja yang mendominasi ruangan kamar mandi itu dalam jangka waktu cukup lama, berkali-kali hingga acapkali membuat Ayana menggila, terus mengencangkan pelukan nya pada pinggang Gao tanpa bisa melepas kan nya.


Beberapa periode permainan yang terus Gao suguhkan, menciptakan alur naik turun yang terus membuat tubuh Ayana bergetar hebat, menggila, dan entah apalagi, sangat sulit untuk di ucapkan dengan kata-kata.


Dan Gao seperti biasa tetap mematrikan Doa berharap sesuatu yang entah lah, masih terus berdoa dengan indah tiap kali sesi itu berakhir, mencium lembut puncak kepala sang Istri, wajah dan Perutnya.


Tidak ada yang berubah bagi Gao, semua nya tetap sama, semua doa yang dia bawa tetap sama dari awal hingga akhir, meskipun tahu tidak mungkin terjadi, tapi didalam hati dia selalu percaya Rahasia Allah siapa yang tahu


Wallahu alam

__ADS_1


__ADS_2