
kembali kemasa kini
Ahran tampak menatap dongkol ke arah salah satu bartender disana, dia memukul kasar meja bartender sambil bertanya dimana orang yang dia maksudkan.
Perintah Tuannya gaohan jelas membuat dia sakit kepala.
Cari tuan Bambang di klub malam.....Jakarta
bicara sambil melotot tajam ke arah nya
yang benar saja, tuannya harus menjerumuskan dirinya ketempat menjijikkan seperti ini, Dimana ditiap sudut nya dipenuhi oleh perempuan pe..la..cur yang menjajakan diri.
"Owhhh laki-laki baru?"
tiba-tiba seorang wanita bertanya ke arah sang bartender, menatap ahran dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.
"Dia mencari tuan Bambang"
wanita itu terkekeh, menarik dasi ahran kemudian jemari lentik nya menyentuh bibir ahran dengan penuh gairah.
"Tampan, kau tahu? untuk mendapatkan informasi kau harus membayar orang-orang seperti kami"
mendengar suara yang setengah mendesah itu, jelas saja ahran mendengus jijik, menyingkir kan tangan wanita berusia sekitar 45 tahunan itu. meskipun masih cantik dan padat, ahram jelas jijik melihat penampilan nya.
Dalam sekejap mata, ahran memberikan 1 ikat uang berwarna merah di tangan wanita itu.
"Berikan aku informasi nya"
Bola mata wanita itu melotot tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dengan cepat mendekati telinga ahran, menjilati nya sesaat kemudian
"Dia bersama bintang utama klub kami, morena"
bisik wanita itu di balik telinga ahran kemudian terkekeh senang
"Brammm antarkan dia ke bintang utama kita dan Bambang"
__ADS_1
Bram langsung melesat ke arah jam 9 membawa ahran masuk semakin dalam.
"oh sayang, you see? dia sangat menggairah kan, jika aku masih muda, sudah aku pastikan aku akan bercinta dengan malam ini juga"
wanita itu bicara kepada para bartender, tertawa terkekeh-kekeh karena merasa bahagia mendapatkan 2 golden tiket tak terduga.
Melihat laki-laki tampan perkasa dan 1 ikat uang yang bisa menggelap kan mata.
********
Brengsek
umpat Ahran kesal, saat tahu mereka masuk semakin dalam menuju ketempat entah apa, melewati lorong gelap penuh lampu warna-warni, dimana disepanjang jalan laki-laki dan perempuan saling menyesap diri,bertaut dan melepaskan hasrat yang tidak masuk akal. kemudian tiba-tiba pria itu berbelok kekiri, berhenti di sebuah pintu lantas mengetuk nya secara berlahan.
Seketika pintu terbuka, sebuah pemandangan berbeda jelas terasa disana.
Sebuah ruangan mendominasi berwarna putih merah, terdengar suara alunan lagu nan syahdu juga beberapa tirai serta hiasan-hiasan indah disepanjang ruangan.
ahran memiringkan kepalanya, ketika dia masuk dan orang yang mengantar nya menutup pintu dan menghilang. Jelas sekali seorang pria tengah tertidur lelap di atas kursi kerja, tidur dalam kondisi duduk dan kepala mendongak ke atas.
Cantik, dengan bola mata indah menggoda,iris berwarna coklat kebiruan, kulit putih dan bening namun dengan pakaian yang...
oh damn it
sangat terbuka dan menor sekali.
"Aku fikir,aku tidak menerima 2 tamu malam ini"
oh suck
ahran mengumpat, seperti dugaan nya tuan Bambang langsung membuka bola matanya, ahran dalam secepat kilat menyambar leher tuan Bambang.
"Halo tuan Bambang"
ahran bicara sambil tangan kirinya menahan tubuh Bambang agar tidak bergerak di atas kursinya, dan tangan kanannya menahan leher tuan Bambang.
__ADS_1
pria berusia hampir 50 tahun itu jelas kalang kabut, mencoba melepas kan diri namun gagal.
"Mister gaohan benar-benar merindukan mu"
bisiknya pelan
"Ada yang bisa menjelaskan semuanya pada ku?"
perempuan cantik tadi tampak biasa saja, menatap bola mata Arhan sambil menunggu jawaban.
Seakan khatam dengan persoalan begini, dia tidak berniat untuk lari.
Buser, polisi, penggrebekan, pemeriksaan, narkoba, sabu-sabu, ekstasi dan entahlah, dia sudah khatam betul sistem penggrebekan seperti ini.
"im clean sayang, bukan pemakai, im just smoking"
ucap perempuan itu sambil menghisap pelan rokoknya, duduk disalah satu sofa sambil memamerkan paha indahnya kemudian mengerlingkan sebelah bola matanya ke arah Arhan.
"Bisa kau jelaskan pada ku apa yang terjadi? mr. macho?"
dia menatap tubuh Arhan dari ujung kaki hingga ke ujung kepala nya.
"Ini urusan antar laki-laki"
perempuan itu menaikkan bahunya
"It's ok, menarik nya keluar artinya kamu harus mengganti kerugian ku malam ini, dia belum membayar jasa ku sama sekali"
"Bukan masalah Miss..."
"Morena"
ucap perempuan itu sambil mematikan rokoknya, berdiri dari duduknya kemudian tanpa sungkan melepaskan jubah nya, menampakkan tubuhnya yang indah hanya dibaluti dalaman yang dominan berwarna hitam.
Brengsek
__ADS_1
umpat arhan dalam hati