Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Sama-sama dalam keadaan terdesak "Kritis"


__ADS_3

Sandi kemudian secepat kilat menaiki tiap anak tangga, mencoba mengejar langkah Ayana yang terseok-seok berjalan menuju ke pintu depan, mencoba meraih tangga depan untuk turun. Tapi dengan gerakan cepat sandi menangkap tubuh Ayana dan memeluknya.


"Akkhhhhhhh"


Ayana jelas berteriak histeris, mencoba melepaskan diri dari cengkraman sandi. Laki-laki.itu memaksa untuk menyeretnya kembali masuk ke dalam.


Astagfirullah hul'adzim, astagfirullah hul'adzim, astagfirullah hul'adzim.....


entah berapa kali Ayana mengucap istighfar, berusah memberontak dari cengkraman sandi yang semakin menggila, seketika dia terjatuh ketika sandi melepaskan tubuhnya.


"Kau... benar-benar membuat ku kehilangan kendali"


Kali in terlihat jelas kemarahan sandi, mungkin ini hal yang paling gila terjadi, sesaat sandi menerajang perut Ayana sekuat tenaga.


Buugggghhh


Buugggghhh


2 kali


2 kali


Allahuakbar


Ayana berteriak didalam hati


Hantaman keras itu jelas memporak porandakan tubuh, perasaan dan hati Ayana. Rasa sakit yang tiba-tiba datang mendominasi di bagian perutnya.


"No... no.... "

__ADS_1


teriak Lana lan dari arah bawah


"Tidak...lepaskan... bajingannnnnn"


Lana Lan jelas terus memaksa melepaskan ikatannya tangannya, dia menangis histeris, mencoba melakukan gerakan dengan kasar, kondisi mereka benar-benar terjepit, api di sekitarnya benar-benar sudah membesar, api terus menjalar dimulai dari pintu masuk hingga ke arah tangga, sedangkan Ayana jelas kesakitan di atas sana.


Tuhan ini waktunya kematian kami? jika iya mudahkan lah, jangan menyiksa kami dengan cara berlebihan sebelum menuju ke kehadirat mu.


Lana Lan terus menangis, merasa seakan-akan kesempatan semakin menipis. Dia sudah mulai kehilangan nafas karena kabut asap yang mulai membuat rongga pernafasan semakin sesak.


sepersekian detik terdengar suara mobil didepan.


Itu Tristan kah fikir nya.


Tristan ku, Tristan ku


pekik nya dalam hati penuh dengan kepanikan.


Dia berusaha berteriak sekuat tenaga


"Tristannnn selamatkan kak Ayana, selamatkan kak Ayana...."


Teriak nya histeris


***********


Saat melihat sebuah mobil di tepi jalan sebelah kiri, jelas bola mata Tristan membulat, itu mobil mereka.


"Kita mendapatkan mereka"

__ADS_1


ucap Tristan, Seketika Gao langsung masuk.ke sebuah gudang tua dengan kecepatannya penuh, mengerem mobilnya seperti orang gila.


Dia jelas panik, api tampak menjalar dimana-mana, dimana Ayana nya, dimana?


Ketika terdengar jeritan seseorang dari dalam secara samar-samar, jelas Tristan mengenali suaranya, itu suara istri nya, Tristan berusaha meringsek masuk, tapi pintu depan jelas sudah dipenuhi api, bola matanya mencoba meneliti, rupanya Gao sudah masuk melalui tangga depan lebih dulu.


Breng..sek


Gao langsung membuat langkah lebar menaiki tangga, bola matanya membulat sempurna, hatinya terasa di pukul palu, kemarahan nya jelas memuncak,seketika dia menjadi menggila.


Ayana tampak mengerang kesakitan dilantai memegangi perutnya, tubuh dan wajahnya tampak memucat, sandi bersiap menerajang tubuh istrinya dengan kaki nya.


jelas tanpa aba-aba, Gao langsung melesakkan tinju nya sebanyak-banyaknya, membabi buta bagaikan orang gila. Sandi jelas punya waktu untuk tetap membela diri, menghantam rahang Gao juga beberapa kali.


Tristan jelas ingin membantu, tapi bola mata nya menangkap sosok Lana Lan di bawah sana berkubang dengan bara api, Gao dengan cepat meminta Tristan mengabaikan mereka, agar beranjak menyelamatkan istrinya.


Ayana terus memegangi perutnya, jelas terasa sesuatu dibawah sana terasa merembas dan basah, tampak darah mengalir lembut dari sana. Dia terus meringis, berusaha tidak mengerang, saat sandi memukul Gao jelas dia menangis pelan, hatinya hancur, perasaan nya ikut hancur, seakan-akan dia ingin berkata


jangan lakukan lagi, berhenti memukuli Gao ku


Meskipun Gao menggila kembali memukul sandi secara brutal pada akhirnya sandi punya juga kesempatan membalas Gao.


Ayana mencoba beringsut saat tiba-tiba sandi menerajang Gao hingga terpental ke tangga, sandi tampak mengeluarkan sebuah pistol dari pinggangnya.


Tidak... tidak..


Ayana jelas menggeleng pelan, mencoba terus beringsut dan melangkah dengan sejuta kekuatan penuh, mendekati sandi yang sudah siap dengan moncong pistol nya.


kletek....

__ADS_1


Tidak...tidak...


Astagfirullah hul'adzim.


__ADS_2