
Gao menatap dokter yang ada dihadapannya itu, paman Ijal tampak duduk di meja samping, melipat tangannya sambil sesekali menatap balik wajah Gao.
"Jadi masih ada jalan?"
Gao bertanya dengan tidak sabaran
"Untuk mengandung sendiri melalui rahim Ayana jelas kamu sudah tahu sejak awal sudah tidak ada harapan Gao"
dokter itu bicara cepat, menatap dalam bola mata Gao.
Gao hanya mengangguk pelan.
"Kau sudah tahu sejak awal, Pengangkatan rahim pada wanita dikenal juga dengan sebutan histerektomi. Kamu sudah tahu kemarin Pada prosedur ini, rahim akan diambil dari tubuh. Konsekuensinya, seorang wanita tidak akan lagi mendapatkan periode menstruasi setiap bulannya, bahkan sudah tidak punya lagi peluang untuk memiliki anak"
"Rahim adalah tempat proses pembentukan sel telur yang sudah dibuahi ****** dan tempat berkembangnya janin"
"Jika rahim sudah diangkat maka seorang perempuan tidak bisa hamil lagi karena tempat berkembangnya janin ada di rahim tapi rahimnya sudah tidak ada."
"Jika pun sel telur masih ada kemudian dilakukan bayi tabung tetap tidak ada tempat (rahim) untuk menaruh calon janin yang sudah dipertemukan lewat bayi tabung."
"Bayi tabung butuh tempat untuk menaruh calon janinnya Gao, Ayana sudah tidak memiliki nya"
"Artinya bayi tabung jelas masuk black list untuk kasus kalian"
__ADS_1
"Satu-satunya jalan menggunakan surrogate mother"
"Di luar negeri seperti di Amerika, Eropa atau India memang ada surrogate mother (ibu pengganti) dimana janin hasil bayi tabung dimasukkan ke rahim wanita lain. Tapi di Indonesia hal itu masih dilarang hingga saat ini"
"Dan karena ayana sudah tidak memiliki rahim lagi, maka terpaksa menggunakan surrogate mother (Ibu pengganti) untuk proses nya nanti"
Gao tertawa senang
"Itu pilihan bagus, soal biaya aku tidak ambil pusing"
"Tapi Gao"
sang dokter tampak menggeleng pelan
"Yang menjadi kendala saat ini, kalian butuh seseorang yang mau jadi ibu pengganti nya"
"surrogate mother hanya bisa dilakukan ketika ada inang nya, kau harus mencari seorang perempuan untuk melakukan nya gao"
Oh damn it
umpat Gao dalam hati
kenapa semuanya terasa begitu rumit?
__ADS_1
"Kita tidak hidup di dunia drama, novel atau dongeng Gao, keluarkan uang, beli perempuan dan perintahkan untuk melakukan proses surrogate mother"
"It's real live Gao, kau butuh seseorang yang benar-benar mau melakukan nya, perempuan punya hati, hamil bukan hal yang gampang, kamu tahu bagaimana Ayana hamil kemari kan? perempuan butuh seseorang yang terus mendampingi nya, proses kehamilan akan berjalan normal"
"dan jangan lupa Gao ada banyak kasus yang terjadi, seorang perempuan tetaplah seorang ibu, mereka pada akhirnya acapkali urung dan tidak ikhlas ketika anak yang mereka kandung harus dimiliki oleh orang lain, jika salah mencari perempuan, bukan kesempatan yang kalian dapatkan melainkan kasus baru yang akan membuat kalian menggila terutama Ayana"
"Tingkat keberhasilan?"
Gao bertanya pelan
"Ini kemungkinan besar 70-30"
"Prosedurnya cukup rumit, akan ada banyak pemeriksa yang terjadi Gao, apakah perempuan nya cocok atau tidak, sehat atau tidak, kandungannya baik atau tidak"
"Dan yang lebih penting karena ini berlaku di luar negeri, Rumah sakit di Indonesia belum memiliki kemampuan untuk melakukan ini, maka prosedur itu harus melewati tahap panjang dan dengan di tanda tangani oleh suami dan istri, artinya Ayana harus tahu soal realita keadaan nya saat ini cepat atau lambat"
dan seketika Gao menelan salivanya
"Aku rasa kamu harus membicarakan soal semuanya pada Ayana"
"Ditambah lagi setelah pengangkatan rahim, akan ada sedikit permasalahan pada saat kalian berhubungan in..tim"
Gao mengerutkan keningnya
__ADS_1
"Tiap kali berhubungan intim, dia akan merasa sakit dan perih di bawah sana, sebab saat pengangkatan rahim terjadi Kadar estrogen sedikit menurun, jadi kau harus bisa mengimbangi Ayana disaat melakukan moment sakral kalian Gao, membuat dia menikmati nya lebih dulu hingga tidak menyebabkan rasa perih dan sakit, baru bersifat egois masuk ke hasrat mu setelah nya"
Gao tampak diam, tidak mengeluarkan sepatah katapun setelah nya.