
Ayana mencoba untuk menjaga jarak awas nya terhadap laki-laki yang ada di hadapannya itu, sejenak dia mengerutkan dahinya dia fikir seperti nya dia pernah melihat laki-laki ini sebelumnya nya tapi dimana.
Tristan terus menatap gadis yang ada didepan nya itu persisi Seperti seekor mangsa baru, di balik helm sky nya dia tahu tersembunyi wajah indah yang beberapa hari ini dia cari, mengecoh perjalanan gadis ini hingga dia terpisah bersama beberapa bodyguard Gao Seketika disaat Gao lengah dalam pengawasan nya terasa begitu menegangkan, dia fikir awalnya akan gagal tapi siapa sangka semuanya benar-benar berhasil sesuai ekspektasi nya. Secara berlahan Tristan mencoba mendekati Ayana sembari membuka helm sky nya, menatap wajah gadis itu dan tubuhnya dari atas hingga ke bawah.
jelas Ayana berusaha mundur, tubuhnya agak meremang karena ditatap sedemikian rupa oleh laki-laki berwajah datar itu.
"maaf tuan, apa....anda juga tersesat?"
tanya Ayana ragu-ragu, kemudian mencoba mengembangkan senyumnya.
Seketika Begitu mendengar suara lembut mendayu itu, bola mata Tristan yang dipenuhi keberingasan tiba-tiba meredup.
Suara itu terlalu memecah syahdu dengan senyuman polos diwajahnya.
"Aku juga tersesat, aku fikir aku dan suami ku terpisah"
mendengar gadis itu berkata suami Seketika Tristan terbelalak, mencoba menyusuri jari perempuan itu namun tertutup oleh sarung tangan.
"Suami?"
Suara bariton berbass tinggi itu cukup membuat Ayana bergidik ngeri.
Ayana mengangguk
"Kami sedang berbulan madu"
Ayana bicara sambil mengambang kan senyumnya, barisan gigi putihnya tampak tersusun dengan sempurna.
"Apa anda juga terpisah dengan rombongan?"
tanya Ayana berusaha mencairkan suasana, dia mencoba untuk melihat sekeliling mereka.
"InsyaAllah kita akan baik-baik saja, kita akan cari jalan keluar nya"
ucap ayana sambil terus memperhatikan wilayah disekitar nya
Seketika Tristan menaikkan alisnya
"Kau seorang muslim?"
Ayana tersenyum
"Iya tuan"
__ADS_1
"Suami mu?"
gantian Ayana yang menaikkan alisnya, pertanyaan laki-laki didepannya seakan-akan memberitahu kan jika seolah-olah dia mengenal Gao.
"Dia seorang mualaf"
Tristan tampak cukup terkejut, dia fikir bagaimana mungkin seorang gaohan Hillatop bisa memindahkan keyakinan atas dirinya menjadi seorang muslim padahal bahkan pergi ke gereja pun mungkin dia tidak pernah.
Demi gadis ini? yang benar saja! memang nya kekuatan apa yang dimiliki gadis ini sampai-sampai seorang gaohan mesti menuruti apa yang di pinta oleh nya.
ejek Tristan dalam hati
Lantas Tristan berusaha mendekati gadis itu, dengan cepat Ayana mencoba terus mengukur jarak, mencoba terus bergerak mencari jalan.
Tristan terlihat tidak suka, dia menatap tajam bola mata itu untuk beberapa waktu, kemudian menaikkan ujung bibirnya.
"sebaiknya kita ke arah sini"
ucap laki-laki itu cepat sambil mencoba bergerak.
Ayana Tampak melangkah ragu
"Hari sudah mulai menggelap, biasanya akan ada binatang buas datang di malam hari"
sejenak Ayana terdiam, menatap ke arah langit yang mulai menggelap. hatinya diliputi keraguan antara mengikuti langkah laki-laki itu atau tetap bertahan disana.
"Come"
Dia berusaha mengulurkan tangannya
Sejenak Ayana terdiam, keraguan terus menghampiri dirinya, tidak tahu kenapa firasat nya seolah berkata jika hal buruk akan terjadi entah dari arah mana.Tapi saat langit mulai menggelap jelas membuat kakinya mau tidak mau mengikuti langkah laki-laki itu.
*******
Ditengah kegelisahan mencari sang istri, sebuah notifikasi masuk ke dalam pesan di handphone Gao, dengan cepat dia melihat nya
Seketika bola mata Gao membulat, dia tampak terkejut melihat foto Ayana tengah seperti orang kebingungan mencari jalan, sedangkan disampingnya terdapat Laki-laki yang begitu dia kenal.
Aku baru tahu jika istri pilihan mu Begitu Cantik Gao, aku hanya penasaran kenapa kau menyembunyikan diri nya selama beberapa hari ini di pertemuan kerja sama kita? Aku ingin tahu bagaimana rasanya tubuh di balik pakaian tertutup nya, sama seperti saat kamu mengambil gadis ku dulu
Tidak, astagfirullah hul'adzim.
jelas gaohan berteriak marah, dia hampir seperti orang gila, dalam hitungan detik menyeret salah satu pengawal nya kedalam.
__ADS_1
Braakkk
hantaman keras terdengar memekakkan telinga
"Aku sudah bilang jaga istri ku bang..sat"
teriaknya penuh amarah, menghimpit tubuh pria itu Kedinding
klatakk..
"Tuan.. tidak.. ampuni aku..."
ringisan pria itu terdengar menyedihkan, tapi Gaohan jelas tidak menghiraukan nya.
Doorrrr
Suara kencang dari moncong pistolnya memecah keheningan malam, seketika wilayah ber salju Strasbourgh Tampak mencekam, semua seolah takut menghentikan langkah dan aktifitas mereka. Jelas sekali terdengar, seorang yang berkuasa akan memecah peperangan.
Dan benar saja dalam satu malam jelas perpecahan terjadi, gaohan menjadi menggila menghancurkan semua orang yang memiliki hubungan dengan Tristan, mengobrak-abrik seluruh wilayah Strasbourg Kemudian turun ke bawah mencari Tristan dan Ayana.
Hanya saja sayang nya gaohan tidak juga bisa menemukan 1 wajah itu selama pencarian nya.
********
Sejenak Ayana sadar pilihan mengikuti laki-laki itu adalah kesalahan terbesar, ketika mereka turun kebawah, tiba-tiba laki-laki itu berlaku begitu kasar. menarik tangan nya yang untung nya masih menggunakan sarung tangan sky hingga tidak menyebabkan kulit mereka bersentuhan.
"Tuan.."
Ayana Tampak panik saat Tristan dengan kasar nya menarik dirinya dan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.
"Tuan"
suara Ayana Tampak bergetar
Tristan terkekeh, dia merasa begitu senang gadis ini benar-benar masuk ke dalam jebakan yang dia ciptakan.
Dalam hitungan detik Tristan melepaskan paksa helm sky yang menutupi wajahnya itu. Tampak bola mata Tristan membulat senang, wajah indah itu tampak begitu sempurna.
Seketika Tristan mencoba menyentuh rahangnya dan mencoba untuk menyatukan bibir mereka.
Ayana jelas terbelalak terkejut, dengan sekuat tenaga berusaha melepaskan diri.
********
__ADS_1
Catatan \=
Kisah Tristan ada di novel Pengantin kembar pengganti CEO Iblis