Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Janji seorang suami kepada seorang Ayah untuk anak gadis nya


__ADS_3

"Saya tidak sedang dalam keadaan merayu atau berharap melebihi permintaan saya kepada Allah, karena sebaik-baik nya pemberi hanya Allah SWT bukan manusia"


Gao bicara sambil menatap perempuan yang ada dihadapannya itu.


Usia perempuan itu masih cukup muda, mungkin sekitar 32-33 tahunan, wajahnya cukup manis dengan garis wajah Eropa asli.


"Hanya saja saya ingin meluruskan soal pandangan anda terhadap istri saya atau bahkan agama muslim"


"Bagi saya sebaik-baik nya wanita setelah ibu saya adalah istri saya, dia wanita ke 2 yang paling sabar memenuhi semua kebutuhan saya selama kami bersama setelah ibu saya"


"Dia menyiapkan semua kebutuhan saya dari pakaian yang bersih, makanan yang sehat, hidup dengan pola yang teratur, obat dikala sakit atau pun tengah berduka, juga penentram dikala hati gundah"


perempuan itu tampak diam mendengar kan kata-kata Gao.


"Kami bukan tidak pernah di beri kesempatan, pernah 1 kali, begitu cepat, tumbuh dengan baik dan sehat, menunggu waktu kelahiran layaknya pasangan yang lain"


"Istri saya bukan type ibu yang menuntut jenis kelamin buah hatinya harus apa, dia menyakinkan diri, apapun jenis kelamin nya, asalkan sehat, tumbuh dengan baik dan lahir dalam keadan baik itu sudah merupakan kado terindah dari Allah baginya"


"Tapi sebuah tragedi memilukan terjadi, Kami kehilangan buah hati kami, 3 hari istri saya koma, 3minggi dia berkutat dalam tidur panjang nya"


Gao menarik pelan nafasnya, seolah-olah kejadian itu baru saja terjadi kemarin.


"Selain dia yang hancur, jelas saya adalah orang yang paling hancur"


Perempuan itu mencoba menerka-nerka, bisa jadi Gao hancur kehilangan buah hatinya.


"Mungkin benar saya hancur karena kehilangan buah hati kami, tapi realita hancur nya hati saya adalah Hancur karena saya terlambat melindungi orang-orang yang saya cintai, hancur karena saya menghilangkan senyuman di balik wajah istri saya sesuai dengan janji saya kepada ayahnya"


Terpatri di ingatan Gao soal percakapan dia dan ayah mertua nya ardhan


"Saat mama nya hamil bulan pertama Ayana, Ayudia sama sekali tidak menyadarinya, hingga seseorang berkata mungkin anda tengah hamil trimester bulan pertama"


"Kau tahu nak bagaimana ekspresi bahagia kami? lebih-lebih seperti mendapatkan lotre dengan hadiah milyaran rupiah saat itu"

__ADS_1


"Saat Ayana lahir, setelah dokter mengambilnya dari rahim Ayudia, tangan pertama yang meraih nya adalah saya, kau tahu bagaimana perasaan saya son? seperti mendapatkan sesuatu yang bahkan lebih berharga dari emas ataupun permata"


"Tangan saya adalah tangan pertama yang menggenggam tangan mungil nya, saya adalah laki-laki pertama yang menjadi cinta pertama nya, saya laki-laki pertama yang mengajari Ayana berjalan, juga laki-laki pertama yang membuat dia tersenyum bahagia"


"22 tahun Ayana hidup dengan baik dan sehat, saya adalah laki-laki pertama yang memberikan apapun yang dia mau, bahkan selama 22 tahun saya sekalipun tidak pernah membuat dia menangis atau kecewa"


"Dalam mendidik Ayana, saya dan istri saya punya komunikasi yang baik serta konsep teratur yang membuat anak-anak tidak jadi pembangkang dan lebih patuh, dan modal utama menggunakan hati"


"Lalu yakinkan kamu bisa menggantikan saya untuk menggenggam terus tangan nya hingga akhir?"


"Sebab acapkali banyak laki-laki memiliki janji-janji manis di awal namun berakhir pelik dan pahit di akhir"


"22 tahun Ayana hidup bersama saya, mendapat kan apapun yang dia mau dengan cara yang bijak, tanpa pernah melukai hatinya disaat kami bilang jangan atau tidak, semua kebutuhan nya terpenuhi dengan baik"


"Setelah lulus sekolah, saat Ayana tahu bagaimana menghasilkan sendiri pendapatan untuk kesenangan nya, jelas sekali dia menikmati segala macam milik dan hidupnya,. lalu sanggupkah kamu memenuhi Segala keinginan nya seperti kami? seperti dia juga yang memenuhi keinginan nya selama ini?"


"Karena banyak diluaran sana, setelah menikah seorang perempuan ingin membeli 1 mangkok bakso saja, harus menahan hati karena pedas nya cemooh suami"


"Sanggup kah kamu tidak menjadi suami yang seperti itu?"


"Tidak membuat hati nya menjadi rapuh, tidak membuat dia meneteskan air matanya sama seperti kami yang sekali pun tidak pernah membuat nya menangis, sanggup terus memegang tangannya, sanggup memenuhi seluruh kebutuhannya?"


"Karena setiap kali seorang putri kembali kerumah mengeluh soal suaminya, jelas menjadi beban paling menyedihkan untuk orang tua nya, hingga terbesit pemikiran, dulu hidup sebelum menikah dengan mu putri ku begitu bahagia, dipenuhi semua kebutuhannya, dan ketika menikah dengan mu yang putri kami dapatkan hanya rasa derita yang tiada berkesudahan"


"Meminta sesuatu kepada suami terkadang bak pengemis yang meminta belas kasih"


"Sangat tidak adil tentunya"


"Sanggup terus membuat dia tersenyum dalam keadaan apapun?


Gao menghela panjang nafasnya, masih berusaha menahan perasaan nya, menatap kembali wajah perempuan itu.


"Jelas saya hanya ingin membuat kebahagiaan nya kembali, saya telah gagal membuat dia bahagia seperti janji saya pada orang tua nya, 6 tahun waktu yang sangat sulit untuk nya"

__ADS_1


"Acapkali dia menangis seorang diri dikamar mandi, keluar dengan mata memerah dan berkata tidak apa-apa, ada hewan yang masuk ke matanya"


"Atau dia menangis saat melihat semua teman-teman nya dan keluarga satu persatu menimang buah hati, dia lagi-lagi harus menelan pil pahit soal kenyataan"


Perempuan itu tetap diam, hanya mendengar kan sama sekali tidak menyahut atau menyela.


"Dia hanya takut saya tidak bahagia, Karena dia tidak bisa memenuhi kewajiban nya sebagai seorang istri, melahirkan anak-anak yang sehat untuk saya"


"Bahkan demi membuat saya bahagia, dia mencetuskan ide paling gila agar saya mencari orang ke tiga"


"Padahal realita nya, saya tidak begitu berfikir anak-anak adalah kebutuhan utama, karena jika Allah belum memberikan nya pada kami, artinya Alalh belum mempercayai kami untuk menerima titipan paling indah nya"


"Sama seperti anda, jika anda belum mempercayai istri saya untuk menerima rahim anda, maka InsyaAllah saya juga tidak akan memaksa nya"


"Tapi saya hanya ingin meluruskan satu hal kepada anda"


"Menjadi seorang ibu bukanlah perkara mudah. sebab Di pundak nyalah masa depan anak-anak dipertaruhkan karena, dalam agama kami madrasah pertama itu ada di tangan ibunya."


"Sejatinya Seorang perempuan itu mulia. dan istri saya Alhamdulillah hidup di ruang lingkup yang baik, keluarga yang berpegang teguh pada agama"


"Ketika kecil, dia menjadi pembuka pintu surga bagi orang tuanya, ketika menjadi seorang istri, dia menjadi pintu pembuka kebaikan untuk suaminya agar selalu berada dalam kebaikan, dan ketika menjadi seorang ibu, dia menjadi pintu surga bagi anak-anaknya"


Gao mengulas senyum ke pada perempuan itu


"Saya dan istri saya akan tetap datang besok, andaikan anda mengubah pendirian anda, dengan senang hati kami akan menjaga amanah anda, menjaga dan membawa nya ke tempat yang InsyaAllah paling baik untuk anak-anak tumbuh berkembang hingga kemasa yang akan datang"


ucapnya pelan, tidak lama mereka larut dalam diam, setelah itu sama-sama melangkah pulang menuju ke arah jalan masing-masing dimana kaki mereka membawa tubuh mereka untuk pulang.


********


Catatan \=


Dari outhor teruntuk para suami yang acapkali lupa dengan kewajiban nya, yang lupa dengan janji-janji manis nya.

__ADS_1


__ADS_2