Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Ahran sang asisten pribadi baru yang kaku


__ADS_3

Masih 3 tahun sebelumnya


Gao mengurut pelan keningnya, saat melihat laki-laki muda itu duduk didepan nya.


"Ahran mister"


Gao hanya bisa menghela nafasy kasar, Daddy all pasti gila, memberikan bocah untuk jadi asisten pribadi nya.


"Umur?"


"26 tahun mister"


Oh damn it, dimana Daddy mendapatkan laki-laki ini? sangat kaku sekali. Jelas antara manusia dingin dan kaku itu terdapat perbedaan jauh yang sangat mendominasi.


Ayana terkekeh sejak tadi dibelakang, membuatkan kopi di meja bartender milik Gao.


"Kamu ahli dalam bidang keuangan?"


Ayana bertanya cepat, menatap laki-laki itu sejenak, usia mereka jatuhnya tidak terpaut jauh, hanya 1 tahun saja"


"Yes Miss"


Ahran menjawab bak serdadu Belanda yang sedang ditanya oleh kopral nya.


"Gao dia begitu lucu"


Ayana terkekeh


"Apa kau jatuh cinta pada nya?"


Gao membalik tubuhnya, melotot ke arah Ayana


"Kau akan jatuh cinta padanya jika ada laki-laki muda di antara kita"


Ayana merengut


"Oh sayang, kau tahu? kau itu satu-satunya cinta ku"


Ayana bicara sambil meletakkan kopi mereka di atas meja, menyentuh lembut wajah Gao penuh cinta.


"Tidak ada yang bisa menggantikan posisimu sayang"


Ahran melirik sejenak


ckckckck keterlaluan


batinnya


"Sebaiknya di gembleng dulu"


ucap Gao cepat


"Sayang, dia pilihan Daddy kan? pasti sudah diseleksi dengan sebaik-baiknya"


"Aku minta si pria China itu, dia punya kwalifikasi terbaik yang sudah aku temui, ahem benar-benar keterlaluan"


Ayana menaikkan alisnya

__ADS_1


"Ckckck kan kebiasaan"


"Anda bisa menggembleng saja tuan"


Ahran bicara cepat


"Oke oke, datang lah besok ke kantor sebelum jam 7 pagi"


"Siap tuan"


Ahran bicara sambil menghentakkan kaki nya bak pasukan paskibraka, menaikkan tangan kanan nya tanda memberikan hormat.


Ayana tertawa kembali,dia benar-benar merasa geli dengan laki-laki itu.


"Pulang-pulang"


Gao bicara cepat ke Ahran


"Baik tuan"


"Jangan hentakkan lagi kaki mu"


teriak Gao kesal


"Baik tuan"


"Turunkan tangan mu"


"Baik tuan"


"Singkirkan ekspresi tolol mu"


"Baik tuan"


"Baik tuan"


"Ahraannnnnnn"


Dan ahran benar-benar kabur tanpa basa-basi.


Ayana terus saja tertawa, Gao benar-benar kesal dibuatnya.


"Berhentilah tertawa"


"Sayang kenapa kamu sensi sekali hari ini?"


Gao memijat pelan kepalanya, kemudian segera berjalan menuju kekamar.


"Gao?"


Ayana mencoba mengejar langkah sang suami


"Gao..."


"Berhenti tertawa untuk laki-laki lain"


Gao bicara sambil melotot menatap wajah Ayana.

__ADS_1


sejenak Ayana terdiam, kemudian dia mengulum senyum nya.


"Kau cemburu sayang?"


Ayana bicara sambil melingkarkan tangannya di leher Gao


"Tidak"


"Kau cemburu"


"Tidak"


Gao bersih keras berkata tidak, padahal jelas hatinya berkata


yeah aku cemburu


mana boleh ada satu laki-laki lain yang bisa membuat istrinya tersenyum, dan dia tidak suka Ayana tersenyum atau tertawa kepada laki-laki lain.


"Oh Gao ku cemburu"


Ayana terus bicara menggoda, terus melilitkan tangan nya di leher Gao, kemudian mencoba masuk ke dalam ceruk leher Gao.


"Sayang"


"Gao ku cemburu"


"Berhenti kamu membangunkan yang dibawah sana"


"Hmmmm"


Ayana malah men.. jilat dengan manis lehernya.


"Sayang berhenti, aku harus kembali kekantor sebentar lagi"


"Kita bisa melakukan nya sebelum ini"


Ayana bicara menggoda, menautkan bibirnya pada Gao dengan cara yang nakal.


"Ini akan berlangsung lama"


"Hmmmm bukan masalah"


"Sayang.."


"sayangggg"


Ayana balas menggoda dengan de..saham manjanya di balik telinga Gao.


"Ok... kamu benar-benat habis kali ini"


Gao Bicara kemudian langsung menyambar tubuh Ayana, menggendong nya dengan cepat ke dalam kamar.


"Kali ini katakan, mau gaya yang seperti apa?"


"Gao berhenti"


"Aku jelas tidak bisa berhenti"

__ADS_1


'Akkhhh Gao ini menggelikan"


pekik Ayana pelan


__ADS_2