
Obrolan panjang terjadi antara seluruh keluarga setelah Ayana turun dari stage, Gao terus memegang bahu Ayana, beberapa kali terus mencium puncak kepalanya saat semua orang mengajak mereka bicara.
"Belum membuat pesta?
"Kapan pesta pernikahan nya?"
beberapa orang mulai bertanya
"Zoe tengah mempersiapkan semuanya"
ucap Gao datar
Ayana menghela nafasnya pelan, sang suami memang seperti itu, saat bersama dengannya dan bicara dengannya bisa bersikap begitu manis dan manja, tapi ketika berbaur dengan orang lain sifatnya berubah 180°, Gao selalu bicara pada orang-orang dengan ekspresi datar dan dingin, baginya orang-orang itu tidak begitu penting.
Ayana pernah mengeluhkan soal itu, tapi Gao selalu menjawab dengan lembut
"Sayang kamu terlihat sombong bagi semua orang"
"Itu bukan sombong sayang, itu karakter yang tercipta kuat, mereka hapal betul siapa gaohan, jadi karakter itu agak sulit di hilangkan"
"Hmm baiklah"
Dan oke Ayana berusaha memahami, pada dasarnya orang-orang memang selalu memandang takut suami nya, enggan dan terlalu kharismatik.
"Apakah akan mengadakan pesta di Prancis juga?"
"untuk Indonesia sudah pasti, kalau tidak ada halangan insyaAllah 1 1/2 bulan kedepan, tapi untuk di Prancis aku serahkan semua pada mommy Nadya dan gao sendiri"
jawab Ayana cepat, dia tahu suaminya pasti akan menjawab seadanya
"Belum tahu, kami masih memikirkan 2 kemungkinan, antara Prancis dan Dubai"
Nadya bicara dari arah belakang, menghampiri mereka lalu mendekati Ayana kemudian mencium wajah sang menantu hangat.
"Aku fikir Zoe pasti sangat sibuk sekali mengurus semua nya"
Seseorang menjawab cepat
"Cukup sibuk"
Nadya mengedip sebelah matanya, kemudian langsung menatap dalam bola mata Ayana.
"Mommy baru tahu kamu punya suara yang begitu luar biasa"
Nadya bicara dengan nada geregetan
"Daddy Fikir dia iri karena selalu gagal tiap kali bernyanyi"
allzigra muncul sambil terkekeh ke arah Nadya
"Sayang, kamu meledek ku?"
Nadya tampak merengut
"Oh sayang, bukan begitu"
"Itu sangat buruk sekali"
"Oh ayolah sayang, suara mu memang tidak indah, tapi kamu tahu bukan? aku selalu terpesona tiap kali kamu bernyanyi disamping ku bukan?"
Dan 2 pasangan itu mulai sedikit berdebat kemudian saling menggombal
"Kamu tidak akan percaya sayang, Mereka pasangan yang romantis hingga usia tua"
bisik Gao kemudian
"Daddy bahkan lebih parah dari ku saat muda"
Ayana menaikkan alisnya
"Soal?"
Seketika Gao terkekeh, dia seperti nya nyaris salah bicara
"Sayang, itu masa muda"
"Baiklah, masa muda"
__ADS_1
padahal sebenarnya Ayana tahu kemana arah pembicaraan sang suami, misalnya mereka sama-sama mantan Casanova, tapi dapat dilihat dari Daddy allzigra, seperti nya titel itu hanya bertengger sebelum bertemu mommy Nadya, setelah itu semuanya menghilang seiring berjalannya waktu, karena cinta dan kesetiaan tercipta karena rasa nyaman yang di berikan oleh pasangan seiring waktu berjalan.
"Aku harus kekamar mandi sekarang"
Bisik Ayana pelan
"Mau aku temani?"
goda Gao
"Tapi kalau aku ikut, maka akan menjadi sedikit lama"
seketika wajah Ayana memerah
"Gao.."
dia mencubit pelan pinggang Gao
"Aku tiba-tiba menginginkan nya"
Gao bicara sambil menarik pinggang Ayana dan membuat tubuh mereka menempel dengan sempurna.
"Sayang... berhenti, itu memalukan"
jelas saja memalukan bagi Ayana, meskipun sekarang mereka berada di budaya barat yang tidak asing dengan adegan begini, tapi bagi Ayana ini tentu sedikit membuat nya risih dan malu.
"Katakan pada ku, kenapa wajah mu selalu memerah setiap kali aku memelukmu?"
Gao terus berusaha menggodanya
"Gao..."
"Hmmm"
"Gao.."
"Oh come sayang, aku hanya ingin memeluk mu sejenak"
"Tapi aku sudah kebelet ke kamar mandi sayang"
"Upss... "
"Baiklah, jangan terlalu lama"
Ayana tersenyum geli, mengangguk pelan kemudian segera beranjak dari sana.
*******
Seketika dikamar mandi, dia mendengar obrolan beberapa gadis di luar. awalnya dia tidak begitu peduli, tapi lama-lama malah mengganggu.
"Aku fikir dia pasti akan masuk sebentar lagi"
"Mark memaksanya minum beberapa gelas"
"Apa rencana ini akan berhasil?"
"Aku hanya ingin membuat dia malu di pesta ini"
"Aku ingin Tristan semakin jijik melihat nya"
Ya? Tristan?
seketika Ayana menaikkan alisnya
"Lana Lan, gadis sialan itu benar-benar membuat ku muak"
terdengar Geraman seorang gadis di luar sana
"Bagaimana pun caranya, Tristan harus naik ke atas kasur ku meskipun dengan cara yang kotor dan Lana Lan harus naik ke atas kasur Mark bagaimana pun caranya"
Oh ya Tuhan
Ayana tercekat, menahan nafasnya didalam dengan sebaik-baiknya, menunggu semua orang beranjak kemudian baru dia berfikir untuk melesat keluar.
Dan setelah semua orang benar-benar menghilang, Ayana segera berlarian mencari sosok Lana Lan.
"Sayang?"
__ADS_1
Gao tampak bingung melihat ekspresi sang istri
"Sayang, kau melihat adik angkat ku?"
"Yang bernyanyi dengan ku tadi?"
tanya Ayana sambil bola matanya terus mengitari sepanjang wilayah tepian kolam, pinggiran gedung dan stage.
"Katakan pada ku, ada apa?"
"Mereka merencanakan sesuatu yang buruk pada nya"
"Mereka?"
Gao mengerutkan dahinya
Seketika bola Ayana membulat, dia melihat sosok Lana Lan tampak berjalan sempoyongan di tepi kolam bagian selatan, tampak bingung sambil memegang kepalanya, seseorang tiba-tiba dengan sengaja melangkah tergesa-gesa kearah Lana Lan dan kemudian tiba-tiba.
"oh tidak"
Byurrrr
gadis itu masuk ke dalam kolam renang yang entah berapa luasnya, Ayana langsung melesat menuju ke arah Lana Lan
"Gao selamat kan dia"
pekik Ayana, tampak semua orang panik saat melihat seorang gadis masuk kedalam kolam renang. dalam hitungan detik kehebohan besar terjadi.
Ayana dengan gerakan refleks berlarian kesana, tanpa fikir panjang masuk ke dalam kolam renang.
byuurr
Jelas saja Gao panik, langsung mengejar Ayana dan ikut masuk ke dalam. Dapat dibayangkan bagaimana kacau balau nya keadaan saat itu. Dan tiba-tiba sosok seseorang ikut masuk ke dalam kolam.
Aksi saling selamat benar-benar luar biasa, Ayana menarik Lana Dengan perasaan panik, dia hanya berfikir itu insting yang datang secara tiba-tiba, dia hanya merasa ada panggilan hati untuk menyelamatkan gadis itu.
Saat semua orang menarik tubuh mereka keluar, Gao mencoba menyentuh wajah Ayana dengan rasa panik, tapi tiba-tiba terdengar pekikan panik dari Lana Lan
"No. hill...hill tidakkk"
"Lana..Lana.."
Ayana tampak panik, mencoba menyadarkan lana lan yang kondisi tubuhnya sudah basah sepenuhnya dan wajahnya sudah memucat parah.
"Senja...senja... Kriss kriss..para penculik melukai punggung mereka"
Gao sejenak tercekat, dia yang awalnya tidak peduli pada Lana Lan secepat kilat menoleh ke arah gadis itu.
"Tidak Han... selamat kan hill, mereka menyeret nya ke kolam renang, tidak... tidak.. gaohillllllll"
Jelas saja Ayana memundurkan tubuhnya, menyentuh kepalanya dengan kedua tangan nya, hantaman keras dikepala kembali menyerang tiba-tiba.
Nadya yang menyadari keadaan Ayana secepat kilat meraih tubuh Ayana
"Tidak, itu hanya mimpi, itu hanya mimpi, Ayana kembali sadar, mommy disini,Ayana..."
Nadya mulai panik, matanya Mulai memerah, dia berusaha mencari sosok all di antara semua orang
"Mommy?"
Nadine dan shaikha masuk di antara semua orang
"Shaikha dimana all? Nadine Bawa Gao dan ayana kembali ke mansion sekarang"
pekiknya panik
Tristan yang tampak baru menyeruak masuk secepat kilat membeku, menatap Lana Lan yang terus berteriak panik dari tadi.
"Kriss lari.. lari... Han...Han.."
"Bagaiman dia.."
Tristan Seketika kehilangan kata-kata
"Lana..Lana..ini aku, ini aku"
seorang laki-laki secepat kilat meraih tubuh Lana Lan, seakan tahu apa yang terjadi dia mengangkat tubuh itu tanpa basa-basi
__ADS_1
"Kita akan kembali ke rumah "