
Ayana berdiri di ambang pintu, menatapi kamar baru yang akan dia tempati. Permintaan Gao adalah, Ayana pulang ke apartemen nya.
Ayana menelan pelan salivanya
apa ini akan jadi malam pertama
tanya nya dalam hati
pelajaran yang didapat dari hayat
Memang sialan itu anak otak cerdas nya yang di dapat dari mbah google memang luar biasa
umpat Ayana
"Banyak mitos yang mengatakan hubungan intim untuk pertama kalinya terasa menyakitkan bagi wanita, Seperti akan dimasuki rudal sebesar kepalan tangan ku"
"hah?"
jelas saja Ayana terbelalak
"Bisa mengembang sebesar itu?"
hayat mengangguk-angguk
"hmm bisa jadi, kan katanya seperti dimasukkan rudal? bukankah rudal sangat besar?"
"memang kamu pernah merasakan nya?'
hayat cengar-cengir kuda
"belum sih"
dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal
Ayana mencibir
"ishhh"
bagaimana juga dia bisa sok tahu coba?
"Rudal itu terlalu besar, Seperti rudal perangnya USA atau milik Jepang? bahkan ukurannya mungkin lebih besar dari tubuhku, jangan mengada-ada"
oceh Ayana
"kalau begitu aku akan protes dengan orang yang membuat laman situs ini, rudal itu lebih besar dari tubuh ku, jangan mengada-ada"
ucap hayat sambil mengetik dan bergumam
"Kau benar-benar mengirim komentarnya?"
Ayana menganga
"Lalu? masa harus cari nomor telpon nya terus mengobrol langsung?"
__ADS_1
jawab hayat polos
"Ah tapi boleh juga, bisa langsung menjurus pada phone sekk..sss dan menanyakan kondisi dan toleransi realita nya"
"Hayatttt"
lagi-lagi hayat terkekeh
"Lihat kata Mbah Google Mereka bilang Kenali Seluk Beluk Tubuh Sendiri"
"Salah satu penyebab malam pertama bisa terasa menyakitkan karena biasanya wanita sulit terangsang. Karena itu, kamu perlu mengetahui seluk beluk tubuh sendiri dan menemukan titik-titik rangsangan yang dapat memberi kenikmatan tertinggi. Bimbinglah pasangan untuk merangsang titik- titik tersebut, sehingga proses penetrasi dapat berjalan mulus dan tidak menyakitkan"
hayat terus membaca apa yang ada di Mbah Google nya
"titik-titik rangsangan?"
Ayana coba bertanya-tanya
"Sebentar"
hayat langsung duduk dari posisi berguling nya, mendekati Ayana, kemudian tangannya mencoba menyentuh jidad, mata pipi, leher, bahkan hingga ke dada Ayana
"Yakkkk hayattt"
hayat terkekeh lagi
"Aku sedang mencari titik rangsangan nya Ayana"
"Kalau tidak pegang bagaimana caranya tahu? masa cuma harus ditatap atau dipelototi?"
protesnya
"Tapi kan nggak begitu juga prosedur nya babang ih"
"Kau ini cerewet sekali, ok lihat yang berikut nya Sediakan Pelumas"
kedua gadis itu saling terkejut dan melotot
"Pelumas?"
Ayana bertanya bingung
"Mungkin maksud nya oli mobil seperti itu?"
hayat bicara sambil berfikir
"Merk apa? Repsol? delvac? Mitsubitshi? TMO?"
hayat mencoba menebak-nebak
"Lalu apa hubungannya dengan malam pertama?"
"hmmm mungkin maksud nya disiram ke seluruh tubuh suami begini?"
__ADS_1
seketika Ayana membayangkan nya
"Iuuhh bukankah itu menjijikkan? licin dan bauuu"
ekspresi lucu hadir di wajah ayana
"akkhhh ajaran Mbah Google mu tidak ada yang masuk akal, lupakan saja"
oceh Ayana kesal
"Kamu melamun?"
seketika suara Gao mengejutkan lamunan Ayana
"Ahahahaha tidak"
Ayana memaksa dirinya untuk tertawa
"Kemarilah"
Gao bicara sambil mengulurkan tangan nya
"Bukankah sudah halal disentuh?"
goda Gao Kemudian
Ayana menatap lama tangan laki-laki itu, yang terulur menunggu sambutan darinya. Secara ragu-ragu Ayana memberikan tangan kanannya. Rasanya aneh saat laki-laki itu menyentuh tangannya, begitu lembut dan hangat. sangat berbeda saat papa nya atau bahkan Abang Hanif menyentuh nya.
Gao menutup pelan pintu kamarnya, Kemudian membawa Ayana berlahan ke kasurnya.
Dia bukan type laki-laki yang sabar untuk menuntun perempuan menuju ke kasur nya, menikmati permainan yang acapkali dia Sediakan. tapi kali ini dia mencoba sangat bersabar, sebab gadis itu jelas berbeda. bola matanya jelas menyiratkan ini untuk pertama kalinya untuk dia, sejak tadi bahkan cukup ragu untuk melangkah masuk, bahkan di dapat Gao rasakan telapak tangan gadis itu begitu terasa dingin dan kaku.
"Aku fikir aku akan ganti pakaian"
Ayana mencoba untuk menghindar saat tiba-tiba tahu-tahu mereka sudah berada di atas kasur. Gao berdiri berlahan dari kursi rodanya, menarik tangan Ayana secara berlahan, secara spontan tubuh Ayana berbalik dan masuk kedalam dekapannya.
dalam sepersekian detik Ayana membeku karena kaget.
"Ga...o.."
Gao malah mengulum senyum, dengan gerakan lembut berbisik di balik telinga Ayana
"Aku yang akan membuka dan menggantikan nya"
"ya?"
seketika Ayana mendongak, menatap wajah Gao dengan ekspresi terkejut, tapi dalam hitungan detik Gao sedikit menjongkok kan tubuhnya lantas tahu-tahu bibir Gao malah dengan berlahan masuk ke dalam bibirnya tanpa aba-aba.
Dalam seketika Ayana membeku, bola matanya membulat karena kaget.
ehhh wait... tunggu dulu
pekik Ayana dalam hati
__ADS_1