Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
She's Unic "Orang yang tepat untuk nya"


__ADS_3

"Sebenarnya saya tidak pernah mencintai Ayana"


Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya, terlihat jelas papa Ayana menatap wajahnya dengan bola mata yang membesar, Ayana baru saja datang membawa minuman di nampan, Hanya diam sambil menggigit bibirnya.


sang papa meminta nya duduk disamping papanya, secara berlahan ayana duduk sambil berusaha menatap wajah Gao dalm


Apa?dia akan bicara soal kejujuran?


Ayana tampak gemetaran


"Terdengar klise juga sangat menjijikkan, saya memikirkan hal yang sangat dangkal serta memandang sebelah mata dirinya di waktu melihat langsung wajah nya"


Ayana diam,dia sejak awal sudah tahu apa isi kepala laki-laki itu.


"Awalnya pertama kali bertemu Ayana di sebuah Alfamart, saya belum sempat melihat wajahnya, tapi saya terpesona dengan bola mata indahnya"


seketika bola mata indah Ayana membulat

__ADS_1


Indomaret? kapan?


Ayana mengerutkan dahinya


"pertemuan ke dua membahas tanda tangan proyek kerjasama, saya baru melihat wajah aslinya, sangat sedap dipandang mata dan Seketika fikiran kotor menjalar di kepala saya"


"Saya penganut paham bebas, hidup moderat di dunia barat, urusan sek..ss.. merupakan hal yang wajar"


terlihat ardhan mengeratkan rahangnya, memeluk erat tubuh putri nya, Ayana menelan salivanya.


"Tapi sebuah kejadian membuat saya kehilangan pemikiran seperti itu, dia menyetarakan perlakuan nya pada siapapun, bahkan bersikap lembut pada orang yang membuat kesalahan terhadap nya,tidak marah, tidak bersikap arogan seperti kebanyakan perempuan pada umumnya"


"pertemuan ke tiga ketika dia mementingkan orang lain dari pada gengsi serta harga dirinya, bahkan menemui seseorang yang mungkin bisa menyebabkan celaka dirinya demi orang lain membuat saya cukup kehilangan kata-kata'


"apalagi saat saya mendengarkan beberapa ucapan yang bisa menjadi pembelajaran buat saya'


"Kehidupan kita bukan film, Kalau salah bisa retake scene yang gagal. Hidup kita akan terus berjalan, takkan ada pengulangan yang sama persis sesuai dengan keinginan kita"

__ADS_1


"Ingat timbal balik karma"


"saat itu saya mulai mengubah sudut pandang saya soal Ayana"


'She's unik, terlahir dengan bibit bebet bobot yang baik"


seketika wajah ardhan berubah cerah, entahlah tapi dia tahu Ayana lahir dari rahim Ayudia, tumbuh dari benih nya. Keluarga mereka memiliki bibit bebet bobot baik, yang memegang prinsip Soal menyetarakan siapa saja,tidak pandang sebelah mata, tidak membedakan kasta atau kelas.sebab yang datang dari nya pasti kembali kepada nya, yang lahir tanpa benang sehelai pun, bahkan pergi hanya membawa selembar kain kafan putih saja, lalu hal sombong apa yang patut mereka banggakan? semua hanya titipan NYA.


"Saya tidak mencintai Ayana, karena saya tahu dua orang yang saling mencintai tak harus membawa hubungan ke jenjang pernikahan, sebab relasi itu bukan puncak percintaan sepasang kekasih"


“Puncak percintaan itu adalah komporomi,"


"jika hanya didasari cinta pernikahan seperti itu malah jadi sebuah institusi yang menyatukan dua orang dalam sebuah pengaruh nafsu yang paling gila dan paling sementara."


"karena bagi saya,tiga kunci utama dalam kehidupan pernikahan. Pertama, komunikasi yang baik. Kedua, rasa hormat yang rupanya lebih penting ketimbang cinta. Sebab, cinta bisa datang dan pergi, tetapi rasa hormat bisa bertahan. Ketiga, kepercayaan, yang ternyata merupakan fondasi yang paling sulit dibangun khususnya bagi orang yang pernah kecewa oleh hubungan. Kepercayaan di sini tak melulu soal perselingkuhan, tapi janji kecil yang dilanggar, niat buruk, dan harapan yang tak terwujud"


"Kemudian Puncak pemikiran saya berubah total soal Ayana, membuat saya menyakini sesuatu saat dia bertanya pada saya, apa yang saya fikirkan saat menatap wajahnya dan apa yang dia fikirkan saat menatap wajah saya"

__ADS_1


"Semalaman saya berfikir dan pada akhirnya saya berani menyimpulkan, Dia gadis yang tepat untuk saya, juga ibu yang tepat untuk calon anak-anak saya"


Ayana diam, menatap sosok laki-laki dihadapan itu dalam, dalam fikiran nya tidak menyangka laki-laki itu bahkan bisa berkata sebijak itu dihadapan papanya


__ADS_2