
Ayana mencoba merontah sekuat tenaga nya ketika Tristan mencoba untuk menyatukan bibir mereka.
Astagfirullah hul'adzim, ya Allah sebaik-baik pelindung adalah engkau.
"astagfirullah hul'adzim, tuan sadarlah anda menyentuh perempuan yang bukan mahram anda"
jerit Ayana
"Saya istri orang"
pekik ayana selanjutnya mencoba merontah
"Kita bukan suami istri"
"Kita bukan pasangan halal"
seketika tangis Ayana pecah, dia merasa jijik pada tubuhnya.
seketika Tristan menghentikan gerakannya, kata-kata ayana membuat kerakusan nya sejenak menghilang.
Damn it
Bang..sat..
umpat Tristan dalam hati
pasangan halal? bukan suami istri?
yang benar saja
pada akhirnya dia membuang pandangan nya, membalikkan tubuhnya kemudian berjalan menjauh, membanting pintu itu dengan kasar.
Ayana berusaha menarik nafasnya , dia memejamkan pelan matanya
“Hasbunallah wani’mal wakiil” (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran), yaitu Allah cukup bagi orang yang bertawakkal kepadaNya, yang berlindung kepadaNya, Dialah yang menghilangkan ketakutan dari seorang yang sedang takut, Dia melindungi orang yang meminta perlindungan, Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Barangsiapa yang berloyal kepadaNya, meminta pertolonganNya, bertawakal kepadaNya, serta menyerahkan segala urusannya kepadaNya, maka Allah akan melindunginya dengan penjagaanNya dan naunganNya. Barangsiapa yang takut kepadaNya dan bertakwal kepadaNya maka Allah akan menjadikannya aman dari segala yang ia takutkan dan kawatirkan. Serta Allah akan mendatangkan baginya seluruh kemanfaatan yang ia butuhkan.
*******
Rahang Gao mengerat, gigi nya saling beradu, amarah nya benar-benar naik ke ubun-ubun begitu melihat rekaman CCTV yang diberikan Zoe.
"bang..sat.."
brakkk
dia mengumpat sambil memukul kencang meja yang ada dihadapannya, dia baru sadar jika Tristan Xavier mengincar Ayana sejak di Ritz hotel suite imperial, laki-laki tanpa sengaja melihat Ayana, kemudian tertarik padanya, menginginkan Ayana naik ke atas ranjangnya dan mencari cara bagaimana untuk mendapatkan nya.
Dalam secepat kilat Gao meraih ponselnya, cukup lama terdengar nada dari arah seberang sana.
"hello Mr. Han"
dia hapal betul suara siapa yang ada di seberang sana
"Jika dia berani menyentuh istri ku, kau tahu apa yang akan terjadi berikutnya"
__ADS_1
jelas Gao sangat marah, Tristan ... laki-laki itu jelas berani sekali bermain-main dengannya. Dulu dia pernah membuat hampir melayang nyawa laki-laki itu, kali ini apa dia harus melenyapkan Laki-laki itu dari muka bumi ini.
Dalam gerakan cepat dia meminta orang-orang menyusuri lokasi Tristan dan dalam hitungan detik gaohan melesat dari sana menuju ke arah titik dimana laki-laki itu berada.
Gaohan langsung membulatkan matanya ketika tahu siapa yang ada dihadapannya, dalam hitungan detik dia menghantam laki-laki itu tanpa basa-basi.
Bugggg....
Bugggg.....
2 pukulan telak menghantam wajah Tristan
"Ba..Ji..Ngan.."
Gao jelas begitu marah, giginya mengerat dan amarahnya sama sekali tidak bisa dia kendalikan.
"Dimana kau menyembunyikan istri ku?"
bugggg....
buggg....
2 pukulan telak kembali melesat, Tristan hampir tersungkur.
seketika Tristan mengamuk, dengan kekuatannya balik memukul Gao
"Breng..sekk.."
Buggg...
Dia balik memukul dengan kasar
"kenapa kau marah? bukankah dulu kau juga pernah mengambil milik ku Gao? aku tidak meluapkan nya dengan membuat seluruh Strasbourg menggema hancur demi seorang perempuan, bahkan aku tidak akan memecah seluruh kartel di wilayah Prancis hanya demi seorang perempuan, dan aku tidak menghancurkan klub-klub malam juga demi seorang perempuan"
Tristan terbahak-bahak, mengejek Gao dengan tawa mengerikan miliknya
"Bahkan ketika bekas mu naik ke kasur ku atau bekas ku naik ke kasur mu, kita tidak membuat pernyataan perang, cuihhh..."
Tristan bicara sambil membuangnya ludahnya
"Tapi kenapa kali ini saat aku mengambil perempuan mu,kau begitu menggila? apakah dia begitu hebatnya di kasur?"
"Membuat ku semakin penasaran bagaimana rasanya istri mu itu di atas ranjang ku"
mendengar kata-kata Tristan, jelas semakin membuat Gao mengamuk, tanpa basa-basi lagi dia menarik sebuah kayu panjang yang ada di samping kanannya, kemudian menyebat laki-laki itu dengan kayu tersebut tanpa ampun.
Tristan sempat tersungkur bola mata nya tertuju pada sebuah balok yang ada dihadapannya,Jelas Tristan enggan mengalah, menarik balok tersebut kemudian balas menghantam Gao.
"Sifat mu saat ini membuat ku benar-benar penasaran, benar-benar ingin membuat istri mu berada di atas kasur ku malam ini"
teriak Tristan sambil terus menghantam kepala Gao dengan balok tersebut
Seketika bola mata gaohan menggelap, dia kehilangan akal warasnya, dalam hitungan detik Gao mengeluarkan pistol nya dan
__ADS_1
"Oh bang. .saattt"
umpat Tristan kemudian mencoba berbalik
Dooorrrr
Dalam sepersekian detik peluru panas itu menembus bahu kanannya, dan Tristan nyaris tumbang.
Beberapa orang-orang nya meluncur mendekati Tristan dan Gao, Ali mengarahkan moncong pistolnya tepat ke kepala Gao.
Tristan melesat pergi dalam hitungan Detik, sedangkan Gao menatap Ali dengan perasaan marah yang luar biasa, langsung bangkit dan balik mengarah kan moncong pistolnya ke arah ali
"Kau berani melawan ku,Ali?"
kletak....
Gao dan Ali sama-sama telah siap menarik pelatuk pistol mereka masing-masing.
*******
Braakkkk..
Seketika Ayana terkejut saat pintu kamarnya dibuka dengan paksa, tampak Tristan berjalan sempoyongan dan tubuhnya tampak terluka dimana-mana.
Ayana membulat kan bola matanya, menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya.
Tristan melangkah maju mendekati kasur, menatap bola mata Ayana penuh dengan ketidak sukaan
Fu..cckk
umpat Tristan
Dalam hitungan detik tubuh itu seketika Tristan ambruk di atas kasur.
"Tuan.."
jerit Ayana panik, dengan cepat mendekati tubuh laki-laki itu.
"Tuan..tuan.."
pekiknya panik, tampak punggung laki-laki itu mengeluarkan darah segar yang sangat banyak.
Ini luka tembak
Ayana bicara tertahan didalam hati
Ayana fikir sebenarnya dia bisa saja melarikan diri saat ini, tapi insting hati nya berkata dia tidak bisa meninggalkan seseorang yang tengah sekarat begitu saja.
Dengan gerakan cepat mencari sarung tangan sky miliknya, menggunakannya dengan cepat lantas mencari beberapa obat-obatan yang mungkin ada disana, alkohol, obat luka, kain kasa atau apapun yang ada. Ayana mencari semua barang yang bisa digunakan untuk menyelamatkan nyawa laki-laki itu.
Seketika Ayana mencoba menggunting pakaian laki-laki itu dengan gerakan cepat, tapi dalam hitungan detik lagi-lagi bola mata Ayana membulat, matanya menatap tidak percaya apa yang dilihatnya di punggung laki-laki itu.
Luka menggores panjang dari atas kebawah yang sama persis seperti milik Gao.
__ADS_1
Ada apa ini?
Ayana menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya.