Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Rasa yang hampir kau bawa pergi "Merindukan mu"


__ADS_3

Gao tidak mengeluarkan suara saat keluar dari emergency room / ruang operasi, saat mama Ayudia dan mommy Nadya bertanya, dia hanya menyentuh kedua wajah yang mulai menua itu dengan lembut.


"Tidak apa-apa, mereka akan melakukan operasi pengangkatan janin, insyaallah semua baik-baik saja"


Gao hanya mampu berkata begitu, mencoba menghibur 2 wanita rapuh itu dan melupakan kerapuhan nya sendiri


Come Gao bukan kah kamu seorang laki-laki? jangan menangis dihadapan semua orang, jangan tampak kan kesedihan mu didepan mereka yang butuh penguat dari diri mu.


"Apakah sesuatu yang buruk terjadi pada kandungan nya Gao?"


Nadya bertanya pada sang putra dengan suara pelan, menangis sejak tadi sambil menggenggam erat tangan sang putra.


Gao hanya menatap dalam wajah mommynya, mencoba tersenyum meskipun hati terasa hancur dan sakit.


"Jika Allah mentakdirkan dia hilang di antara kami, itu artinya belum Rizki milik kami mom, kami akan mengulang nya kembali"


Gao bicara sambil menyentuh wajah mommynya pelan


"Aku lebih membutuhkan Ayana saat ini, kami akan membuka lembaran baru bersama, menutup cerita kemarin dan membuka cerita yang baru"


"Gao"


seakan tahu apa yang terjadi, Nadya menyentuh pelan wajah putra nya, menatap nanar bola mata Gao.


"Allah sayang kalian Gao, karena itu Allah sedang menguji kalian hmm"


Gao mengangguk pelan, berusaha terus tersenyum didepan mommy nya.


*********


"Bagaimana?"


Saat pintu ruangan operasi terbuka, jelas saja 2 keluarga besar Abimayu dan hillatop bertanya cepat pada paman Ijal. Pria itu hanya mengangguk pelan menatap bola mata gao, menyentuh pundak Gao lembut sambil berkata.


"Maafkan kami nak, hanya ibunya yang selamat"


mama Ayudia jelas berteriak histeris,mommy Nadya langsung masuk ke dalam pelukan All sang suami, Gao sedikit pun tidak mengeluarkan suaranya, Hanif langsung menyeruak diantara semua orang, memeluk Gao dalam keheningan, berbisik pelan sebagai seorang laki-laki dengan laki-laki lain nya.

__ADS_1


"Semua akan baik-baik saja, percaya lah"


Hanif menepuk pelan punggung Gao, sedangkan Gao hanya memejamkan mata nya sejenak. Dia jelas berusaha tegar, sudah tahu jika dia telah mengambil keputusan berat sejak awal.


Dunia Gao tampak berputar, dia ingin bercerita dan mengadu, kemana? kemana?


musholla, yah dia hanya bisa ke musholla, berwudhu kemudian mengadu kepada Tuhan ketika jiwa mu rapuh, hati mu terluka dan kaki mu kehilangan langkahnya.


Bukankah Ayana pernah berkata padanya? sebaik-baik tempat mengadu adalah kepada Allah.


إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَ حُزْنِي إِلَى اللَّهِ


Sesungguhnya aku mengadukan kesusahanku dan kesedihanku hanya kepada Allah (Qs: Yusuf 86)


Ayat di atas mengisahkan tentang perihal Nabi Ya’qub ‘alaihissalam yang kehilangan putra beliau bernama Yusuf ‘alaihissalam.


Siapa pula yang tak merasa sedih atas musibah yang menimpa dirinya berupa kehilangan anak yang sangat dicintainya.


Anak merupakan permata hati bagi orang tua..


Oleh karenanya, Nabi Ya’qub kala itu pun mengadukan kegundahan jiwanya yang sangat dalam hanya kepada Allah


فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ


“Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,”


Tidak cukup hanya sekali, kata-kata tersebut diulangi lagi dalam ayat ke 6, sebagai sebuah penegasan.


اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ


“sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”


Dalam ayat tersebut, kosa kata yang digunakan adalah “ma’a” yang dalam bahasa Arab berarti “bersama” atau “menyertai”. Dengan kata lain, saat kesusahan datang, saat itu pulalah kemudahan datang.


Lalu kemudahan seperti apa yang datang saat kita ditimpa musibah? Yang tampak jelas adalah kemudahan untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Terkadang kesuksesan membuat kita lupa untuk berdzikir dan beribadah. Kita jadi sibuk untuk mengurusi dunia hingga lupa akan ibadah.


Datangnya kesusahan juga menjadi sarana untuk mudah bersilaturahmi. Sering kali saat seseorang mendapatkan kekayaan, ia lupa untuk bersilaturahim. Namun saat mengalami musibah, jalan untuk silaturahim lebih mudah.

__ADS_1


Matanya memerah sesaat setelah melaksanakan sholat Dhuha nya, dia jelas melewatkan subuh nya tadi karena panik.


Tampak Tristan tengah bersujud disampingnya, bisa jadi melakukan hal yang sama seperti nya, perasaan hancur dan gelisah, mengadu hanya kepada Allah.


Mereka saling mengulur kan tangan, kemudian diam didalam kebisuan.


Tristan baru benar-benar menemui nya di keesokan pagi nya, ketika mereka mendapat kan berita duka, Tristan mendapatkan berita bahagia, Lana Lan tengah mengandung 7 Minggu.


"Semua akan baik-baik saja Gao"


Tristan bicara disampingnya,menyesap kopi milik nya beberapa waktu, menepuk pelan bahu Gao beberapa waktu.


"Maafkan aku, karena melibatkan istri mu"


Tristan tersenyum, menoleh ke arahnya kemudian kembali menatap ke depan.


"Bukankah kita saudara? saling membantu disaat kesusahan"


Gao hanya diam, bola matanya ikut menatap kedepan, pandangan nya jelas menerawang entah kemana.


Ayana melewati masa kritisnya selama 3 hari dan sempat tidak bangun selama 3 minggu penuh, dia dengan setia menemani sang istri dan merawat nya penuh cinta, mengajaknya bicara meskipun tidak tahu Ayana mendengar ocehan nya atau tidak.


"Kau tahu sayang, kamu bilang ingin umroh ke Mekkah, setelah bangun kita akan pergi kesana, aku sudah mempersiapkan cuti di perusahaan, sudah mendaftar nama kita, ahem dan zoe akan membantu mengurus semua pekerjaan di perusahaan selama kita pergi"


"Sayang, apakah Jepang destinasi yang kamu sukai? hmmm aku sudah memikirkan nya, kita akan kesana setelah umroh, kita harus mengambil bulan madu disana, mengulang kisah"


"Sayang aku berpuasa sangat lama, kamu kapan bangun? aku begitu rindu sentuhan mu, sifat manja mu dan ciuman hangat mu"


" sayang apa kau tahu? anak Hanif dan danisa sudah lahir, perempuan, bola mata nya indah seperti milik mu"


"sayang ada berita besar, ckckckck ahem bersama teman mu hayat, benar-benar kacau, Daddy all dan uncle zuu jadi menegang, hubungan mereka menjadi sangat rumit sekali"


"sayang ternyata Zoe jatuh cinta pada Frey, aku baru menyadari nya, kehebohan terjadi di keluarga hillatop semalam"


"Sayang bangunlah, aku bagaimana hidup tanpa mu, Jangan begini, aku benar-benar membutuhkan kamu saat ini, ada banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan dan aku bagi pada mu"


"Sayang bangunlah, jangan membuat ku menangis dan menanggung beban seorang diri, hampir 1 bulan ini aku sangat tersiksa, rindu kamu, rindu masakan mu, rindu kamu yang melayani semua kebutuhan ku, rindu sentuhan mu, aku benar-benar merindukan mu"

__ADS_1


sejenak Gao menangis didalam diam, menyentuh lembut tangan kecil Ayana, kemudian meletakkan kepalanya di punggung tangan itu, terus menangis tanpa suara, dalam jangka waktu yang begitu lama.


__ADS_2