
Teriakan melengking Frey sang adik perempuan Gao cukup memekakkan telinga, dapat membuat tidur nyenyak siapapun pasti akan cukup terganggu karena nya, apalagi di pagi buta puku 4 pagi, tapi Gao bukan nya terganggu laki-laki itu malah semakin masuk ke dalam selimut nya, tubuh nya lelah setelah melewati pergulatan panjang semalam bersama
yeahh.. entah siapa namanya
umpat Gao enggan
Fey benar-benar marah,emosi nya cukup memuncak dan dia benar-benar dilanda kebencian mendalam saat menatap wajah sang sekretaris pribadi sang kakaknya Zoe
Begitu masuk ke apartemen sang kakak, ternyata ada perempuan yang tidur bersama kakaknya.
"Kau...kau..."
Frey tampak begitu marah, dia menahan emosi nya yang begitu menggebu
"Kau..oh my God"
dia berteriak kesal, Kemudian menoleh cepat kearah perempuan yang berdiri didepan pintu kamar Gao, dalam keadaan acak-acakan, hanya menggunakan handuk sambil menyeret pakaian nya.
"Kau... keluar sekarang bii..tcchh.."
umpatnya kemudian
"Ja..laa..ngg"
dengan tergesa-gesa perempuan itu menggunakan pakaian nya di depan mereka
"Oh bit..ch.., Zoe balik badan mu"
Frey menggeram, jelas saja dia mengamuk saat Zoe malah dengan santai nya Melihat perempuan itu berganti pakaian. dan dalam hitungan menit perempuan sialan itu benar-benar pergi dari hadapan mereka.
Frey benar-benar merasa kecewa, berhari-hari menjaga kakaknya seperti pesan mommy mereka, pada akhirnya usaha nya ternyata sia-sia, sang Casanova pada akhirnya tidur juga dengan perempuan ja..Lang yang di inginkan. dan yang pantas disalahkan siapa???
jelas sang asisten pribadi berwajah es ini
"Yakk...Kau benar-benar membuat ku marah manusia es,apa kamu tidak menggunakan kepala mu dengan baik? oh God! bagaimana jika aku katakan ini pada mom?"
__ADS_1
Frey merasa hatinya semakin memanas
"Ada berapa perempuan? kau juga tidur dengan mereka hah?"
dia bicara sambil mendorong dada Zoe dengan kasar
"Kau benar-benar tidak tahu malu"
Frey ingin sekali menjambak laki-laki berwajah tampan namun sekaku es itu, jika bukan karena mereka tumbuh bersama, dan mommy serta Daddy nya sudah menganggap laki-laki ini seperti anak mereka sendiri, entah apa yang akan dia lakukan pada laki-laki itu.
bukannya menjawab Zoe malah menundukkan badannya, seakan berkata dia permisi sekarang juga
"Apa aku bilang kamu boleh pergi?"
dia menarik pakaian Zoe
"Jangan membuat ku kehilangan awal waras, kau benar-benar brengsek, kenapa kau mencarikan perempuan untuk kakak? apa kepala mu sudah sama terganggu nya dengan kakak?"
Frey terus mengoceh kesal, kemudian melompat pelan menghantam kepala nya ke jidad Zoe
Zoe tampak marah, dia meringis
Frey menaikkan tangannya sambil mengacungkan jari telunjuknya
"Jika sekali lagi kamu melakukan nya... awas"
setelah berkata begitu Frey dengan perasaan kesal membalik tubuhnya lantas berjalan menuju ke kamar kakaknya.
entahlah sejak kecil zoe memang tidak pernah suka dengan nya tanpa alasan yang jelas hingga seiring waktu frey ikut menumbuhkan perasaan tidak suka soal zoe.laki-laki itu selalu hidup dengan tatapan dingin, saat pertama kali masuk ke hillatop dia sama sekali tidak pernah tersenyum, kecuali saat berhadapan dengan mommy nya. Pernah beberapa kali Frey mengajak nya mengobrol tapi malah di abaikan, hingga puncaknya saat Frey mencoba mengajak nya bercanda Beberapa kali, lagi-lagi zoe malah menanggapi dirinya dengan cara yang sangat dingin. Pada akhirnya Frey tidak terlalu peduli, hingga di saat dia menyelesaikan high school nya, saat itu Frey tanpa sengaja mencoba mengajak Zoe bicara dengan sejuta senyuman nya tapi Zoe menatap nya dingin tanpa ekspresi, dia fikir mungkin karena wataknya begitu Frey akhirnya mencoba masa bodoh, tapi ketika sang saudara kembar nadine mengobrol dengan Zoe, ekspresi laki-laki itu berubah menjadi lebih hangat.
Breng..sek..
Frey saat itu mengumpat dan marah
kalau dia suka Nadine, kan tidak mesti harus menampilkan ekspresi begitu menghadapi diri ku
__ADS_1
dia fikir laki-laki itu benar-benar suka Nadine maka dia menceritakan nya pada mommy, Seketika mommy fikir itu baik mau menjodoh kan Nadine pada zoe, tapi realita nya Zoe malah mengamuk dan semakin tidak suka padanya.
Belum lagi Daddy mereka ternyata keberatan seandainya Zoe dan Nadine saling menyukai, karena bagi Daddy nya mereka sudah seperti keluarga, bagaimana bisa kakak dan adik berniat untuk menikah.
Oh come hubungan keluarga ini membuat dia pusing dan laki-laki itu membuat dirinya muak,belum lagi dia menjadi asisten pribadi Gao, Kemudian atas permintaan daddy nya Zoe diminta untuk terus berada di sekeliling nya sejak 1tahun kemarin dengan alasan agar menjaga dirinya di Indonesia karena takut terjadi sesuatu padanya selama mengurusi perusahaan fashion hillatop.
Dan belakangan sang Daddy meminta Zoe untuk menjadi pengawalnya, dan menggantikan asisten pribadi kakanya itu dengan orang baru bulan depan
"What? bulan depan dad?"
"Tidak bisakah orang lain saja?aku tidak begitu dekat dengan Zoe, bahkan kami jarang saling menyapa dad"
Frey saat itu bicara pada daddynya dengan penuh permohonan, meminta agar daddynya mengubah seluruh keputusan nya
Tapi realitanya siapa yang tidak kenal Allzigra Hillatop, mana mungkin dia bisa mengganti kata Iya menjadi tidak. bahkan mommy nya sama sekali tidak membela nya, padahal kunci kelemahan sang Daddy adalah mommy nya.
Oh tuhan
Frey menarik panjang nafasnya
*****
Bola mata Zoe memandang dalam punggung Frey yang semakin menjauh, sejenak dia menghela pelan nafasnya, seakan menyimpan sejuta beban serta kesulitan didalam hatinya
masih terpatri permintaan allzigra sang Daddy angkat nya itu
"mulai bulan depan kamu akan menggantikan Sam, tetap disisi Frey apa pun yang terjadi, terus awasi dia di dalam jangkauan mu dan jangan sampai ada laki-laki yang coba-coba mendekati Frey sebelum usianya benar-benar matang"
"But dad, tidak bisakah orang lain yang menggantikan Paman sam?"
jelas dia berusaha untuk menolak mati-matian
"hanya kau kandidat terbaik nya, hingga kamu menemukan gadis yang tepat dan menikah, tetap berada di sekitar Frey dan jaga dia"
Seketika Zoe menelan salivanya dan dia kehilangan kata-kata, ini adalah hal paling berat untuk nya, menghindari gadis itu mati-matian sejak dulu ,malah kini menjadi selangkah semakin dekat.
__ADS_1
Sejenak dia memijat pelipisnya, membalik tubuhnya dengan cepat lantas beranjak pergi dari sana.