Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Masih dengan ujiannya 'InsyaAllah kita bisa melewati semuanya"


__ADS_3

Profesor John tampak menghela kasar nafasnya, dia memegang pelipisnya dengan perasaan yang berkecamuk jadi satu, rasa kesal, dongkol, sedih dan entah apalagi yang ada dihati nya saat ini.


Gao jelas tampak berfikir mencoba mencari jalan dan solusi sejak tadi, sedangkan Ayana kelihatan jelas gurat khawatir di wajahnya.


"Perempuan itu tidak ingin memberikan donor kantong rahimnya pada orang muslim"


Bammmmm


bagaikan terkena sambaran petir disiang bolong saat mendengar berita soal itu.


Jelas saja Ayana langsung menetes kan air matanya, dia menangis menatap sang suami.


"Gao..dia tidak mau memberikan nya pada kita"


Ayana terus menangis seseguhan


"Gao..kita harus bagaimana? dia tidak ingin memberikan nya kepada kita"


Ayana jelas menangis tanpa bisa berhenti, hatinya terasa begitu sakit, dia fikir apakah perihal agama menjadi begitu pelik? hanya karena mereka berbeda keyakinan, hingga tidak bisa memberikan kepercayaan untuk memindahkan rahim nya kepada Ayana.


"Tidak apa-apa, kita akan menemui nya,kita akan bicara"


Gao bicara sambil terus memegang wajah Ayana, menyakinkan diri kalau mereka pasti memiliki jalan untuk menyakinkan orang itu.

__ADS_1


"Bagaimana kalau dia tidak mau memberikan nya? Gao... bagaimana kalau dia menolaknya?"


"la tahza, Allah maha mendengar lagi maha mengetahui mana yang terbaik untuk kita"


Gao berusaha untuk terus menyakinkan diri Ayana.


********


Pertemuan pertama memang sangat tidak mengenakkan, perempuan itu memandang tidak sedap ke arah Ayana, mungkin karena melihat seluruh tubuh Ayana tertutup begitu rapat, berhijab dan entah perempuan itu merasa seakan-akan dia melihat seorang ******* di wajah Ayana.


"Aku fikir aku akan memberikan nya pada pasien lain"


Ayana jelas saya langsung menumpahkan air matanya, menatap nanar wajah perempuan itu, seketika tangis nya kembali pecah, menyentuh tangan perempuan itu agar mencoba mempertimbangkan semuanya kembali.


"Kak..kak.. aku mohon, apakah salah seseorang seperti aku mengharapkan nya?"


"Aku akan melakukan apapun, semuanya kak, apapun yang Kakak minta akan aku penuhi"


"Bukan karena apapun, aku hanya merasa kamu tidak pantas mendapatkan nya"


Kata-kata perempuan itu jelas bagaikan sebuah palu yang menghantam tiba-tiba hatinya, jelas terasa sakit bagaikan tersayat sembilu, Ayana jelas menangis tersedu-sedu sesaat setelah perempuan itu meninggal kan mereka.


"Dia benar-benar tidak mau memberikan nya pada ku....dia tidak menyukai ku Gao..."

__ADS_1


wajah cantik itu sudah dipenuhi air mata, terus menangis sambil memukul-mukul dadanya sendiri.


"Sayang..."


"Apa aku memang tidak pantas mendapatkan nya Gao? apa aku tidak layak menjadi seorang ibu? apa aku tidak layak memiliki buah hati Gao?"


Ayana terus menangis, menatap dalam bola mata Gao.


"Tentu saja kamu pantas, dia hanya belum mengenal mu sayang"


"Tapi dia berkata begitu tadi, kau dengar kata-kata dia tadi?Aku tidak pantas mendapatkan nya, aku tidak pantas mendapatkan nya"


Ayana terus menangis meraung-raung, dia benar-benar merasa berputus asa dengan keadaan.


Gao langsung memeluk erat tubuh Ayana, mengusap kepalanya dengan lembut.


"Dia hanya melihat cover mu sayang, berprasangka buruk tanpa melihat isinya, percayalah kamu benar-benar pantas mendapatkan nya"


"Kita akan mencari cara, insyaallah bersabar lah, anggap lah ini masih termasuk salah satu ujian dari Allah untuk kita"


Pada akhirnya ketika sang istri tertidur pulas, masih tersisa Isak tangis mendalam dari balik bibir indah Ayana. Gao secara berlahan melepaskan pelukannya, berjalan Berlahan menjauhi Ayana sambil meraih handphone nya.


Mencoba untuk menghubungi seseorang di seberang sana.

__ADS_1


"Halo.."


"Bisakah kita bertemu? ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan"


__ADS_2