Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Mengulang kesalahan masa lalu


__ADS_3

"Gao..hentikan"


Ayana bicara sambil mencoba menahan lengan Gao yang mulai bergerak nakal kemana-mana.


"Ini di rumah sakit"


bisik nya lagi


"Oh sayang, berapa hari kita tidak melakukan nya?"


Gao terus bergerak nakal, dengan gerakan cepat menautkan bibir mereka. Ayana sedikit tidak bisa bergerak, awalnya menolak malah lama-lama terhanyut. Saat bibir Gao dengan nakal mulai masuk ke ceruk leher kemudian turun ke da..da. nya jelas Ayana mulai kehilangan arah.


"Gao.."


Suaranya bergetar


Tapi ketika dibagian bawah sana sudah mulai menyusup nakal, dalam hitungan detik Ayana berusaha menekan kesadaran nya.


"Gao... sayang.."


pekik Ayana pelan


seketika Gao menghentikan gerakannya, dengan cepat memandangi wajah Ayana.


"Ini pertama kalinya kamu memanggil ku sayang sejak kita menikah"


Gao mengembangkan senyumnya yang lebar. kemudian kembali menyambar bi..bir Ayana begitu saja, Jelas Gao semakin bersemangat menautkan bibir mereka.


"Gao sayang please, ini di rumah sakit"


pekik Ayana sambil menahan nafasnya yang mulai menggila.


Dan seperti apa yang Ayana duga, seseorang masuk dari arah pintu depan.


"Opss... sorry"


seorang dokter perempuan bicara cepat dengan nada sedikit tercekat.


pada akhirnya dengan perasaan malu, Ayana menundukkan kepalanya, kemudian langsung melotot ke arah Gao.


"Aku sudah bilang tadi"


Gao malah terkekeh


"Ini pertama kali nya istri ku memelototi ku"


Gao pura-pura memicingkan sebelah matanya


"Gao.."


Wajah Ayana seketika memerah.


"Jadi sebaiknya aku kembali lagi nanti"


sang dokter tampak tidak enak hati, mencoba membalikkan tubuhnya, tapi Gao dengan cepat memanggilnya


"Tidak apa-apa Joyce, kau bisa memeriksa istri ku sekarang"


seketika Joyce kembali membalikkan tubuhnya, berjalan mendekati Gao dan perempuan yang dinyatakan Gao sebagai istrinya.


"Kalian sudah menikah?"


Joyce menaikkan alisnya, meletakkan nampan kecil berisi obat ke atas nakas, mencoba memeriksa keadaan Ayana.


Gao mengangguk


"Di Indonesia"

__ADS_1


"Ah.."


Joyce mengangguk pelan


"Karena itu seluruh keluarga besar hillatop tiba-tiba menghilang?"


Joyce sepertinya menyadari sesuatu


"Bahkan aku tidak bisa menemui untie shaikha"


Gao terkekeh


"Katahuan sekali"


"yeah dan Aku baru tahu kalau kami bisa takut dipelototi oleh seorang perempuan"


Joyce bicara sambil tersenyum geli, menyuntikkan beberapa obat ke selang infus.


"Biasanya perempuan yang takut dengan dia"


bisik Joyce pada ayana


"Ya?"


Ayana bertanya sedikit terkejut


Joyce tidak melanjutkan ucapannya, memeriksa tensi darah Ayana sejenak lantas tersenyum ke arah Ayana dengan mencoba menatap wajah perempuan itu cukup lama.


Dia menghela nafasnya pelan.


Dia memang begitu cantik


batin Joyce


"Aku fikir kamu harus mengambil obatnya di depan goa"


seperti sebuah kode, Gao seakan paham maksud Joyce. Dengan cepat mengelus kepala Ayana


"Tunggu aku 5 menit hmm"


Ayana mengangguk.


kemudian dengan berlahan Gao mengikuti langkah Joyce.


"Aku sedikit terkejut Tristan membawa istri mu dengan balutan pakaian dan kain tebal semalam, bahkan meneriaki seluruh dokter agar hanya memasukkan dokter perempuan tanpa boleh ada satu laki-laki pun yang masuk ke ruang UGD"


Gao mengerutkan dahinya


"Istri mu cukup hebat bisa mengubah seorang Tristan menjadi sepanik itu"


Joyce tersenyum sambil terus melangkah kedepan


"Kau belum mengumumkan nya di Prancis?"


tiba-tiba Joyce bertanya pada Gao setelah mereka melesat keluar dari kamar itu


"Beritanya akan pecah pada waktu nya, aku tidak ingin Ayana merasa risih dengan media, akan aku umumkan setelah acara puncak di Indonesia bulan depan"


"Kami mesti menikmati waktu bulan madunya dengan baik"


ucap Gao Cepat.


"Aku hanya takut Tristan benar-benar menginginkan istri mu"


ucap Joyce tiba-tiba, menghentikan langkah nya kemudian menatap dalam bola mata Gao


"Kau harus mengumumkan nya secepatnya"

__ADS_1


"Bisa Aku lihat jika matanya dipenuhi oleh cinta saat menatap istri mu, kau tahu bukan maksud ku?"


"Dia melihat istri mu dari sudut pandang yang berbeda"


sejenak bola mata Gao menggelap, rahang nya mengerat.


"Dia tidak pernah memperhatikan seseorang dengan cara berlebihan seperti itu sebelumnya, sama seperti kamu yang tidak akan mencintai seseorang dulu"


"Aku tidak paham betapa istimewanya istri mu Gao, bahkan bisa membuat seorang gaohan bisa menjadi begini, tapi"


Joyce menghentikan ucapannya sejenak, menatap lama mata Gao


"Itu cinta Gao, bukan obsesi, aku bisa melihatnya dengan jelas"


"kau harus mengumumkan nya secepatnya, karena hati manusia siapa yang tahu ? jika hari ini dia bilang berhenti, aku khawatir besok hati nya berubah"


"Jika seluruh daratan Eropa tahu perempuan itu milik gaohan hillatop, aku yakin dia punya rasa malu untuk kembali mengejar milik mu"


"Aku tidak ingin kesalahan masa lalu kembali terulang seperti hillatop tua dan azzura tua di masa lalu hingga menimbulkan perpecahan ke seluruh keturunan nya hingga hari ini"


Gao tampak diam


"Dan..."


Joyce kali ini berusah menarik kasar nafasnya


"Kau tidak akan percaya ini Gao"


sejenak Gao melihat kegelisahan di wajah Joyce


"Ada apa?"


"kau harus segera mencari tahu soal ahem"


"Maksud mu?"


Gao mengerutkan keningnya


"Seperti nya dia meniduri gadis yang salah"


seketika Gao terkejut


"Kau bilang apa?"


jelas saja dia terkejut, kakak nya meniduri seorang gadis? pria berhati es itu?


oh damn it


umpat gao


Joyce berusaha untuk pergi meninggalkan Gao


"Joyce..!"


secepat kilat Gao menarik tangan Joyce


"katakan pada ku, siapa?"


Joyce menggeleng pelan, kemudian menarik panjang nafasnya.


"Dia sudah meniduri putri zuu dan bii,keluarga azzura"


"what?"


jelas Gao kehilangan kata-kata, dia menelan Saliva nya dengan kasar.


Oh breng..sek

__ADS_1


umpat Gao kasar


__ADS_2