Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi? “Allah"


__ADS_3

Ayana memunyungkan bibirnya saat mendengarkan penjelasan mamanya.


"Yang bantu siapa?"


kak Hanif mu sama kak danisa


"Ish ish"


Ayana menggeleng-gelengkan kepalanya.


"jadi Gao sengaja mengerjai ku kemarin?"


mama Ayudia mengangguk


"Katanya biar membuat kamu panik dulu baru senang.


Ayana melotot ke arah Gao yang tengah sibuk bermain catur dengan sang papa di kediaman rumah keluarga besar Abimayu.


Tentu saja dia panik kemarin, malah mikir jangan-jangan terjadi sesuatu pada kantung rahimnya, melihat ekspresi Gao yang aneh binti ajaib.


"Biar romantis Aya, kamu nggak ngerti benar"


seloroh papanya sambil memajukan 1 pion catur nya.


"Tapi bikin Aya gregetan, paniknya luar biasa, sampai khawatir kemarin papa"


sungut Ayana kesal.


Gao terkekeh melihat ekspresi istrinya itu.


"Tapi bahagia kan?"


goda mama nya

__ADS_1


Ayana langsung melebarkan senyumannya.


"Alhamdulillah"


ucapnya pelan sambil menyentuh pelan perut nya sendiri, rasanya tidak percaya Allah masih memberikan dirinya satu kali lagi kesempatan luar biasa setelah perjuangan panjang dulu.


"7 tahun lebih bukan main rasanya ma"


seketika Ayana menangis


"Loh loh"


papa ardhan langsung panik, Gao dengan gerakan cepat mendekati Ayana.


"Sayang, jangan lakukan itu"


ucap Gao sambil memeluk erat punggung Ayana yang tengah duduk dihadapan mama Ayudia.


"Hati nya terbuat dari apa ma? mencelos kemudian menangis selalu dengan cara yang


tanya Gao sambil mengelus-elus bahu Ayana.


"Sejak kecil memang seperti itu"


mama Ayudia bicara sambil memencet hidung Ayana .


"mama..."


rengek Ayana dengan ekspresi malu, langsung masuk ke dalam dada bidang gao.


"Alhamdulillah sayang atas Rizki Allah"


ucap mama Ayudia cepat

__ADS_1


...يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ...


“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)


...قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ...


“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)


Mata mama Ayudia berkaca-kaca menatap sang menantu kesayangan


"Terima kasih Gao, atas sejuta Kesabaran"


"Ketika suami lain mungkin sudah berpaling, kamu tetap istiqamah, bertahan, percaya dan selalu menggenggam erat tangan Ayana, tetap bertahan dengan keyakinan jika Ayana insyaAllah akan mendapatkan yang kalian harapkan"


"Jika menantu dan suami lain mungkin sudah memilih jalan pintas untuk menikah lagi, kamu memutar keadaan bagaimana cara nya untuk bisa menolak pernikahan"


Seketika air mata mama Ayudia tumpah, papa Ardhan mendekati, memeluk tubuh mama ayudia dari sisi kiri, mengelus hangat bahu mama Ayudia.


"Terima kasih terus bertahan seluar biasa ini disamping putri kami, tanpa sekali pun terdengar keluhan, kekecewaan, rasa lelah mendominasi dibalik bibir ku Gao"


"Awalnya dulu mama sempat ragu ketika Ayana tiba-tiba berkata jika kamu ingin menikahi dia, cap Casanova jelas menjadi pertimbangan berat untuk mama saat itu"


"Berfikir bisakah laki-laki ini membahagiakan Putri kami, setiakah dia, kecewa kah nanti kami terutama Ayana? tapi rupanya kekhawatiran itu terlalu berlebihan"


"Mama bersyukur rupanya kamu memang laki-laki hebat yang pantas mendampingi Ayana, laki-laki luar biasa yang istiqamah dan fokus pada agama Islam yang di syarat kan Ayana sejak awal"


"Terima kasih banyak Gao atas seluruh hal yang kamu berikan pada Ayana"


mama Ayudia terus mengeluarkan air matanya, menatap penuh rasa syukur pada sang menantu.


"mama benar-benar bahagia"


Gao mengangguk cepat, mengelus bahu Ayana erat, seakan memberikan tanda.

__ADS_1


jangan khawatir ma, InsyaAllah aku akan terus mendampingi Ayana.


__ADS_2