Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Menuju penyempurnaan


__ADS_3

Saat tiba-tiba bibir Gao menyentuh bibir Ayana secepat kilat, kemudian tahu-tahu bibirnya terasa dicium begitu dalam, lama dannn.....basah.


Ayana sama sekali tidak bisa menarik nafasnya, matanya tetap membulat dan dia benar-benar meras sesak,secara berlahan memukul dada bidang gao beberapa kali.


Gao secepat kilat melepaskan ciuman nya


"Sayang, heiii... bernafas"


Wajah Ayana tampak memerah karena tidak mendapatkan nafas yang baik cukup lama, Dalam hitungan detik Ayana mencoba menarik nafasnya dalam-dalam.


fuhhh


hahhh


fuhhh


hahhh


dia mencari oksigen sebanyak mungkin sambil tangannya terus berpegangan pada lengan kokoh Gao.


Kata nya berciuman itu enak, kenapa aku sama sekali tidak bisa menarik nafas ku dengan baik dan benar saat di cium???


Ayana menggerutu dalam hati


"Ke..kenapa mencium ku tiba-tiba??"


ayana berteriak panik, masih terus menetralisir nafasnya, menarik dan membuang nya berkali-kali.


"jangan bilang ini pertama kalinya kamu berciuman?"


Gao bicara kemudian kembali mendekatkan wajah nya ke wajah Ayana


hahaha jelas saja wajah Ayana memerah


memang nya siapa lagi yang pernah mencium ku? papa... Abang Hanif mencium ku saat masih kecil, lalu siapa? nggak pernah lah.


"Tu...tung..gu di..lu.."


Ayana bicara sambil berusaha mendorong dada Gao


"Bisakah kita menunda nya? maksud ku, begini.."


ahhh mati aku, bagaimana ngomong nya? seketika bola mata Ayana menoleh ke bawah.


Rudal? akhhh sebesar rudal, bagaimana kalau aku mati gara-gara rudal?


pekik Ayana dalam hati, Kemudian langsung menoleh ke arah Gao.

__ADS_1


"Aku harus kekamar mandi sekarang"


ucapnya cepat, melesat kekamar mandi dalam gerakan secepat kilat


Seketika Gao tertawa melihat ekspresi Ayana


Oh come, apa aku harus menunggu? ok ini pengalaman pertama nya, come on Gao... gunakan trik pintar mu dalam merayu...!!!


Ayana secepat kilat menutup pintu kamar mandi, otak nya buntu, dia fikir apa dia harus menghubungi hayat untuk pelajaran selanjutnya? atau mencari informasi di Mbah Google kembali soal malam pertama?


Ahh tidak bukan kah pura-pura tidur lebih baik? atau aku ber lama-lama dikamar mandi agar dia tidur lebih dulu?


Ayana berusaha menepuk-nepuk wajahnya, menatap kaca wastafel cukup lama.


"Sayang"


hah...


jelas saja Ayana melonjak kaget kebelakang, saat tahu-tahu Gao sudah berada di belakangnya.


"ka..kamu masuk bagaimana caranya?"


Dia bertanya sambil menatap wajah Gao dengan perasaan heran


Gao malah terkekeh, dia fikir gadis ini terlihat begitu tegang, lupa mengunci pintu kamar mandi dikira pasti sudah di kunci.


"Kamu tidak mengunci pintu nya"


Ayana diam, kemudian berusaha beranjak


"Aku akan ke dalam"


tapi Gao secepat kilat menarik tangan Ayana hingga gadis itu kembali mundur kebelakang, berdiri tepat dihadapan nya.


"Mis..Ter"


"Mister?"


"Maksud ku Gao"


"Hmm lalu?"


Ayana melebarkan senyumnya, Kemudian ekspresi wajahnya menjadi sedikit berubah, dia menggigit pelan bibir bawahnya.


"Bisakah... kita..."


"Hmmm"

__ADS_1


Gao seakan tidak peduli dengan ocehan Ayana, berusaha menyentuh kedua belah pipi gadis itu pelan Dengan telapak tangan nya, Ayana sedikit canggung.


"menunda nya?"


"hmm"


Gao secara berlahan membuka hijab gadis itu


"Ini.. terlalu cepat"


oceh Ayana lagi


"Hmm baiklah, kita akan menundanya"


Gao bicara sambil melepaskan hijab nya secara berlahan


"Kita.. bisa melakukan nya lain waktu"


"hmm.. baiklah"


ucap Gao lagi, seketika bola matanya menatap wajah gadis penuh sarat makna, saat hijab dan da..laman..nya terlepas dapat dia lihat wajah indah itu semakin terpancar sempurna dibawah lampu kamar mandi yang menembak langsung ke arah mereka. Rambut panjang bergelombang, berwarna coklat tua ke hitam'an, tampak begitu indah dan sangat lembut. Gao menyentuh rambut itu dengan tangannya, begitu lembut dan halus.


"Yang penting bukan malam ini"


"Hmm"


Gao mengangguk-anggukkan kepalanya, lantas membuang hijab itu kelantai, kemudian mencoba membuka kancing kebaya Ayana dengan gerakan lembut.


"Gao.."


Ayana mencoba menahan tangan Gao, dia tampak sedikit khawatir.


Sejenak laki-laki itu menatap dalam wajahnya, kedua tangan nya kembali menyentuh kedua belah pipi Ayana, jempol nya mengusap lembut pipi Ayana, sedangkam jari lainnya menahan belakang kepala Ayana.


tidak tahu kenapa seperti terserang sengatan listrik, asmosfir kamar mandi tiba-tiba berubah menjadi aneh dan Ayana merasa sentuhan itu seperti sebuah aliran aneh yang tahu-tahu menjalar di sekujur tubuhnya.


"Lebih rileks"


ah??


Ayana Tampak bingung,Gao terus menatap nya lembut, Ayana mencoba untuk lebih tenang.


"Sekarang, coba tarik nafas dalam-dalam"


dia mencoba menari nafasnya pelan, menghirup Kemudian membuangnya beberapa kali


"Ini untuk pertama kali nya bukan?"

__ADS_1


Ayana tampak diam


"Mari lakukan secara berlahan"


__ADS_2